
Rita tampak pucat dan hanya bisa menatap Arsa.
"Arsa, cepat minta maaf kepada Kelvin supaya kamu tidak menyinggung perasaannya. Meminta maaf bukanlah hal yang buruk." kata Rita sambil memohon. Dia tahu kalau sampai Arsa tidak meminta maaf, masalah ini akan membuat Kelvin kehilangan kendali.
"Minta maaf padanya? Maaf, dia belum memenuhi syarat! Mekipun ayahnya juga ada di sini, tidak akan cukup untuk membuatnya memenuhi syarat! " kata Arsa dengan nada tajam.
Di saat Arsa mengatakan ini, seluruh orang dalam ruangan itu menjadi gempar kembali.
"Astaga, apa yang di katakan orang seperti dia ini. Dia baru saja mengatakan kalau Kelvin tidak memenuhi syarat? ayah Kelvin juga tidak memenuhi syarat?" Semua orang memandang Arsa seolah-olah dia gila. Mereka tahu kalau ayah Kelvin memiliki aset senilai 30 trilyun lebih, bagaimana mungkin Arsa mengatakan kalau tidak memenuhi Syarat. Mereka semua yakin kalau hidup Arsa pasti akan berakhir hari ini juga.
"Kamu mengatakan kalau papaku tidak memenuhi syarat. Kalau kamu adalah anak dari orang terkaya, aku akan mengerti kenapa kamu mengatakan itu. Tapi kamu hanyalah anakk orang miskin yang tinggal di tempat kumuh. Apa yang kamu katakan ini terdengar konyol." kata Kelvin dengan tersenyum marah.
Sedangkan Rita hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya. Dia tidak bisa mengerti sama sekali mengapa Arsa bersikap seperti itu. Karena dia tahu dengan pasti kalau Arsa tinggal di tempat kumuh dan keluarganya juga miskin. Rita tidak tahu alasan apa yang membuat Arsa bersikap seperti itu.
Saat ini, semua orang yang hadir memandang Arsa dan Kelvin sebagai pusat perhatian. Kelvin sudah terlihat sangat marah. Andika semakin senang dan mengharapkan sesuatu terjadi.
"Apa kamu tahu kalau aku adalah pemilik resort pemandian air hangat ini? Sekali berkata, pihak security akan masuk ke sini dan menghajarmu." kata Kelvin dengan nada marah.
__ADS_1
"Kalau kamu mau mencoba silahkan." kata Arsa tanpa ada rasa takut sama sekali. Ada Hudoyo yang akan melindunginya. Dia tahu betapa kuatnya Hudoyo.
Mendengar apa yang di katakan oleh Arsa, mereka semua merasa kalau Arsa semakin konyol. Mereka semakin yakin kalau Arsa pasti akan segera mati di tangan Kelvin. Rita benar-benar merasa cemas. Arsa membuat Kelvin marah. Dan akan percuma baginya untuk memohon pada Tuan Wiguna sekarang.
Melihat Arsa yang begitu tenang, Kelvin benar-benar marah. Dia sudah memberi kesempatan kepada Arsa untuk minta maaf. Tapi, orang miskin itu tidak menghargainya.
"Oke, kita lihat saja apa dia masih bisa bersikap seperti ini setelah satpam masuk." kata Kelvin. Iya segera meraih ponsel di atas meja.
Di saat Kelvin meraih ponsel dan membukanya, iya mendapati 2 pesan yang masuk. Segera saja iya membuka.
'Kelvin, ini aku Revano. Karena kamu tadi bertanya tentang pimpinan baru kendi grub, aku akan memberitahumu. Setelah mempertimbangkan banyak hal, aku putuskan untuk menyampaikan sesuatu. Arsa Kenandra, orang yang baru masuk tadi adalah pimpinan baru Kendi Grup cabang Surabaya. Dia adalah cucu dari tuan Andi Sudiryo. Aku harap kamu bisa memperlakukan dia dengan baik. Berhati-hatilah.'
Di saat Kelvin membaca pesan tersebut. Tiba-tiba saja amarahnya menghilang. Dia tadi sudah merasa sesuatu saat melihat Revano sedikit ketakutan saat melihat Arsa masuk. Dari ekspresi Revano tadi, tidak membuat Kelvin ragu untuk mempercayai informasi tersebut. Iya menatap ke arah Arsa lagi. Tatapannya sudah tidak berapi-api seperti tadi.
