Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Tak ada Persaingan, tapi Dendam


__ADS_3

"Aduh, teman sekelasku, semua orang itu sama saja. Kenapa kamu harus berpura-pura polos seperti itu? " Gadis itu jelas tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Talita.


Kemudian gadis itu menoleh dan menatap Arsa kenandra. Dia berkata dengan suara lembut,


"Tuan muda Arsa, nama saya Sevia Rani. Saya seorang junior di jurusan keuangan dan akuntansi. Jika Anda ingin mengajak saya kencan, Anda bisa mengajak saya berkencan kapan saja." Setelah mengatakan itu, gadis itu kembali mengedipkan mata pada Arsa kenandra dan pergi. Melihat gadis itu pergi, Arsa kenandra tersenyum masam.


"Arsa, kamu benar-benar menarik perhatian semua orang ke mana pun kamu pergi sekarang ini. Pada penyamaran terakhir, identitasmu telah dipublikasikan. Saat itu, banyak mahasiswa dari kampus kita yang hadir. Mereka mengirimkan fotomu ke web kampus untuk diposkan. Sekarang seluruh warga kampus sudah mengetahui identitasmu." kata Adit.


"Aku tahu." Arsa kenandra tiba-tiba mengangguk.


"Arsa kenandra... Apa yang kamu lihat? " tanya Talita.


"Arsa, Talita cemburu." Adit tertawa. Arsa kenandra juga menunjukkan sedikit rasa malu.


"Arsa, identitasmu begitu mempesona. Aku khawatir aku tidak bisa mempertahankanmu. Lagi pula, ada begitu banyak gadis di dunia ini yang lebih baik dan lebih cantik dariku." Talita berkata dengan kepala tertunduk.


"Tapi kamu unik, pernah berkata bodoh seperti itu lagi!" Arsa kenandra tersenyum dan meraih tangan Talita.


Saat melewati perpustakaan kampus, banyak orang berkumpul di luar pintu masuk, dan terlihat sangat ramai.


"Arsa, bisakah kita ke sana terlebih dahulu dan melihat apa yang terjadi?" kata Adit. Arsa kenandra mengangguk, lalu menarik Talita untuk bergabung dengan mereka, ketiganya berjalan menuju kerumunan.


" Ini dia Arsa! " Setelah Arsa kenandra masuk, para mahasiswa melihat Arsa kenandra dan berjalan ke arahnya satu demi satu. Semua orang kini mengetahui identitas Arsa kenandra perlahan mundur, jadi Arsa kenandra terus melangkah maju. Siapa di antara mereka yang berani menghalangi Arsa kenandra? Tapi orang-orang saling berbisik.


"Rita itu wanita yang disukai Arsa. Arsa ada di sini sekarang. Pasti sangat menyenangkan melihat semuanya!" bisik salah satu mahasiswa.


"Ya, terakhir kali Arsa pergi ke pesta topeng itu, tujuannya adalah untuk Rita. Saat itu, ada seorang pria kaya generasi kedua yang ingin mendekati Rita. Dan saat itu juga langsung dibereskan oleh Arsa!" kata sahutnya lagim


"Tapi kali ini generasi kedua yang kaya itu mengendarai mobil sport Bugatti seharga sepuluh milyar. Mobil Ini adalah mobil edisi terbatas di Kota Surabaya."


"Benar saja, bahkan aku tidak melihat mobil semacam ini sama sekali."


" Ditambah lagi, mobil tersebut masih menggunakan plat nomor ibu kota negara. Apakah dia pria dari Jakarta ya?"

__ADS_1


"Sekarang, aku merasa takut dengan apa yang akan terjadi. Pasti sangat menyenangkan melihat persaingan antara keduanya!" Arsa kenandra mengerutkan kening ketika mendengar pembicaraan di sekelilingnya.


"Bugatti? Plat nomor Ibu kota negara? Mereka tidak sedang membicarakan Rafa Winston kan? Saat ini, Arsa kenandra sudah masuk. Arsa kenandra melihat dengan penuh perhatian. Dan benar saja, itu adalah mobil Rafa Winston! Tanah yang di pijaknya saat ini ditutupi dengan bunga mawar merah berwarna cerah membentuk hati yang besar. Rafa Winston berdiri di tengah dengan setelan jas. Ada papan reklame elektronik besar di perpustakaan sekolah. Di baliho itu tertulis "Rita, jadilah kekasih hatiku!" Ternyata, Rafa Winston menyewa baliho itu.


