Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pasukan Penyelamat


__ADS_3

"Arsa, Adit, kalian berdua pergilah dari sini, dan aku akan menghentikan mereka! Kalian di sini untuk membantuku, dan aku tidak bisa membuat kalian berdua terluka karena aku!" Teriak Zef.


"Kita di sini untuk menyelamatkan kamu, bukan untuk meminta kamu menyelamatkan kami," jawab Arsa sambil tersenyum.


Sesaat kemudian, banyak mobil melaju ke jalan di mana tempat Arsa dan teman-temannya berada. Kedatangan mobil-mobil ini berderu di seluruh lingkungan planet Cafe. Begitu mendekat, mereka langsung memarkirkan mobil tepat di belakang Lamborghini milik Arsa. Pintu mobil-mobil itu terbuka secara bersamaan. Setelahnya puluhan satpam berseragam dan anak buahnya keluar dari kendaraan dan berlari cepat ke tempat kejadian.


Semua orang yang berada di tempat itu merasa bingung ketika mereka melihat orang-orang berseragam itu semakin dekat ke tempat kejadian. Zico tampak sangat kesal karena tiba-tiba semua orang yang baru satang itu menghentikan aksi tawuran yang akan dia mulai.


"Apa yang terjadi? Siapa kalian?" Zico berteriak dengan nafas memburu. Tak ada yang menjawab, dan Orang-orang berseragam itu semakin dekat lalu berdiri di dekat Arsa dan Adit. Sebuah pemandangan yang indah untuk dilihat ketika kerumunan itu mulai beraksi.


"Tuan muda!" Kepala security memanggil Arsa dengan hormat, lalu mereka semua membungkuk ke Arsa dan menatap para preman. Zico sangat tercengang saat melihat kejadian ini. Mereka tidak menyangka puluhan satpam dan anak buahnya tiba-tiba muncul begitu saja. Arsa melambaikan tangannya, otomatis para security itu semua mengepung dan memojokkan Zico dan anak buahnya.

__ADS_1


"Yes tuan muda." Teriak mereka semua serempak. Tadi, sebelum Arsa dan Adit tiba di tempat itu, Arsa menelepon perusahaan dan meminta kepala Security untuk mengirim beberapa penjaga dan anak buahnya untuk datang ke Planet cafe.


Arsa berjalan masuk ke kerumunan. Dia menatap wajah ketujuh pria yang tadi melawannya berubah menjadi sangat ketakutan. Keberanian yang ada di wajah mereka menghilang seketika. Arsa tahu bahwa Zico dan anak buahnya tidak lagi memiliki kesempatan untuk melawan Arsa dan pengawalnya. Zico akhirnya menyadari, kalau saja Arsa mengucapkan kalimat perintahnya, akan ada orang yang sangat bersedia untuk berdiri, mengikuti, dan bahkan mengorbankan diri untuknya.


Pisau di tangan Zico jatuh ke tanah. Tangannya gemetar hebat. Dia tidak bisa lagi membangkitkan rasa bangga pada dirinya. Sesaat kemudian, Zico berlutut dan menundukkan kepalanya untuk memohon belas kasihan. Beberapa orang yang menjadi anak buahnya yang saat ini berada di belakangnya juga berlutut di tanah satu per satu. Mereka menjatuhkan senjata yang berada di tangannya, menundukkan kepala ketakutan dan gemetar. Mencoba menahan berat tubuh mereka di atas tanah.


"Apa sekarnag kamu mengharapkan aku untuk menyelamatkan hidup mu? Setelah apa yang telah kamu lakukan kepada temanku, kamu pikir aku akan melepaskan kamu begitu saja ?" Arsa melirikkan matanya dengan tatapan dingin.


"Sudah terlambat! Jika kamu ingin selamat, kamu seharusnya mengatakan pada saat aku baru datang tadi," kata Arsa dengan kejam.


"Beri mereka semua pelajaran sekarang juga!" Perintah Arsa. Iya tersenyum puas dan berjalan keluar dari kerumunan.

__ADS_1


Petugas keamanan yang saat ini menjadi pengawal Arsa langsung melambaikan tongkat mereka, mereka bergegas masuk bersama.


Tidak perlu dikatakan lagi, kejadian apa yang terjadi selanjutnya, para preman itu terlihat dipukuli hingga tak berdaya, mereka meratap dan mati-matian memohon agar mereka diampuni. Tapi sudah terlambat.


Semua orang yang hadir di situ menyaksikan keributan itu. Berita pun mulai menyebar hanya dalam beberapa menit dari di mulainya kejadian ini. Mereka semua lega, akhirnya ada yang bisa melawan para pembuat onar dan pengganggu ini.


Sedangkan Zef, dia tidak bisa menahan diri untuk terus menatap adegan demi adegan. Iya merasa gembira di balik rasa sakit yang di rasakannya di awal tadi. Meski memar di tubuhnya terlihat parah, dia bersyukur bisa melihat Arsa dan Adit lagi. Dia tidak bisa berfikir untuk meminta bantuan kepada orang lain selain kepada Arsa dan Adit. Zef tidak pernah berharap kedua teman sekamarnya itu datang. Tapi tenyata sebuah kejadian membuatnya benar-benar terkejut. Kejadian tak terduga di buat oleh Arsa yang terlihat sebagai orang biasa.


"Kamu aman sekarang. Akhirnya kita bisa membantumu," kata Adit kepada Zef saat dia dan Arsa membantu temanya itu untuk berdiri.


"Omong-omong, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa tiba-tiba kamu punya Lamborghini ? Dan tolong jelaskan tentang puluhan security dan semua anak buahnya ini." Zef bertanya dengan bingung.

__ADS_1


"Aku akan memberitahumu nanti. Tapi untuk saat ini, ayo kita makan terlebih dahulu. Kamu membutuhkan asupan untuk mengembalikan tenaga setelah semua yang terjadi. Kita akan melindungimu, jadi jangan khawatir hal seperti ini akan terjadi lagi." Arsa tersenyum sambil menepuk bahu Zefran. Adit pun juga ikut tersenyum lebar.


"Ia, tadi kita sedang makan malam waktu kamu menelponku. Akan ada banyak hal yang tak terduga, jadi aku sarankan kamu makan terlebih dahulu. Hal ini akan menjadi sebuah kenangan tersendiri untuk kita kelak." Kata Adit. Mereka dengan perasaan lega meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke mobil Arsa. Zef merasa bahagia bisa melihat teman sekamarnya kembali.


__ADS_2