Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Permintaan Maaf


__ADS_3

"Ka... Kamu ingin aku berlutut dan meminta maaf! Seolah-olah tim kita akan menuruti kemauanmu? " kata Adesta sambil mengambil perjanjian yang dia dan Arsa tanda tangani lalu merobeknya. Adesta terlihat begitu kesal dengan kekalahan yang menimpanya.


Di saat Arsa melihat apa yang dilakukan oleh Adesta, dia tidak bisa menahan senyum.


"Adesta, apakah kamu benar-benar berpikir kalau kamu dapat dibebaskan dengan merobek surat perjanjian itu? Buka matamu dan lihat berapa banyak mahasiswa di sini. Mahasiswa dari Universitas Kota Surabaya. Jika kamu tidak berlutut dan meminta maaf, aku akan meyakinkanmu kalau kamu tidak akan pernah bisa keluar dari kampus ini sama sekali." kata Arsa dengan sedikit mengancam.


"Ja...Jangan berani-beraninya kamu melakukan hal itu!" Adesta mencibir dengan sangat berani.


" Ada orang yang saya atur untuk merekam video di keramaian ini. Jika kamu ingin bertindak kasar, Anda akan masuk dalam rekaman video tersebut. Dan paling tidak, aku akan membuat video tersebut difilmkan." Arsa menyilangkan tangannya dan berkata dengan santai.


"Jadi kamu berani mengancamku sekarang? Yah, kurasa pelajaran yang ku berikan padamu belum cukup." kata Adesta lagi. Saat itulah Arsa berbalik.


"Aku bisa dengan mudah menyewa tim Handa, jadi aku juga bisa menyewa preman atau pembunuh untuk menyelesaikan masalah ini dengan kekerasan. Jika kamu membuatku kesal, bahkan jika aku melepaskanmu sekarang, kamu tidak akan bisa melihat cahaya matahari hari ini juga." kata Arsa dengan tegas tapi pelan. Setelah Adesta mendengar kata-kata Arsa, dia menjadi gemetar ketakutan. Dia mengerti apa yang dikatakan Arsa, tapi terlalu tertekan untuk bisa berpikir dengan jernih.


"Aa... Siapa kamu sebenarnya? " tanya Adesta drngan ketakutan.


"Saya Arsa Kenamdra. Cucu kandung dari Andi Sudiryo. Aku adalah CEO Kendi Grub." Arsa tersenyum menjawab pertanyaan Adesta.


"A-Apa? Kamu... Cucu kandung, cucu laki-laki Andi Sudiryo?" ucap Adesta tergagap karena terkejut. Iya langsung duduk. Ketika dia tiba-tiba duduk, dia memandang tim nya dengan ekspresi terguncang di wajahnya. Adesta tahu persis pria seperti apa Andi Sudiryo itu, jadi wajah timnya menjadi pucat saat mendengar identitas asli Arsa. Dengan itu juga, Arsa menunduk dan menatap Adesta, yang saat duduk di tanah.


"Nah, apakah kamu bersedia untuk memenuhi perjanjian yang kita buat kemarin?" Tanya Arsa. Adesta segera memikirkan latar belakang Arsa Meskipun dia tidak mau melakukannya, dia terpaksa membungkuk kepada Arsa.


"A-aku!" Tiba-tiba, Adesta dan timnya langsung berlutut ke arah kerumunan di amna semua mahasiswa Universitas Surabaya berada.

__ADS_1


"Kepada seluruh Mahasiswa universitas Surabaya, saya Adesta Maheswara. Atas nama seluruh tim bola basket SMK Surabaya, dengan ini saya meminta maaf kepada Seluruh warga Universitas Surabaya," kata Adesta sambil menggertakkan giginya karena menahan marah dan malu. Adesta bersikap sangat sombong beberapa hari yang lalu. Dan sekarang dia malu dengan kenyataan, kalau dia harus berlutut di depan semua orang itu dan menyatakan permintaan maafnya.


Begitu permintaan maaf Adesta keluar dari mulutnua, penonton tertawa dan hampir semuanya mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan kejadian ini.


"Sungguh melegakan melihat Adesta meminta maaf!" kata penonton.


"Aku tidak percaya dia akan menjadi anjing yang penurut kepada Arsa!" sahut penonton lain.


"Kami salah memahami Arsa, dan kami juga menyalahkannya karena dia membuat keputusan yang tidak kita ketahui bagaimana niatnya. Tapi, jika bukan karena dia, kami tidak akan pernah menemukan martabat dan harga diri kampus ini kembali." Pada saat itu, orang-orang di kerumunan merasa tidak enak karena mereka salah memahami Arsa, tetapi pada saat yang sama, mereka merasa bangga dan gembira karena bisa menang melawan tim Adesta untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir.


"Baiklah, kamu bisa keluar dari sini sekarang juga." Kata Arsa sambil menyeringai pada Adesta.


" Lebih baik kamu tidak menonjolkan dan menyombongkan diri di masa yang akandatang. Karena kesombonganmu hanya akan membawamu pada bencana di hidupmu." kata Arsa memberi peringatan. Adesta pun hanya bisa mengangguk sambil melihat anggota timnya. Setelah hal itu terjadi, mereka tidak lagi terlihat bersikap arogan.


