
Arsa mengendarai Lamborghininya dengan perasaan lega. Setelah keluar dari Sinar Hotel, ia langsung menuju ke rumah sakit, siap menjemput Talita dari sana. Ketika Arsa membayangkan akan bertemu dengan Talita, suasana hatinya menjadi sangat rumit. Iya merasa bersalah karena sudah terjadi sesuatu antara dirinya dengan Rita maharani. Meski itu semua terjadi bukan karena keinginannya, tapi iya sudah berjanji kepada ayah Rita untuk bertanggung jawab. Dan semua sudah terlanjur terjadi. Dan hal itu tidak bisa di kembalikan lagi.
Di dalam bangsal rumah sakit. Dengan cemas, Arsa mendorong pintu kamar tempat Talita di rawat hingga terbuka.
"Talita, aku akan menjemputmu untuk meninggalkan rumah sakit ini." Arsa berjalan menuju tempat tidur Talita dengan senyum di wajahnya.
"Arsa, akhirnya kamu datang juga! Aku hanya mengalami sedikit luka di badanku, tidak seserius yang terlihat. Sebenarnya, aku sudah lama ingin meninggalkan rumah sakit ini." Kata Talita kepada Arsa dengan senyum manis di wajahnya. Meski Arsa dan Talita belum resmi menjadi pasangan, melihat Talita bahagia seperti ini membuat hati Arsa terasa semakin tidak pantas untuknya.
"Oke. Kamu siap-siap dulu. Ayo kita tinggalkan rumah sakit ini. Aku baru saja mengurus semua administrasi di bawah untuk kepulanganmu hari ini." kata Arsa.
"Iya, terima kasih ya." Talita tersenyum dan mengangguk, lalu iya mulai bersiap-siap untuk pulang.
"Ngomong-ngomong Talita. Dua hari di rumah sakit keadaan berjalan lancar kan?" tanya Arsa.
__ADS_1
"Seharusnga, tapi ada seorang dokter muda yang selalu datang untuk menunjukkan keramahannya, dan hal itu yang membuat aku merasa sedikit tidak nyaman." Kata Talita.
"Oh ya? Dia pasti tertarik padamu, kan? Sudah pasti, karena kamu sangat cantik, bukan hal yang aneh jika ada orang yang akan mengganggumu terus menerus karena dia menganggumimu. Dia ingin mencari perhatian darimu," kata Arsa sambil tersenyum.
"Ngga gitu juga Sa. Tapi akhirnya tidak akan ada lagi masalah dengan dokter itu. Aku akan keluar dari rumah sakit, jadi aku tidak akan bertemu dengannya lagi." kata Talita.
Pada saat itu juga, seorang dokter laki-laki yang tampak masih muda masuk.
"Talita, aku membelikanmu sup ayam, jadi kamu bisa memakannya selagi masih panas.” Kata dokter muda itu sambil berjalan mendekat dan meletakkan sup ayam itu di atas meja di samping Talita.
Setelah mendengar kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh Arsa, dokter muda itu menoleh dan menatap Arsa.
"Talita, apakah ini pacar yang kamu ceritakan sebelumnya? Melihat keadaannya yang seperti ini, menurutku dia sama sekali tidak pantas untukmu." kata dokter muda tersebut. Ketika dokter itu melihat penampilan Arsa, tatapannya tiba-tiba menunjukkan penghinaan. Pada saat yang sama, dokter muda itu merasa lebih baik dari Arsa. Dan iya terlihat sangat percaya diri. Dia tampak memiliki rasa superioritas, seolah-olah mengatakan kepada Talita kalau dia berkali-kali lebih baik dari pacarnya.
__ADS_1
"Puffff..." Setelah Talita mendengar kata-kata dokter muda itu, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menutup mulutnya dan tertawa. Talita tahu betul kalau Arsa adalah ketua Kendi Grup, dan dokter laki-laki ini masih mengatakan kalau Arsa tidak pantas untuk dia. Tentu saja, Talita tidak bisa menahan tawa nya.
Arsa pun tersenyum, lalu mengeluarkan kunci Lamborghini miliknya. Sambil memainkan kunci itu di tangannya, dia berkata,
"Oh, dokter muda yang tampan dan baik hati. Aku pikir kamu bahkan mungkin tidak pantas untuk sekedar mengangkat sepatu ku." kata Arsa dengan pelan. Dan di saat dokter muda itu melihat kunci mobil mewah di tangan Arsa, wajahnya berubah drastis.
"Lam... Lamborghini?" kata dokter muda tersebut dengan tergagap. Tentu saja, dokter muda itu mengenali kunci mobil Lamborghini yang saat ini berada di tangan Arsa.
"Bagaimana mungkin? Untuk orang sepertimu... Bagaimana kamu bisa punya mobil Lamborghini yang berkelas tinggi? " Dokter muda itu menunjukkan ekspresi terkejut yang luar biasa.
"Aku tidak perlu membuktikan apa pun kepada kamu. Tapi, kalau kamu tidak mempercayai apa yang kamu lihat, kamu boleh mengikuti aku dan Talita ke tempat parkir." Arsa mengungkapkan betapa dia tidak peduli akan penilaian dokter muda yang bersikap angkuh itu.
"Talita, ayo pergi." Arsa langsung menarik lengan Talita dan berjalan keluar dari kamar rumah sakit.
__ADS_1
"Baiklah, aku ingin melihat sendiri! Apakah kamu benar-benar mengendarai Lamborghini yang kamu pegang kuncinya itu?" Dokter muda itu menggertakkan giginya hingga terdengar suara gerutan. seonggok kunci tidak cukup untuk meyakinkan dokter muda itu. Karena di zaman yang serba canggih ini, sangat mudah untuk mendapatkan kunci KW dengan membeli secara online.
Setelah berbicara, dokter muda itu mengikuti Arsa dan Talita keluar. Setelah Arsa menarik Talita keluar dari rumah sakit, mereka langsung menuju tempat parkir rumah sakit.