Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Siap berperang


__ADS_3

Meskipun kakeknya berjanji hanya membantu secara halus, tapi menurut Arsa, bantuan dari kakeknya itu sama saja dengan bantuan yang besar.  Dengan semua bekal yang saat ini sudah berada di tangannya, acara pelelangan besok akan sangat mudah. Arsa dapat meyakinkan diri kalau pemenangnya adalah dia, karena semua peralatan tempur sudah berada di tangannya. Persiapannya sudah sangat matang. 


"Nah, karena barang sudah kamu terima, kakek akan kembali ke Singapura terlebih dahulu." Setelah berkata, kakek Arsa berdiri dan dengan penuh kasih sayang, iya memberi tahu cucunya kalau dia akan kembali ke Singapura.


Arsa mengantarkan kakeknya sampai keluar dari rumahnya. Setelah membukakan pintu mobil, Kakek Andi pun masuk. Setelah itu, kakeknya Arsa duduk di dalam mobil, Arsa hanya bisa memandang kepergian mobil mewah itu dengan senyuman.


Di sebuah ruangan gedung Kejora Grub.


"Tuan Wasis, pada pelelangan besok itu, ada total 300 milyar di rekening perusahaan. Menurut harga lelang tahun-tahun sebelumnya, untuk sepetak tanah, uang ini sudah lebih dari cukup." kata Seno. Dalam lelang tanah tahun-tahun sebelumnya, Kejora Grup dan Kendi Grup berhasil memperebutkan separo dari tanah yang di lelang. Itu pun dengan pertarungan dingin antar keduanya. Ada peraturan, kalau pertarungan terlalu sengit, maka kedua belah pihak tidak akan mendapatkan tanah sama sekali. Saat itu pula, Kendi Group cabang Surabaya masih bisa menangani aset karena tanah yang di lelang adalah milik keluarga Indra. Sangat diyakini kalau Indra dan putranya sudah mengatur rencana yang tidak diketahui orang lain dengan Wasis.


"Pelelangan kali ini akan berbeda. Arsa sepertinya tidak semudah mantan General Manager Indra. Apalagi kita sudah melakukan banyak perselisihan dengan Kendi grub akhir-akhir ini. Kendi Group pasti akan melawan kita." jawab Wasis sambil menggeleng.


"Apakah tuan bermaksud akan menyiapkan lebih banyak uang?" Seno pun bertanya. 

__ADS_1


"Benar sekali. Kita harus menyiapkan uang sebesar tiga ratus milyar lagi atau lebih. Aku pikir, dengan total enam ratus milyar sudah cukup. Sudah cukup untuk merebut beberapa tanah yang bagus. "Kata Wasis, karena dia tahu pentingnya medapatkan tanah lelang ini untuk kelancaran bisnisnya ke depan.


"Anak itu sudah membuatku malu terakhir kali. Kali ini, aku akan membuat beberapa masalah dengannya di pelelangan nanti." kata Wasis. Saat dia mengingat kembali kejadian yang memalukan itu di buat oleh Arsa, iya begitu kesal. Dia berpikir kalau video dirinya yang diselingkuhi istrinya itu dikirim ke semua bawahannya. Saat ini hati Wasis di ombang-ambingkan oleh  kemarahan yang tak berkesudahan. 


Saat malam tiba, di vila milik Rita Maharani. 


"Papa, apa yang bisa papa lakukan tanpa aku? " kata Rita yang berjalan menuruni tangga lalu duduk di sofa dengan santai. Sedangkan papanya, tuan Endrow memilih duduk menghadap putrinya dengan wajah cemberut. 


"Rita, anak yang bernama Arsa itu tidak cukup baik untukmu. Aku sudah mencari tahu tentangnya. Dia hanyalah anak yang miskin. Kenapa kamu mau bersamanya? Papa tidak paham apa mau kamu." kata Endrow dengan nada jijik. Sedangkan putrinya tidak bisa menahan tawa ketika mendengar ayahnya menyebutkan nama Arsa. Rita hanya meminta Arsa untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Dia tidak menyangka kalau papanya akan tahu dan menganggapnya serius. Setelah kejadian ini, Rita menjadi berubah pikiran. Dia juga akan berpura-pura kalau hubungannya dengan Arsa serius. Dia punya rencana lain.


"Papa tahu aku sekarang sudah punya pacar, jadi jangan suruh aku mencari laki-laki lain di masa depan." Kata Rita dengan tegas.


"Bicaralah dengan Tuan Kelvin sesering mungkin saat berada di pelelangan nanti. Papa akan menjodohkan kalian berdua!" Kata papa Rita dengan wajah datar. 

__ADS_1


"Aku tidak tertarik pada lelang apa pun, apalagi jika niatnya bersama pria lain. Jika papa berani memaksaku, aku akan melompat dari gedung ini. Biarkan saja aku pergi ke dunia lain agar bisa berbicara dengan mamaku." Rita cemberut dan mengancam papanya.  Dia tahu bahwa dengan menyebut mamanya yang sudah meninggal, Papanya tidak akan memaksanya lagi. 


"Kamu..." Wajah papa Hedy memerah karena marah. Sedangkan Rita tidak bisa menahan diri untuk tidak menutupi bibir merahnya, diam-diam Rita tersenyum penuh kemenangan. 


"Oke pah, itu saja untuk malam ini. Aku sangat ngantuk dan ingin segera tidur. Dan tentang tuan Kelvin. Maaf, aku tidak punga perasaan apa-apa sama dia. Jadi berhentilah untuk menjodohkan aku dengannya lagi." Setelah Rita menyelesaikan kalimatnya, dia langsung naik ke atas. 


"Apa kamu tidak bisa melihat kelebihan tuan Kelvin. Dia itu seribu kali lebih berharga daripada bocah miskin bernama Arsa itu." Tuan Endrow berkata dengan suara lantang di belakang Rita yang semakin menjauh. Tapi Rita tak menggubrisnya lagi.


Waktu telah berlalu dan hari esok telah tiba. Pukul delapan pagi, bertempat di Kendi Group di dalam ruangan General Manager.


"Fendi, apakah kamu siap?" kata Arsa sambil masuk ke ruangan Fendi.


"Tuan Arsa, dalam pelelangan ini pasti akan terjadi pertumpahan darah antara perusahaan kita dengan kejora Grup, jadi saya menyiapkan uang tunai perusahaan sebesar 500 milyar. Saya tidak tahu apakah uang itu akan cukup untuk memenangkannya. Jika tidak cukup, saya akan memanfaatkan waktu dan mencari cara untuk mengumpulkan dana lagi." kata Fendi dengan prihatin. 

__ADS_1


"Cukup, ayo pergi," kata Arsa sambil tersenyum. Kemarin, kakeknya sudah memberi Arsa dukungan berupa uang sebanyak satu trilyun. Jika Fendi menambahkan lima ratus milyar lagi uang tunai, jumlah uang yang di miliki Arsa adalah 1,5 trilyun. Dan itu sudah sangat cukup untuk membuat Kejora grup bungkam.


__ADS_2