Setelah Adesta dan tim nya pergi, para mahasiswa memberi Arsa tepuk tangan. Semua orang tahu kalau dialah yang mengundang tim Handal ke universitas mereka, dan mereka berhutang budi padanya. Setelah kejadian tersebut, Tim Handal mengunjungi universitas Surabaya secara langsung. Semua orang tahu kalau Lakers diundang oleh Arsa, sehingga para siswa sangat memujinya. Orang-orang hanya tahu bahwa Arsa adalah orang kaya dan masih sangat muda. Dan sebagian besar mahasiswa di sana tidak mengetahui identitas Arsa yang sebenarnya, sehingga mahasiswa lain hanya menebak-nebak siapa Arsa sebenarnya. Dengan demikian, Arsa telah benar-benar menggerakkan para mahasiswa universitas Surabaya dan menjadi orang terkenal di dalam kampus tersebut.


" Sialan, anak ini praktis menjadi bintang kampus kita sekarang." kata Andika sambil menatap ponselnya dengan jijik. Karena Rita, Andika menganggap Arsa sebagai musuhnya, dan dia tidak suka Arsa dipuji oleh semua orang di kampus. "Andika, apakah dia salah satu anak orang kaya?" Kata pelayan pribadi Andika.


"Itu tidak mungkin. Aku tahu siapa anak orang kaya di kampus ini. Di saat aku melihat copyannya, aku tahu Arsa hanyalah berasal dari keluarga orang miskin! " kata Andika dengan tegas.


"Dia bahkan menerima bantuan keuangan selama dua tahun terkahir." gumam Andika dalam hati.


"Tapi Dik, terakhir kali kita melihatnya. dia mengendarai mobil sport yang sangat mahal. Atau, mungkin saja dia menyewanya, tapi kita tidak tahu persis bagaimana cara dia bisa mengundang Handal kali ini." balas pelayan pribadi Andika.

__ADS_1


"Butuh banyak uang untuk bisa menyewa Handal. Jika keluarganya tidak punya uang, mustahil baginya untuk menyewa Tim Handal sendiri!" kata Pelayan pribadibAndika.


"Aku kira hal itu bisa membodohi kamu, tapi tidak dengan aku saya." kata Andika mencibir.


"Bukankah dia pacar Rita? LMungkin dia mendatangi ke Rita dan memintanya untuk menyewakan Handal." kata Andika mengira-ngira.


"hal Itu juga bisa menjadi kemungkinan." kata Andika sambil menggertakkan giginya. Bocah itu meyakinkan diri untuk membnarkan asumsinya.


"Sekarang dia telah mendapatkan ketenaran dan kekayaan, semua orang di sekolah memuji dia entah dari mana asalnya! Aku tidak akan membiarkan orang-orang di sekolah ini tertipu olehnya." Setelah itu, Andika memutuskan untuk memposting identitas Arsa di situs resmi kampus sebagai berita. Sehingga dia dapat mengeksposnya.


Sementara itu, sebuah postingan muncul di bar pos sekolah.


"Jangan termakan oleh tipuan Arsa. Dia sama sekali tidak kaya! Padahal, dia kebalikannya, orang miskin." Kata utama yang di posting oleh Andika.


"Hadirin sekalian, saya adalah Andika. Dan saya ingin mengungkapkan kepada Anda semua tentang identitas asli Arsa Kenandra. Saya akan memasukkan detail data pribadinya di bawah ini. Itulah informasi di dalam arsip sekolah." postingan Andika lagi. Di bagian bawah paragraf, ada foto Arsa dengan stempel sekolah. Informasinya sangat jelas, dan menceritakan semua tentang keluarga Arsa. Bahkan ada catatan tentang Arsa ketika dia mengajukan bantuan keuangan ke kampus. Di bagian bawah foto tersebut, ada paragraf lain.


"Saya tahu Anda bertanya-tanya apakah keluarganya benar-benar miskin, dia tidak akan punya cara untuk mengendarai mobil sport. Yah, dia hanya pamer karena dia pacar Rita Maharani. Dan dia menghabiskan uang Rita untuk menyewa mobil sport yang mahal itu!


"Dan juga satu lagi, tentang insiden dengan Handal. Alasannya sangat sederhana. Dia meminta Rita untuk membantunya menyewa mereka karena dia miskin. Jika Anda semua tidak percaya, Anda bisa mencari dan menemukan filenya di dalam arsip kampus. Saya hanya berniat untuk mengungkapkan kebenaran. Karena Arsa sudah jelas berpura-pura menjadi orang kaya!" Di situs resmi kampus, ada banyak orang yang membahas tentang latar belakang keluarga spesifik Arsa, tapi ketika postingan Andi keluar, semua orang tercengang. Latar belakang keluarga Arsa jelas tertulis di file yang dikirim Andika. Dan yang lebih mengejutkan semua orang adalah dia juga mengajukan bantuan keuangan ke pihak kampus.


"Apakah Arsa benar-benar tidak seperti yang kita pikirkan? "


"Apakah informasi ini benar? "

__ADS_1


"Jika Arsa adalah orang kaya yang masih muda, sama sekali tidak mungkin baginya untuk mengajukan bantuan keuangan! Tidak ada orang kaya yang akan melakukan hal se memalukan seperti itu!"


" Apakah Arsa benar-benar berpura-pura kaya? Dasar bajingan ! "


__ADS_2