
"Arsa, kudengar dari Adit, kamu dan dia akan menghadiri pesta, pesta apa ya kalau om boleh tahu? " tanya Budi Hartono sambil tersenyum.
"Ya, om Budi. Ada acara pesta kecil-kecilan yang di adakan di kampus." Arsa Kenandra tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Setelah mendengar kata-kata Arsa, Budi Hartono mengeluarkan sebuah tas kulit tua yang sudah sedikit mengelupas kukitnya, mencari-cari dalam waktu yang lumayan lama, dan akhirnya, iya mengeluarkan uang lima ratus ribu, yang mana uang kertas tiga lembar uang seratus ribuan, dan 2 uang lima puluh ribuan, 4 lebar dia puluh ribuan, dan 2 lembar sepuluh ribuan.
"Ini ada lima ratus ribu. Aku serahkan kepada kamu untuk kamu simpan. Karena kamu akan keluar untuk menghadiri pesta, Aku yakin kalau kamu tidak bisa kesana tanpa uang." Kata Budi Hartono sambil memberikan lima ratus ribu ripiah itu kepada Arsa Kenandra segera setelah uang itu berada di genggamannya.
"Om Budi, anda tidak perlu repot-repot! Saya sudah punya uang." Arsa Kenandra segera menolak pemberian itu. Saat masih miskin, Adit dan ayahnya tak pelit untuk memberikan bantuan kepada Arsa Kenandra. Terutama dari segi dana. Dan Adit biasa mengajak Arsa Kenandra jalan-jalan untuk awkedar menghibur diri di akhir pekan, dan ayahnya akan menyisihkan sejumlah uang untuk Arsa Kenandra dan Adit. Saat itu, Arsa Kenandra benar-benar tidak punya uang. Tapi kini, Arsa Kenandra telah menjadi orang terkaya generasi generasi ke tiga, dan dia audah ada banyak uang di kartunya. Bagaimana mungkin Arsa Kenandra tega mengambil uang itu?
__ADS_1
"Arsa, kenapa kamu bersikap sungkan seperti itu pada Pamanmu sendiri? Kamu sudah aku anggap anakku sendiri.Uang ini untuk kalian berdua. Laki-laki yang akan bepergian jauh dari rumah, dan mereka tidak bisa hidup tanpa uang di dalam dompetnya. Ingat apa yang Paman katakan sebelumnya, betapapun miskinnya seorang laki-laki, kamu tidak boleh kehilangan martabat dan harga diri " kata Budi Hartono sambil memasukkan uang itu ke dalam saku Arsa Kenandra.
"Baiklah, Om Budi, saya ambil uangnya." Arsa Kenandra mengangguk dan tidak mengembalikan uang yang saat ini sudah berada di dalam sakunya. Lima ratus ribu ini sama sekali tidak berarti baginya saat ini. Tapi ini bukan hanya lima ratus ribu biasa, tetapi juga berisi sekeping hati seorang Budi Hartono, jadi lima ratus ribu ini sama beratnya dengan satu kilogram emas bagi Arsa Kenandra. Dalam pikiran Budi Hartono, Arsa Kenandra adalah seorang anak yang baik. dengan begitu kebaikannya terbalas oleh Tuhan dengan cara yang lain.
Tapi tidak bagi Arsa Kenandra. Iya akan membalasnya seribu kali, bahkan sepuluh ribu kali lipat kembali ke Budi Hartono. Dan di saat itulah Adit keluar dari sana.
"Arsa, kamu sudah datang to. Adit menghampiri Arsa Kenandra sambil tersenyum. Kemudian, Adit menoleh ke ayahnya dan berkata.
"Silakan... Kalian berdua hati-hati di jalan."kata Budi Hartono krpada anaknya.
__ADS_1
Setelah meninggalkan tempat ternyaman tersebut, keduanya langsung menuju Resort pemandian air hangat. Resort pemandian air hangat ini adalah resort terbaik di kota Surabaya, keluarga Kelvin Wiguna telah membangunnya dengan uang yang sangat besar, ada banyak tempat hiburan, pokoknya beraneka ragam hiburan, bermacam-macam jenisnya, dan HTM nya pun tidak murah. Tentu saja biaya konsumsi disini juga tidak sedikit, jadi setiap anak laki-laki yang mendaftar harus membayar biaya sebesar 3 juta rupiah, untuk biaya secara keseluruhan. Ada total 80 mahasiswa laki-laki dari kedua kampus tersebut, sehingga totalnya berjumlah 160.
Setelah memarkirkan mobil, Arsa dan Adit keluar.
"Resort pemandian air hangat milik keluarga Kelvin, bisnis ini cukup bagus." Arsa Kenandra tidak bisa menahan diri untuk tidak memuji. Arsa Kenandra hanya melihatnya sekilas dan ternyata sudah ada banyak mobil di tempat parkir. Mobil paling murah harganya empat atau lima ratus juta, dan paling banyak lebih dari satu Milyar. Terakhir kali Arsa Kenandra datang, tamunya tidak begitu banyak seperti hari ini.
"Pengunjungnya banyak sekali." Ketika Adit mendengar Arsa Kenandra mengatakan ini, dia berkata dengan rasa ingin tahu,
"Arsa, apakah kamu kenal pemilik Resort pemandian air hangat ini?" Arsa Kenandra tersenyum dan mengangguk. Lalu mereka berjalan menuju ballroom. Di sana sudah ada kader serikat mahasiswa di depan pintu ballroom.
__ADS_1
"Arsa, kamu sudah datang. Silakan masuk. acara kita memadati ballroom hari ini. Semua orang di ballroom adalah peserta pesta topeng ini. Mereka semua adalah orang-orang tampan dan cantik kampus kita dan dari STIE Keuangan dan Ekonomi." Kata kader serikat mahasiswa sambil tersenyum.
"Baik." Arsa Kenandra mengangguk, lalu mengambil 2 topeng yang sudah di sediakan oleh panitia. Arsa Kenandra dan Adit, masing-masing memakainya dan berjalan langsung ke ballroom tempat acara di laksanakan.