
Ketika Fiko Reliso mendengar apa yang dikatakan oleh Arsa Kenandra, dia sangat menantikan dan mengharapnya menjadi sebuah kenyataan. Dia tidak berani memikirkan rencana sebesar itu sebelumnya. Tapi dengan adanya bantuan dari Arsa, dia tahu rencana itu bukanlah isapan jempol belaka lagi.
Arsa menatap Andre lagi dan berkata, "Ngomong-ngomong Andre, kamu berada di bawah komando tangan Fiko kan? Bagaimana kamu sampai di jalan yang seperti ini?" tanya Arsa.
"Arsa, aku... Aduh, sulit untuk mengatakan dan menjelaskan semuanya." jawab Andre.
"Kamu itu saudaraku, tidak peduli apa yang kamu alami sebelumnya, mulai hari ini, semuanya sudah berakhir. Jangan menjadi gangster lagi di masa yang akan datang. Datanglah ke Kendi Grub dan aku akan memberi sebuah pekerjaan untukmu." Arsa menepuk bahu Andre. Andre adalah teman baik Arsa selama tiga tahun di sekolah menengah pertama. Meskipun dia dan Andre sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun, persahabatan itu akan tetap ada. Dan sekarang, setelah Arsa berkembang dengan sangat baik, selama masih dalam dalam lingkup kemampuannya, Arsa bersedia menarik teman-teman baiknya untuk bisa menjadi lebih baik lagi.
"Arsa. Aku hanya berpendidikan rendah, tidak punya kemampuan dan skil, dan juga aku merasa tidak cocok untuk bekerja di perusahaan, dan... aku sebenarnya ingin membalaskan dendam pacarku." Kata Andre dengan kepala tertunduk.
"Membalas dendam pacarmu? Andre, ada apa?" Arsa tampak bingung. Saat itu, Juliana yang berada di sebelahnya buru-buru menyahut.
"Arsa, pacar kakak saya ini bergabung dengan kejora Grub sebagai staf marketing real estat, tapi hasilnya sungguh sangat mengerikan. Wasis Adiguna itu ibarat sebuah momok yang berperangai seperti binatang, karena orang mengira pacar Andre yang tinggal dengan mereka adalah adik iparnya, ada banyak tekanan untuknya, diperlakukan dengan tidak manusiawi, dan akhirnya dia bunuh diri." Setelah Arsa mendengar cerita ini, wajahnya menjadi muram.
__ADS_1
"Wasis memang bajingan. Sungguh, dia bukanlah manusia, tapi laki-laki iblis berbentuk manusia." kata Arsa dengan geram.
"Kamu benar, Sejak saat itu, aku berada di jalan yang menurutku sendiri tidaklah baik. Tapi aku bisa berbuat apalagi?Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku masih berharap suatu hari nanti, aku bisa membunuh Wasis dan membalaskan dendamnya." kata Andre dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah.
"Jadi sebenarnya Arsa, aku tidak ingin bekerja seperti ini. Yang aku inginkan adalah melanjutkan hidup dengan sebaik mungkin. Mencoba melupakan semua yang terjadi. Tapi, ada saat di mana aku teringat akan kekasihku. Niatku sangat bulat untuk bisa membalas Wasis." Andre menatap Arsa.
"Andre, sejujurnya, aku juga punya dendam dengan Wasis. Jadi aku sangat menghargai pilihanmu." kata Arsa. Setelah itu, Arsa menatap Andre dan Fiko.
"Kita harus melakukannya dengan baik. Harus ada yang sah dalam lingkup tim ini. Jadi, pertama-tama buatlah sebuah perusahaan dengan nama keamanan Kendi Grub. Aku adalah general managernya, Fiko dan Andre, sebagai wakil general manager. Tapi yang akan menjadi wakil adalah salah satu dari kalian berdua, oke? " kata Arsa.
"Jangan khawatir kalau untuk masalah dana. Setelah perusahaan didirikan, aku akan mentransfer 100 miliar ke rekening perusahaan keamanan Kendi Grub." Kata Arsa dengan yakin.
"Seratus... Seratus miliar? " Fiko dan Andre saling menatap heran. Bagi mereka, jumlah 100 milyar ini merupakan jumlah yang sangat fantastis. Bahkan Fiko, pendapatannya satu tahun pun tidak sampai segitu. Selain gaji lebih dari 300 orang di bawah pimpinannya, serta uang yang di hasilkannya, dalam 1 bulan pun belum bisa mencapai 1 milyar. Bagi Fiko, ini adalah jumlah yang bisa dia peroleh setelah dia bekerja selama seratus tahun. Dalam hati Fiko, ia semakin bertekad untuk mengikuti Arsa. Dengan penawaran sebagus itu, jadi kenapa masih mengkhawatirkan masa depan.
__ADS_1
Andre juga memiliki tatapan tegas. Dia tahu bahwa dengan adanya bantuan dari Arsa, balas dendam yang diharapkannya selama ini bisa terwujud.
"Ambil uang ini, rekrut pasukan yang menurut kalian mempunyai potensi, perkuat diri, kembangkan kekuatan, dan tempa pasukan kalian dengan baik. Lakukan aneksasi pertama asal dengan jalan yang manusiawi. Dan selesaikan rintangan-rintangan kecil yang menjadi penghalang." kata Arsa. Arsa tahu kalau dia ingin menyingkirkan Wasis Adiguna dengan kekuatannya sendiri, maka dia harus memiliki kekuatan dan tim nya sendiri. Dan seratus miliar dari Arsa, itu benar-benar bukan apa-apa baginya.
"Tuan jangan khawatir, Anda memiliki dana seratus miliar, Anda tidak perlu takut tim keamanan ini tidak bisa tumbuh lebih besar lagi." kata Fiko dengan suara yang terdengar menggebu.
Dengan pengaruh Fiko saat ini, semuanya akan menjadi lebih mudah. Tapi, mengapa sulit untuk Fiko bisa berkembang di masa lalu? Itu karena alasan pertamanya adalah uang.
"Yakinlah, uang seratus miliar itu hanyalah aku berikan di awal. Jangan khawatir untuk dana ke depannya. Tapi, aku punya satu persyaratan. Orang-orang kita tidak boleh menggertak yang lemah, dan kita tidak boleh merusak dunia. Pelanggar akan di beri hukuman, dan yang parah akan langsung di singkirkan. Ingat, aku akan memberikan konsekuensi yang berat kepada para pelanggar." Kata Arsa dengan tegas.
"Dimengerti tuan, saya akan sangat berhati-hati dalam merekrut tim baru. Akan saya pastikan, persyaratan dari tuan muda adalah yang terbaik." jawab Fiko. Mendengar Arsa dan Fiko berkata, Andre langsung menyahut.
"Arsa, kamu tahu karakterku dari dulu seperti apa, dan aku sangat benci tipe orang yang kamu bicarakan tadi. Ayo kita segera wujudkan planning ini, aku akan mengontrolnya dengan ketat!" kata Andre dengan semangat. Arsa merasa lega ketika mendengar jawaban 2 orang di sampingnya itu.
__ADS_1
"Bagus! Dan selamat untuk berdirinya perusahaan keamanan Kendi kita!" Arsa mengangkat gelasnya.
"Cheers! " Andre dan Fiko, keduanya mengangkat gelas mereka. Dengan cara ini, Perusahaan keamanan Kendi grub didirikan. Hal Ini juga diumumkan secara resmi. Arsa pun mulai hari ini menginjakkan kaki di pasukan bawah tanah kota Surabaya. Sebuah organisasi swasta yang iya dirikan untuk memberantas kebiadapan orang-orang berhati iblis.