Sedangkan Rita Maharani sedang berdiri di depan Rafa Winston saat ini. Ketika Arsa kenandra melihat ini di dalam kerumunan, dia tidak tahu kenapa tapi dia merasa sangat marah, meski Arsa kenandra mengaku sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Rita Maharani. Tapi, karena Arsa kenandra dan Rita Maharani memang pernah melakukan sesuatu, dan hal itu tak pernah bisa dihapuskan. Melihat orang lain menunjukkan rasa cintanya kepada Rita Maharani, hati Arsa kenandra sedikit risih! Belum lagi orang yang menunjukkan rasa cintanya kepada Rita Maharani adalah Rafa Winston, orang yang dibenci Arsa kenandra.


"Yo, bukankah itu Arsa kenandra? " ucap seorang mahasiswa. Rafa Winston yang tiba-tiba mendengar suara di sekitarnya semakin berisik, dia menoleh dan kebetulan melihat Arsa kenandra. Mendengar hal itu, Rita Maharani pun menoleh ke arah Arsa kenandra. Arsa kenandra menggandeng tangan Talita dan berjalan tepat di depan Rafa Winston dan Rita maharani.


"Siapa gadis ini, Arsa kenandra? " Rita Maharani memandang Talita yang saat i i di gandeng Arsa kenandra.


"Izinkan aku memperkenalkan kepada kamu. Ini pacar saya. Namanya Talita Olivia." Arsa kenandra berkata dengan tenang. Talita tersenyum dan berkata kepada Rita Maharani.


"Halo, Rita. Nama saya Talita Olivia."


"Pacar?" Ketika Rita Maharani mendengar apa yang di katakan oleh Arsa Kenandra ini, wajahnya sedikit berubah. Sentuhan rasa sakit melintas di matanya, tapi dia langsung kembali normal tanpa disadari oleh orang-orang d sekitarnya.


"Selamat, Arsa! Jadi kamu tidak perlu menggangguku lagi." Rita Maharani berkata sambil tersenyum. Meskipun Rita Maharani tersenyum di wajahnya, dia merasakan sakit yang tak terkatakan di hatinya. Rasanya hal terpenting yang pernah menjadi miliknya telah diambil oleh orang lain.


"Rita, terima kasih." Talita tersenyum ramah. Talita mengetahui kalau Arsa kenandra pernah menjalin hubungan dengan Rita Maharani. Seharusnya mereka berdua bersama, sehingga Talita merasa malu pada Rita Maharani. Mendengar kata-kata itu, Rita Maharani hanya menunjukkan senyuman yang sangat tidak wajar. Lalu, Arsa kenandra membuka mulutnya.


"Beraninya kau bicara seperti itu Arsa? Aku sudah memberimu pelajaran kemarin. Menurutmu apa semua itu tidak cukup, iya? " Rafa Winston mengepalkan tangannya dengan marah seolah hendak memukul Arsa kenandra.


"Pengawalku ada di dekat sini. Jika kamu ingin melawanku, pertimbangkan terlebih dahulu. Pasti kamu akan berhadapan dengan nya terlebih dahulu." Arsa kenandra berkata dengan dingin.


"Kamu itu bisanya hanya mengandalkan pengawal yang sangat kuat itu, tanpa perlindungannya, kamu hanya seorang pecundang. Aku bisa dengan mudah menyingkirkanmu.” Kata Rafa Winston dingin.


"Sayang sekali pecundang seperti aku bisa dilindungi oleh seseorang yang lebih baik dari kamu. Apakah kamu marah?" kata Arsa kenandra dengan sebuah senyum.


Setelah terdiam beberapa saat, Arsa kenandra melanjutkan.


"Apakah menurut kamu apa yang terjadi kemarin membuatku takut? Apakah menurut kamu Arsa kenandra adalah seorang pengecut? Jangan khawatir, aku akan memberi tahu kamu. Kalau siapa pun orangnya, kalau dia berani menentang Arsa kenandra. Maka aku tidak akan membiarkan hidupnya tenang. Pikirkan apa yang aku katakan ini." Arsa kenandra menegakkan punggungnya dan menatap Rafa Winston, dia pun sama mengesankannya dengan Rafa Winston. Saat ini, Rita Maharani yang berada di sebelahnya membuka mulutnya.