"Aku tadi mengatakan kalau ingin mengunjungi cucu dari tuan Andi. Dan sekarang dia ada di depan mataku tapi aku tidak tahu."
"Sekarang aku tahu kenapa Arsa tidak takut sama sekali kepadaku. Karena dia adalah cucu tuan Andi Sudiryo. Aku juga paham kenapa dia berani mengatakan kalau aku dan papa tidak layak menerima permintaan maafnya. Aku sudah menganggap semua yang dia katakan adalah sebuah candaan. Tapi karena Arsa adalah cucu tuan Andi, semua jadi masuk akal. Aku tahu kenapa dia berani menantangku." gumam Kelvin dalam hati sambil memperhatikan ponselnya sebagai alasan. Tidak ada yang memandang orang tua Kelvin sebagai orang rendahan. Tapi di hadapan cucu seorang Andi Sudiryo, papa Kelvin bukanlah siapa-siapa.
__ADS_1
"Tuan Kelvin bagaimana? Kenapa tidak jadi memanggil satpam? " tanya seseorang. Di saat melihat keantusiasan Kelvin memanggil satpam, mereka semua tercengang. Mereka yakin kalau Arsa pasti akan berakhir sampai di sini saja.
"Kelvin, apa yang kamu lakukan? Cepat panggil satpam supaya datang ke sini dan mengusir si miskin ini." Andika yang sejak tadi tertegun langsung saja berkata saat melihat Kelvin hanya terdiam.
"Diam! Apa aku perlu bantuanmu untuk mengajariku melakukan sesuatu?" Teriakan yang tiba-tiba ini membuat Andika tertegun.
"Bukankah seharusnya Kelvin marah sama Arsa? Kenapa malah berteriak padaku? " gumam Andika dalam hati. Iya tidak tahu mengapa. Dan langsung saja iya menundukkan kepalanya dengan cepat, tidak berani berkata lebih banyak lagi.
Melihat hal ini, Arsa tersenyum dan berkata.
"Kelvin, bukannya kamu akan rmmanggil Satpam untuk mengusirku? Kenapa tidak jadi? " kata Arsa dengan nada dingin. Wajah Kelvin berkedut hebat mendengar apa yang di katakan oleh Arsa. Dia berfikir kalau baru saja dia menyinggung cucu tuan Andi Sudiryo. Bahkan dia tadi juga mengatakan akan mengusirnya. Kenyamanannya sebagai generasi kaya saat ini telah menghilang.
"Hmmm... Arsa. Saya hanya bercanda. Bagaimanna mungkin saya meminta satpam untuk mengusir anda." kata Kelvin dengan senyum yang di paksakan. Semua yang hadir di sana tercengang setelah mendengar apa yang baru saja Kelvin lakukan.
"Kok bercanda? Bukannya tadi kamu begitu bersemangat. Kenapa bisa seperti ini? " kata Arsa sambil tersenyum. Di hadapan semua tamu yang hadir, Kelvin baru saja mengatakan kalau dia akan mengusir Arsa. Tapi sekarang, sikapnya tiba-tiba berbalik seratus delapan puluh derajat.
"Mengapa Kelvin malah menghormati Arsa? " gumam Rita dalam hati. Berdasarkan reaksi dan ekspresi Kelvin, Arsa tahu kalau Kelvin sudah mengetahui identitasnya, meskipun dia tidak tahu bagaimana Kelvin bisa mengetahuinya.
__ADS_1
"Ya, ya, ya! Saya minta maaf Arsa." Kelvin mengangguk seperti ayam yang sedang mematuk nasi. Dia segera bangkit dari duduknya dan mengambil segelas anggur, lalu berkata kepada Arsa dengan senyum yang di paksakan karena ketakutan,
"Ar... Arsa... Saya tuan rumah dalam pesta ini. Saya minta maaf karena memberikan penyambutan yang buruk. Saya harap, anda bisa memaafkan saya." kata Kelvin. Setelah itu iya langsung meminum anggur di gelasnya hingga habis tanpa tersisa setetespun.