Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Dalam Pesta


__ADS_3

Bagaimanapun juga, karena itu adalah pesta yang menggunakan topeng, Arsa Kenandra membeli dua alat peraga dalam perjalanan ke menuju sana tadi. Ballroom itu penuh dengan gemuruh suara musik. Seluruh ballroom telah mengumpulkan lebih dari 100 orang. Beberapa orang sedang menari di lantai dansa. Beberapa orang sedang duduk di bar dan booth sambil mengobrol, minum, dan bermain game. Karena pesta topeng ini memiliki ambang batas tertentu. Biaya pendaftarannya berharga 3 juta rupiah per mahasiswa laki-laki. Mahasiswa laki-laki yang pada dasarnya adalah anak orang kaya, mereka punya sejumlah uang tabungan.


Arsa Kenandra melirik ke sekitarnya, dan mwlihat sudah banyak mahasiswa laki-laki yang hadir. Jika di lihat-lihat, mereka semua berpakaian indah dan mahal. Gaya rambut dan aksesoris mereka sangat modis dan terlihat membuat mereka semua begitu tampan.


Sedangkan bagi para mahasiswi, mereka harus bisa dan berusaha penampilan yang baik dan menarik.


"Arsa, sepertinya hanya kita yang mengenakan pakaian yang paling biasa." kata Adit .


"Sepertinya begitu." Arsa Kenandra menunjukkan senyum masam.


"Tapi tidak apa-apa. Lagi pula, tujuan kedatanganku ke sini hari ini bukan untuk mencari gadis-gadis cantik. Jadi, biasa saja." Arsa Kenandra berpikiran terbuka. Sesaat Kemudian, Arsa Kenandra memandang Adit.


"Adit, kamu sekarang jomblo kan. Kalau kamu mau, aku kamu bisa mendapatkan gadis-gadis cantik, aku bisa menemui pemilik resort pemandian air hangat ini dan meminjamkan kamu 1 setel bajunya " kata Arsa berusaha membntu sahabatnya.


" Lupakan saja Arsa. Aku tidak ingin mendapatkan gadis-gadis ini. Gadis-gadis ini datang ke pesta topeng ini karena mereka menginginkan laki-laki yang kaya. Wanita seperti ini tidak cocok menjadi pacarku." jawab Adit sembari menggeleng. Arsa Kenandra tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu.


"Kamu sangat mengenal mereka. Baiklah kalau begitu, ayo kita cari tempat duduk dulu." ucap Arsa. Alasan utama Arsa Kenandra ada di sini hari ini adalah karena Rita Maharani. Sejak tadi dia terus mencari Rita Maharani, namun tetap tidak melihatnya. Rita Maharani seharusnya belum datang. Lalu mereka pergi ke bar dan memesan dua minuman sebagai teman.

__ADS_1


Saat Mereka ada di bar, ada seorang datang menyapa.


" Kedua saudaraku ini, apakah kalian berdua dari Universitas Kota Surabaya? Seorang pria yang duduk di sebelah Arsa dan Adit berkata. Arsa Kenandra melihat ke sekelilingnya tetapi dia tidak mengenalnya. lelaki itu mengecat rambutnya berwarna ungu. Iya mengenakan pakaian kulit, terlihat sangat gaya, dan satu set kunci mobil ferrari yang di gantungkan di pinggangnya. Yang mana menunjukkan bahwa keluarganya mempunyai banyak uang.


"Benar sekali. Ada apa ya? " Jawab Arsa Kenandra.


"Kalau boleh aku katakan, kenapa kalian berdua masuk ke tempat ini dengan pakaian seperti itu? Kamu punya uang untuk membayar biaya pendaftaran, tetapi tidak punya uang untuk membeli satu set pakaian yang bagus? Tidakkah kalian berdua merasa malu mengenakan pakaian seperti ini dan masuk ke Universitas Kota Surabaya? " Pria berambut ungu itu tersenyum dan berkata kalau dia memandang Arsa Kenandra dengan sedikit jijik. Jelas sekali, pria berambut ungu itu adalah Mahasiswa dari STIE Keuangan dan Ekonomi Kota Surabaya. Karena sebagian besar mahasiswa di Kota Surabaya University mengenal Arsa Kenandra tetapi dia tidak. Pria berambut ungu itu tertawa.


"Terima kasih sudah mengingatkanku. Walaupun aku tidak berpakaian sebaik kamu. Pakaianku bersih dan rapi. Tidak ada yang perlu dipermalukan,” kata Arsa Kenandra dengan tenang.


"Terima kasih atas perhatianmu. Aku tidak akan mengganggumu,” kata Arsa Kenandra dengan tenang. Di saat yang bersamaan, seorang gadis bertubuh tinggi mendatangi pria berambut ungu tadi.


"Tampan, bolehkah aku mengajakmu berdansa?” Gadis itu mengirimkan undangan kepada lelaki rambut ungu,


"Oh... Sure." Pria berambut ungu itu berbicara bahasa Inggris seperti pria terhormat. Kemudian lelaki berambut ungu itu berdiri dan memandang Arsa Kenandra dan Adit sambil tersenyum sebelum pergi ke lantai dansa bersama gadis itu. Pandangan terakhir di matanya terlihat mencolok dan sarkastik.


"Manusia sehebat apa dia, yang sudaj berani mengajari dan menertawakanku? Mungkin saat ayahnya melihatku, dia akan langsung memanggilku tuan." Arsa Kenandra tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Adit juga berkata.


"Itu dia! Apa bagus dan hebatnya sih dia? Arsa, kamu adalah pimpinan Kendkm Grubdan cucu dari Andi Sudiryo. Orang terkaya di Surabaya. Selama kamu mau mengumumkan identitasmu yang sebenarnya, mungkin semua gadis yang hadir akan datang mengerubingi dirimu." lata Adit.


" Sebenarnya, tidak apa-apa dia melakukan ini sekarang. Tak ada hal yang menggangguku." Arsa Kenandra berkata sambil menyesap anggur di gelasnya.


Beberapa saat kemudian, semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan itu, yang duduk di bar sambil minum, semiuanya pada saling menyapa. Namun, tidak dengan Arsa Kenandra dan Adit, mereka terlepas dari perhatian dan lirikan, tidak ada saapaan sama sekali. Bahkan ketika ada seorang gadis berjalan di depan Arsa Kenandra, dia malah mengejek dan berbisik.


"Dua orang udik kenapa harus masuk dalam acara seperti ini ya." Kalimat ini terdengar jelas oleh Arsa Kenandra dan Adit.


Dan Selama itu juga, banyak para pria dan wanita yang terus berdatangan satu demi satu.


"Arsa, dia sangat mirip denganRita! " Adit tiba-tiba menepuk Arsa Kenandra. Arsa Kenandra melihat ke arah jari Adit menunjuk, dan melihat Rita Maharani yang baru saja masuk dari luar pintu.


"Dia pasti baru saja tiba." gumam Arsa.


Rita Maharani mengenakan gaun berenda berwarna putih, gaun dengan kerah V berwarna putih, dan sepasang sepatu hak tinggi berwarna perak yang terlihat mengkilat. Sosok seorang Rita Maharani yang di kenali oleh Arsa.

__ADS_1


__ADS_2