"Arsa, kenapa aku harus mendengarkanmu! Kamu bisa memilih untuk bersama gadis lain. Aku juga berhak memilih dengan siapapun! "

__ADS_1


"Rafa Winston, Aku menerima ajakanmu!" Kemudian, Rita Maharani menoleh ke Rafa Winston dan berkata. Ketika Rita Maharani melakukan ini, dia jelas-jelas merasa marah kepada Arsa kenandra.


"Rita . Kamu menerima ajakanku? " Rafa Winston merasa senang.


"Aku baru saja berjanji akan makan malam bersamamu malam ini. Sedangkan untuk menjadi pacarmu, aku masih harus memikirkannya." Kata Rita Maharani.


"Bagus! " Rafa Winston tersenyum dan mengangguk pada Rita Maharani. Selama dia menyanggupi untuk makan malam bersamanya, akan ada peluang.


"Rita, apa kamu benar-benar akan makan malam bersamanya? " tanya Arsa kenandra sambil mengerutkan kening. Rita Maharani mengernyitkan dahi,


"Kamu bukan pacar atau siapa-siapaku, kenapa kamu harus peduli padaku?" Mendengar perkataan Arsa kenandra, dia hanya bisa menelan apa yang ada di ujung mulutnya.


"Talita, ayo kita pergi." Arsa kenandra menarik Talita keluar dari kerumunan itu.


Rita Maharani merasa mual saat melihat Arsa kenandra menarik Talita.


"Rafa, ayo kita pergi juga." kata Rita Maharani dengan nada marah. Setelah itu, Rita Maharani masuk ke Bugatti milik Rafa Winston. Dalam Adegan ini, bagaimanapun juga, membuat sensasi panas di antara para penonton. Mereka semua mengira jika Rita Maharani dan Arsa kenandra adalah pasangan, namun kini mereka melihat sebuah kenyataan yang tak seperti yang mereka pikirkan.


Setelah keluar dari keramaian.


"Arsa, siapa Rafa Winston tadi? Sepertinya dia punya dendam padamu? " tanya Talita penasaran. Arsa kenandra mengangguk.


"Iya, dia baru saja menyabotase sebuah proyek milik Kendi grub kemarin, yang menyebabkan kerugian besar bagi Kendi." jawab Arsa dengan jujur.


"Pantas saja kamu sangat marah saat melihatnya tadi." Talita tiba-tiba mengangguk.


"Rafa Winston ini terlalu sombong. Aku harus memberinya pelajaran! " Arsa kenandra berkata dengan kejam. Saat melihat wajah arogan Rafa Winston di hadapannya, Arsa kenandra naik pitam. Tentu saja, ada alasan lain mengapa Arsa kenandra marah. Itu karena Rafa Winston mengejar Rita Maharani. Meski pun tidak terlihat adanya hubungan antara Arsa kenandra dan Rita Maharani. Tapi Rita Maharani adalah yang pertama kalinya menyerahkan sesuatu yang berharga pada Arsa Kenandra. Jadi, jauh di lubuk hati Arsa kenandra, masih ada perasaan terhadap Rita Maharani.


Kemudian, Arsa kenandra mengulurkan tanhan untuk mengambil ponsel dan menelepon Tiger. Dia meminta Tiger untuk menemuinya di hotel. Ada sesuatu yang ingin dia katakan padanya. Karena Arsa biasanya dilindungi oleh Hudoyo. Dia tidak membiarkan Tiger mengikuti nya sepanjang waktu. Jadi pagi ini, Arsa kenandra berencana agar Tiger menjadi kepala instruktur Perusahaan Keamanan Kendi. Tiger akan melatih anggota tim di sana, dan meneleponnya bila dia punya rencana.


Hotel Vuton.


Tempat ini adalah restoran berkelas tinggi di Kota Surabaya. Arsa kenandra datang ke hotel bersama Talita dan Adit. Di depan pintu itu berdiri dua petinggi dari hotel tersebut.

__ADS_1


"Selamat datang." sapa seorang yang mungkin pelayan. Seorang pria dan seorang wanita berjalan ke depan Arsa kenandra. Ketika Arsa Kenandra dan yang lain sampai di pintu, kedua pelayan laki-laki dan perempuan itu buru-buru membungkuk dan berkata dengan antusias untuk menyambut.


Lalu, Arsa kenandra pun berjalan ke arah pintu bersama Talita dan Adit. Namun, 2 orang ekcekutive hotel tadi tiba-tiba menghentikan mereka.


__ADS_2