
"Bu Kartini, apakah menurutmu aku yang sedang butuh uang sebanyak ini? Selain itu, uang ini di serahkan oleh Wasis Adiguna sebagai kompensasi untuk Panti Asuhan Kasih Bunda," kata Arsa. Arsa menyerahkan cek itu langsung ke tangan Bu Kartini. Devina melirik ke arah lebih dari 1000 orang keamanan Kendi, lalu bertanya kepada Arsa.
"Tuan Arsa, kalau boleh saya bertanya. Siapa Anda ini?" Dalam kata-kata Devina, mengapa Arsa bisa dengan mudah memanggil ribuan orang seperti itu. Menurut pendapat Devina. Arsa dapat dengan mudah memanggil begitu banyak orang atas kemauannya sendiri dan memaksa Wasis Adiguna untuk pergi, apsti dia bukan orang biasa. Dia bertanya-tanya siapa Arsa itu.
"Saya adalah CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya," kata Arsa sambil tersenyum.
" CEO Kendi Grub cabang Surabaya? " Bu Kartini dan Devina membeku sesaat. Di mata mereka, Kendi grub adalah perusahaan besar. Di mata mereka, betapa kuatnya pimpinan Kendi itu!
" Tuan Arsa, saya baru saja bertemu dengan Anda di rumah sakit beberapa hari yang lalu. Saya tidak pernah menyangka bahwa Anda adalah orang yang sangat hebat." Devina berkata dengan tatapan kosong.
Mari kita bicara tentang panti asuhan. Apa rencanamu ketika panti asuhan itu sudah dirusak oleh mereka? " kata Arsa.
"Bangunan utama sudah hancur. Panti Asuhan Kasih Bunda sudah dibangun selama 20 tahun, jadi fasilitasnya sudah bobrok. Bahkan banyak yang tidak bisa digunakan lagi." jawab bu Kartini.
"Daripada menghabiskan uang untuk membangun kembali gedung utama, ideku adalah, lebih baik membangun panti asuhan baru dan memberi anak-anak kondisi dan lingkungan yang lebih baik. Lima ratus juta ini seharusnya sudah cukup." kata Bu Kartini.
__ADS_1
"Saya setuju." Arsa mengangguk. Arsa Kenandra mendapat kilasan inspirasi.
"Saya punya ide." kata Arsa.
"Tuan Arsa, tolong katakan." Bu Kartini dan Devina menatap Arsa .
"Karena panti asuhan perlu direnovasi, saya, dari Kendi Grub, akan membantu memilih tempat baru dan membangun panti asuhan yang lebih besar dan lebih baik di sana. Semua biaya akan ditanggung oleh perusahaan kami. Bagaimana kalau Kendi Grub membeli tanah panti ini sekarang?" kata Arsa. Ide Arsa di sini sudah jelas merupakan situasi yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Pertama-tama, Panti Asuhan Kasih Bunda bisa mendapatkan panti asuhan yang lebih besar dan lebih baik secara gratis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Kedua, Kendi grub cabang Surabaya bisa mendapatkan tanah panti asuhan yang saat ini dan menggunakannya untuk mengembangkan usaha baru.
" Kami hanya bisa memberi Anda tanah ini Tuan Arsa. Terakhir kali, Anda memberi kami lima ratus juta, dan kali ini Anda membantu kami mendapatkan lima ratus juta lagi dari Wasis Adiguna. Uang ini sudah lebih dari cukup untuk membeli tanah ini." Kata Bu Kartini.
"Tanah satu pekarangan ink adalah satu-satunya pekarangan milik panti asuhan. Saya menyumbangkan 500 juta pertama tadi, dan baru saja 500 juta kompensasi dari Wasis Adiguna ke panti asuhan. Karena saya akan membeli tanah ini, saya yakin saya tidak akan membiarkan panti asuhan menderita kerugian. Sudah beres, begitu saja. Saya akan mengatur panti asuhan yanh baru ketika saya kembali nanti." kata Arsa. Devina juga membungkuk.
" Kalau begitu saya ingin mengucapkan terima kasih banyak tuan Arsa. Renovasi Panti asuhan ini adalah hal yang sangat sulit untuk di lakukan kembali! " Bu Kartini membungkuk kepada Arsa dengan sungguh-sungguh. Akhirnya Arsa pergi dari panti asuhan tersebut dengan perasaan lega.
Di penghujung hari di rumah Aprilia, dia dikurung di kamar sejak dia diikat dan di jemput paksa oleh rekan kerjanya atas perintah sang kakek. Dia ingin keluar, tapi pintu jendelanya memiliki fitur anti - maling, dan pintu kamarnya pun juga dikunci, jadi dia hanya bisa berjalan mengelilingi ruangan dengan perasaab cemas.
__ADS_1
" Saya harap Bu Kartini, Devina dan anak-anak baik-baik saja! " Aprilia mengatupkan tangannya ke wajah dan terlihat gugup dan khawatir. Yang dipedulikan Aprilia sekarang adalah, apakah panti asuhan itu dapat dipertahankan, karena dia tahu bahwa Wasis akan menghancurkan panti asuhan itu. Panti asuhan itu pasti sudah roboh. Dia sekarang hanya berharap Bu Kartini, Devina, dan anak-anak akan selamat dan baik-baik saja.
Di saat yang bersamaan, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Terlihat Kakek Aprilia masuk ke dalam kamar.
"Aprilia, aku punya kabar baik untukmu. Panti Asuhan Kasih Bunda aman." Kakek Aprilia berkata.
"Benarkah?" Aprilia terkejut sekaligus senang mendengar kabar tersebut.
"Tanyakan saja ke teman panti asuhanmu itu bagaimana kabarnya." Kata kakek Aprilia.
"Apakah itu berarti Aprilia bisa keluar sekarang?" Aprilia bersukacita.
"Itu benar." Kakeknya mengangguk.
"Kalau begitu aku pergi! " Aprilia Dewi bergegas keluar. Dia tidak sabar untuk melihat apa yang terjadi di Panti Asuhan Kasih Bunda. Terlebih lagi, dia ingin tahu bagaimana Panti Asuhan Kasih Bunda bisa melarikan diri di hadapan cakar Wasis Adiguna.
__ADS_1