Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Siapa Endrow


__ADS_3

"Mungkin saja." jawab Arsa kembali menaikkan kedua bahunya. Arsa tidak ingin Rita tahu kalau sebenarnya dirinya adalah pimpinan baru kendi grub cabang Surabaya sekaligus cucu dari Sang Konglomerat, Andi Sudiryo.


"Kamu benar-benar beruntung hari ini. Beruntung karena Kelvin melakukan kesalahan."kata Rita. Iya bisa mengatakan itu karena saat iya menjemput Arsa ke rumahnya tadi, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa rumah Arsa sudah sangat tua dan tidak layak huni. Iya tidak percaya kalau identitas Arsa bisa mengubah sikap Kelvin dan meredakan amarahnya. Yang ada di pikiran Rita adalah karena Kelvin melakukan kesalahan. Kesalahan yang tiba-tiba mengubah sikapnya terhadap Arsa. 


Setelah beberapa saat terdiam, Rita tiba-tiba mengoceh lagi. 


"Aku benar-benar tidak mengerti kamu. Aku telah memperingatkan kamu tentang Kelvin, tapi kamu masih berani menyinggung perasaannya. Untungnya, dia tidak sedetail yang ku kira, kalau tidak, kamu sudah tamat," kata Rita. Arsa hanya menaikkan sebelah bahunya sebagai respon.


Saat itu pula, Andika tiba-tiba berdiri, matanya langsung tertuju pada Arsa.  "Arsa, Kelvin tidak tahu harus berbuat apa karena dia tidak mau berurusan denganmu. Tapi aku bisa memahami kondisimu secara detail dan dengan jelas, kamu hanyalah anak yang miskin! Jangan khawatir, Kelvin mungkin tidak akan menghukummu, tapi aku yang akan melakukannya. Jadi jaga dirimu baik-baik!" kata Andika yang bernai berkata seperti itu. Karena iya sudah mencari informasi Arsa dari arsip kampus kemarin. Jadi, dia tahu kalau Arsa adalah anak yang miskin. Dan sekali lagi, dia sangat yakin akan hal ini. 


"Oke, aku akan menunggu apapun yang akan kamu lakukan," kata Arsa sambil tersenyum. 


Di saat yang bersamaan, Kelvin masuk ke dalam ruangan. Dia tidak berani menyinggung Arsa lagi. Melainkan bersikap dengan sangat sopan kepadanya. Setelah acara makan-makan itu selesai, Kelvin mengajak semua tamu yang hadir untuk melihat kolam pemandian air hangat.


Begitu sudah berada di dekat kolam, Arsa berfoto dengan pose berpasangan dengan Rita. Mereka semuanya pun bersenang-senang. Hingga akhirnya, acara pesta tersebut hampir usai. Para tamu undangan kembali ke tempatnya masing-masing.


Begitu juga dengan Arsa dan Rita. Gadis itu mengantarkan kembali Arsa ke tempat tinggalnya. Sebuah perkampungan kumuh yang menurut Rita sangat tidak layak untuk di tempati.

__ADS_1


Di depan pintu rumah Arsa, Ferrari merah itu perlahan menepi dan berhenti. Mereka masih berada di dalam mobil.


"Meskipun penampilanmu hari ini sangat buruk, aku tidak akan merindukanmu dengan hadiah 5 juta yang akan aku berikan. Sekarang berikan aku nomor rekeningmu." Kata Rita sambil menatap Arsa. 


"Kamu tidak perlu membayarku, aku tidak kekurangan uang," kata Arsa dengan entengnya. Setelah berbicara, Arsa langsung membuka pintu dan keluar dari mobil, iya langsung berjalan ke arah rumahnya. Dia sama sekali tidak merasakan apa-apa, tetap tenang seperti sedia kala. Melihat Arsa yang langsung pergi, Rita benar-benar sangat terkejut. Menurutnya, Arsa mau membantu dirinya melanjutkan berpura-pura menjadi pacarnya hanyalah demi uang.


"Dan Bukankah semua yang dia lakukan hanya untuk uang? Kenapa dia tidak malah tidak mau menerima uangnya? " gumam Rita. Sedangkan Arsa berjalan dengan sangat cepat. Rita pun bahkan tidak punya kesempatan untuk menghentikan lelaki itu. Rita membuka pintu mobil dan berniat untum menyusul Arsa. Tapi iya kembali mengurungkan niatnya.


"Kenapa aku harus mengejarnya! Dia sendiri yang bilang tidak membutuhkan uang, jadi kenapa aku harus memaksanya untuk menerima? " gumam Rita. Setelah memikirkan hal ini, Rita pun menutup pintu mobilnya kembali. Dia melihat ke belakang dan menatap Arsa yang keluar dari mobil.


Pov Andika.


Setelah kembali dari Resort, Andika mengeluarkan semua emosinya.


"Bajingan itu pergi ke pemandian air panas bersama Rita! Sial! Sial!" Kata Andika hampir meledakkan semua emosinya saat memikirkan hal ini.  Yang membuat dia semakin marah adalah dia yang sudah mencoba melakukan segalanya untuk mendapatkan Rita, tapi nyatanya, dia masih dikalahkan oleh bocah miskin seperti Arsa.


"Wah, kamu sama sekali tidak pantas mendapatkan Rita! Aku pasti akan menghancurkanmu!" Kata Andika dengan kesal, setelah itu, dia mencari ponselnya. Dia sudah memikirkan cara dan saat ini berencana menghubungi ayah Rita untuk memberi tahu tentang hal itu. Dia yakin kalau ayah Rita tidak akan membiarkan putrinya jatuh cinta dengan anak laki-laki yang miskin.

__ADS_1


Pov Arsa.


Keesokan paginya. 


"Bunuh, bunuh, bunuh!" Terdengar suara dari kamar asrama Arsa. Ada teriakan pembunuhan. Ternyata Adit sedang memainkan game onlinenya dengan Arsa. Meskipun Arsa jarang bermain game dulunya, dia masih tahu banyak tentang game yang sangat populer yang bernama Free Fire. Bahkan Arsa sangat pandai bermain.. Pada saat yang sama, seorang pria berjas membuka pintu kamar asrama secara sembunyi-sembunyi dan masuk.


"Apakah Anda Arsa Kenandra? " Pria bersetelan itu langsung mendatangi Arsa. 


"Siapa kamu?" Arsa mengerutkan kening dan menoleh untuk melihat pria berjas itu. Arsa yakin dia tidak mengenal pria berjas itu. 


"Tuan Endrow ingin bertemu dengan anda, silahkan anda ikut saya." Kata pria berjas itu. 


"Endrow? Maaf saya tidak kenal siapa Endrow. Jika dia ingin bertemu denganku, biarkan dia datang kesini sendiri. " Kata Arsa. Setelah itu, dia kembali fokus pada gamenya kembali.


Arsa adalah ketua Kendi grup kota surabaya yang sangat tinggi status sosialnya. Kenapa dia harus menemui orang yang bernama Endrow itu. Yang dengan sombong meminta dirinya untuk menemui. Padahal Arsa sendiri tidak mengenalnya.


"Maaf tuan Arsa. Anda benar-benar bisa berkata dengan bangga saat ini. Tapi kedatangan saya kesini adalah karena anda telah bersama dengan anak wanitanya, atau nona muda. Tuan Endrow ingin melihat kamu. Apakah kamu masih membiarkan tuan Endrow untuk menemuimu? " kata pria berjas tersebut dengan nada dingin.

__ADS_1


__ADS_2