Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Di anggap penyusup


__ADS_3

Bingung dengan pertanyaan Kelvin yang tiba-tiba, Endrow tidak bisa diam dan langsung bertanya.


"Saya tidak tahu berita terkini lagi tentang Kendi Grup. Lagi pula, aku tidak berada di industri yang sama dengan Kendi Grup. Aku tidak mencari tahu semua informasi tentang perusahaan itu." Dengan ekspresi tidak sadar, Endrow menjawab pertanyaan Kelvin. Rasa bingung terukir di wajahnya, dia berkata dengan jujur.


"Tuan Kelvin, Anda tiba-tiba menyebut pimpinan baru kendi Grup, apakah karena dia memiliki sesuatu yang istimewa?" tanya Endrow lagi.


"Tentu saja, asal usul pimpinan baru kendi grup itu sangat menakutkan," kata Kelvin sambil tersenyum. 


"Begitukah? Apakah dia sangat menakutkan, sehingga tuan Kelvin bisa mengatakan itu? Aku tidak tahu dari mana asalnya." Endrow tampak sedikit penasaran.


"Pimpinan Kendi Group cabang Surabaya yang baru ini adalah cucu kandung dari Tuan Andi sudiryo. Tidakkah menurut Anda asal dan latar belakangnya sangat menakutkan?" Kelvin kembali tersenyum penuh arti. 

__ADS_1


"Apa? Cucu Andi Sudiryo? " Setelah Endrow mendengar kabar itu, ia sangat terkejut. Dia tahu betul bahwa Tuan Andi Sudiryo itu sangat mengagumkan, seperti orang yang tidak ada celanya. Dan secara langsung, cucu Andi Sudiryo adalah salah satu dari tiga generasi kaya teratas di Surabaya. Di mata Endrow, Kelvin sudah termasuk orang kaya, tapi dibandingkan dengan cucu tuan Andi, ada perbedaan mutlak di antara keduanya. 


"Aku ngga pernah nyangka kalau di Surabaya ini ada seorang pria tersembunyi dengan asal muasal yang hebat. Aku benar-benar bodoh," kata Endrow sambil tersenyum garing. 


"Tuan Endrow, cucu dari tuan Andi ini kira-kira seusia dengan putri Anda. Dia seharusnya berada di acara lelang hari ini. Anda mungkin nanti bisa melihatnya." kata Kelvin memberitahu Endrow sambil tersenyum.


"Begitu ya. Saya akan mengingatnya." kata Endrow mengangguk secara tiba-tiba. Dia mengambil keputusan dalam hati, kalau diam-diam akan mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengan cucu Tuan Andi ini. Menurutnya, jika itu adalah cucu Tuan Andi, kekuatan, pengaruh, kekayaan, dan sifat positif lainnya akan  jauh lebih kuat dari Tuan Kelvin. Dan juga kata Kelvin, usianya sepantaran dengan putrinya. Secara sepontan, terlintas dalam benak Endrow untuk memutuskan apakah dia bisa menemukan kesempatan untuk menjodohkan putrinya dan cucu Tuan Andi. Jika misinya berhasil, Endrow berharap akan bisa panjat sosial dan meraih puncak kesuksesan tuan Andi Sudiryo. Maka bisnisnya juga akan bisa berkembang dengan pesat.


Meskipun sekarang Endrow sudah tahu kalau pria misterius itu hadir dalam pelelangan ini dan dia adalah cucu tuan Andi. Tapi Dia belum tahu secara detail bagaimana dan seperti apa orangnya. Kalau saja dia tahu, kalau sebenarnya, orang yang ingin di temuinya itu adalah Arsa, lelaki miskin yang baru ditemuinya kemarin di pinggir danau buatan Universitas Surabaya, pasti dia akan shock.


"Hei, kamu. Berhenti!" baru berjalan beberapa langkah saat akan memasuki ruangan, Arsa mendengar seseorang menghentikan langkahnya. Tiba-tiba iya dikelilingi oleh beberapa pemuda angkuh yang terlihat sangat sombong. Setelah melihat siapa mereka, ternyata diantara banyak pemuda tersebut ada orang yang di kenalnya, yaitu Andika.

__ADS_1


"Dunia ini memang tempat yang sempit. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini." Andika melangkah dengan senyum arogan di wajahnya. 


"Senang bertemu denganmu di sini, dan ini bukanlah suatu kesengajaan." Arsa membalas ucapan Andika dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya. Balasannya akan dianggap meremehkan oleh lelaki yang baru saja menghentikannya itu. 


"Bukannya seharusnya aku yang berkata seperti itu. Aku bertemu denganmu di sini, dan aku tidak menyangka sama sekali. Kamu tahu kan, kalau kamu ingin masuk ke sini, syarat minimalnya adalah keluargamu memiliki aset lebih dari 1Milyar. Menurutmu apa kamu sudah memenuhi syarat untuk masuk ke tempat ini?" Kata Andika mencibir.  Diwarnai dengan sarkasme yang terdengar di setiap kata-katanya, dia menatap Arsa dengan mengejek. 


"Lalu, apa maksudmu? " Arsa menatap Andika dengan senyum mengejek.


"Artinya sangat sederhana, kamu itu tidak memenuhi syarat untuk bisa masuk ke sini. Karena kamu ada di sini, berarti menunjukkan kalau kamu masuk tanpa undangan." kata Andika sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Dia memeriksa profil Arsa di kampus sebelumnya. Ia tahu kalau keluarganya Arsa sangat miskin, dan ia tidak berhak masuk ke sini. Yang paling membuatnya heran adalah, bagaimana musuh bebuyutannya itu bisa muncul di sini. Dalam pandangan Andika, hanya ada satu kemungkinan, Arsa menyelinap masuk tanpa izin.  Beberapa orang yang mendengar apa yang Andika katakan juga ikut mengejek. 


"Beraninya orang kamu mencoba masuk ke sini. Apa kamu tidak tahu akibatnya kalau sampai ketahuan? " Andika bahkan tersenyum mendengar kata-kata orang-orang di sekelilingnya.  

__ADS_1


"Kali ini, akhirnya kamu akan tamat di tanganku. Sejujurnya, hotel ini dibangun oleh pamanku. Sepatah saja kata yang aku katakan, kamu akan di tangkap oleh pihak security. Mereka akan menghajarmu lalu mengusirmu dari tempat ini tanpa hormat." kata Andika yang sudah menggebu-nggebu untuk biaa membalaskan dendamnya ke Arsa. Dan hari ini adalah kesempatan besar baginya.


"Benarkah? Apa yang kamu inginkan?" Arsa meletakkan tangannya dan tersenyum penuh Arti.


__ADS_2