
"Makan malam keluarga akan segera dimulai, dan tuan-tuan sudah bisa untuk mengambil tempat duduk anda masing-masing." Kata pengurus rumah tangga. Perjamuan diadakan di ruang tamu, dan Aji secara alami duduk di kursi utama. Orang yang paling dekat dengannya tentu saja paman-paman Arsa, disusul para sesepuh lainnya. Setelah itu, baru para generasi muda Kenandra Grub.
Kursi generasi muda menunjukkan pembagian antara yang diterima dan yang tidak. Arsa, tentu saja dia di suruh untuk duduk kursi di sisi lain, namun Adeena langsung menariknya untuk duduk di sebelahnya. Sifat makan malam ini sangat mewah. Yang pertama disajikan adalah makanan pembuka, lalu hidangan utama. Setelahnya tiga macam anggur.
Setelah makan malam selesai, Lalu, tuan Aji meletakkan peralatan makannya. Suasana di seluruh meja langsung menjadi sunyi karena mereka semua tahu bahwa lelaki tua itu akan berbicara.
"Mari kita bicara tentang perusahaan terlebih dahulu. Arfan telah melakukan semuanya dengan baik tahun ini. Sejak dia menjadi Wakil Manajer Umum, pertumbuhan bisnis Kenandra grup menjadi baik. Saya harus mengatakan, kamu jauh lebih baik daripada ayahmu. Dia mengelola grup selama lebih dari puluhan tahun, tetapi perusahaan tidak berkembang. Dari situasi perusahaan yang saya tinggalkan, kamu telah terlibat dalam grup manajemen selama dua tahun terakhir, dan peningkatannya terlihat dengan jelas." kata tuan Aji.
"Terima kasih, kakek, karena telah memujiku! " Arfan bangkit dengan senyum di wajahnya dan membungkuk.
"Arfan itu anak yang hebat." Meski ucapan itu juga mengkritik ayahnya, lelaki itu tetap tersenyum lebar. Karena Arfan adalah putranya, dia tentu saja senang memiliki putra yang begitu berbakat.
"Ya, dengan adanya Arfan di departement manajemen, kita pasti akan lebih kuat di masa depan!" Para tetua di meja juga membuka mulut mereka untuk memuji anak rmas Kenandra grup di depannya.
"Ngomong-ngomong, Arfan, kamu yang bertanggung jawab atas proyek renovasi kelurahan baru-baru ini, kan? Bagaimana proyeknya? " tanya lelaki tua bernama Aji itu.
__ADS_1
"Kakek, yakinlah, semuanya akan baik-baik saja." jawab Arfan. Aji mengangguk mendengar jawaban Arfan, lalu menatap Adeena.
"Adeena, bagaimana kabar perusahaanmu?" tanya sang kakek pada salah satu cucu kesayangannya.
"Kakek, proyek ini masih dalam pengembangan, tapi tidak akan lama lagi perangkat lunaknya akan dibuat, dan aku yakin ini akan berhasil." Adeena bangkit dan menjawab. Begitu suara Adeena terdengar, Arfan bangkit dari duduknya.
"Adeena, harus aku katakan dengan berat hati, kalau proyek yang kamu bangun itu sama sekali tidak akan berhasil. Sekarang Sh***e dan L***d* telah mengembangkang dengan sempurna pasar belanja onlinenya. Tahun-tahun ini, banyak perusahaan yang mencoba meniru sebagian besar dari cara ini, namun siapa di antara mereka yang berhasil? Kalau kamu teruskan, maka itu akan membuang-buang uang keluarga. Lebih baik kamu kembali saja ke keluarga dan bantu kami menjalankan bisnis ini," kata Arfan dingin. Aji menginvestasikan total 50 milyar untuk bisnis start-up Adeena. Tentu saja, hal itu tidak membuat Arfan senang, karena, lagipula, semua uang itu diambil dari Grup Kenandra. Grup Kenandra sangat kuat sehingga bahkan di tingkat kota. Kejora Grup milik Wasis Adiguna saja tidak bisa menandingi mereka, namun 50 milyar rupuah, jelas merupakan jumlah uang yang besar.
"Arfan, kalau kamu merasa aku belum berhasil, itu adalah kesalahan besar. terlalu dini bagi kamu untuk mengambil kesimpulan." Kata Adeena dingin. Arfan mendengus kesal.
" Jangan berdebat. Duduk." Aji melambaikan tangannya. Arfan dan Adeena mendengar apa yang di katakan kakeknya, dan mereka langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.
"Adeena telah menjadi anak yang terbaik dan terpintar di keluarga Kenandra sejak dia masih kecil, jadi aku bersedia memberinya uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Aku akan melihat kemampuannya nanti." Tuan Aji berkata perlahan.
" Terima kasih telah mempercayaiku kakek." Adeena tersenyum tulus. Tapi Adeena juga merasakan tekanan yang lebih besar lagi. Dia harus bisa berhasil dalam bisnis start-upnya ini dan tidak punya waktu untuk gagal. Kalau gagal, dia takut tidak bisa mengangkat kepalanya lagi di depan seluruh keluarga Kenandra karena malu. Tapi memulai bisnis selalu berisiko.
__ADS_1
"Selanjutnya, saya punya satu lebih penting untuk diumumkan." tuan Aji memulai.
" Aku mengumumkan bahwa Arsa akan kembali ke keluarga kita, mulai hari ini dan seterusnya, dia akan saya akui sebagai cucuku." Katanya. Berita itu tidak terlalu mengejutkan semua orang, karena semua orang kurang lebih sudah menebaknya sebelumnya.
"Arsa, aku akan memberimu kompensasi karena selama bertahun-tahun tidak memperhatikanmu, dan kali ini kamu akan tinggal di Kota Malang. Aku akan mengatur agar paman keduamu dan Arfan menempatkanmu pada posisi supervisor di perusahaan." Tuan Aji melanjutkan.
Kemudian, Tuan Aji memandang Arfan dan berkata, "Arfan, ketika Arsa mengambil alih perusahaan, kamu wajib mengajari dia segalanya, anggap saja ini kamu lakukan untuk kakek, dan kamu sebagai sepupunya." kata tuan Aji.
"Ya, kakek." Arfan bangkit.
"Arfan akan melakukannya dengan baik." Meskipun Arfan tidak mau, tapi lelaki tua itu yang memerintahkannya dengan langsung, jadi, tentu saja dia setuju dan tidak menolak. Dia berpikir bahwa begitu Arsa menetap di perusahaan itu, dia pasti akan memberinya kesulitan di sana.
"Selain itu, Arsa, kakek akan memberimu lima milyar rupiah lagi, jadi kamu bisa membeli mobil atau apapun yang kamu suka." Aji menambahkan sambil mengeluarkan sebuah kartu.
"Tuan Arsa, ini kartunya." Pengurus rumah tangga di sebelahnya buru-buru mengambil kartu itu dan menyerahkannya kepada Arsa dengan kedua tangannya. Pengurus rumah tangga tadi menyerahkan kartu itu kepadanya.
__ADS_1
"Sial, bocah bodoh itu." gumam Rey sangat pelan hampir tidak terdengar. Dua Kakak beradik tadi, si Rey dan Arfan keduanya terlihat sedikit kesal, tapi itu adalah keputusan kakek mereka, dan mereka pastinya tidak akan berani mengatakan hal yang menyinggung secara langsung.