Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Mendapatkan Bukti


__ADS_3

"Ya Tuhan, Aprian Arlando ini! Aku tidak menyangka dia punya hobi seperti itu!"Arsa Kenandra membolak-balik folder di komputer, dan yang tersimpan di sana adalah Aprian Arlando berhubungan badan dengan beberapa wanita, dan dia merekamnya lalu menyimpannya di komputer. Arsa Kenandra terus mencari melalui komputer itu, dia mencarinya sekitar sepuluh menit. Tapi yang membuatnya kecewa, dia juga tidak mendapatkan apa pun dari benda di depanya itu.


"Aku akan mencoba membuka lacinya! " Gumam Arsa. Dia begitu bertekad untuk menemukan apa pun yang bisa menjadi bukti kekotoran ayah dan anak itu. Arsa Kenandra melihat ke laci meja. Laci itu terkunci dan membutuhkan kunci. Tapi, Aprian Arlando, si bodoh ini, dia cukup bodoh karena meninggalkan kunci di lubangnya. Mungkin Aprian Arlando tidak berpikir seseorang akan menyelinap ke ruangannya dan mencoba membukanya. Jadi Arsa Kenandra segera membuka laci dan mengobrak-abriknya untuk mencari barang bukti.


"Hmm? " Arsa Kenandra melihat buku besar di bagian bawah laci. Dia mengambilnya dan membuka buku besar dan melihat bahwa yang tercatat di dalamnya semuanya adalah rekening rahasia! Arsa Kenandra memeriksanya, dan ada catatan yang jelas tentang uang yang Aprian Arlando dan ayahnya curi dengan rakus dari setiap proyek. Buku besar tersebut juga memuat data jumlah hadiah yang diberikan oleh beberapa mitra. Arsa Kenandra memeriksanya dan selama setahun terakhir, penggelapan dari semua aspek uang perusahaan setidaknya lebih dari satu trilyun! Maklum, keuntungan bersih cabang Jombang adalah hanya beberapa ratus milyar dalam setahun, dan Aprian Arlando serta ayahnya cukup rakus untuk mencuri lebih dari ratusan milyar dari segala aspek!


"Dasar brengsek! Gaji dan dividen yang dibayarkan perusahaan kepada Aprian Arlando dan ayahnya lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain dengan ukuran yang sama. Saya tidak percaya mereka masih melakukan hal itu!" kata Arsa Kenandra dengan geram. Catatan keuangan ini saja sudah cukup untuk menghukum ayah dan anak itu!


Kemudian, Arsa Kenandra langsung memasukkan buku besar itu ke dalam pakaiannya, membereskan laci, dan menguncinya.


"Aprian Arlando, kamu benar-benar bodoh. Bagaimana bisa kamu meninggalkan kunci di gemboknya." Arsa Kenandra mencibir. Jika Aprian Arlando tidak meninggalkan kunci di gemboknya, Arsa Kenandra tidak akan bisa membuka laci itu sama sekali. Jika Arsa Kenandra tidak bisa membuka laci itu, maka dia tidak bisa mendapatkan buku catatan itu sama sekali, jadi dia malah menyalahkan Aprian Arlando karena terlalu ceroboh.


"Haah!" Dia tersentak kaget saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Arsa Kenandra segera berlari mengambil kain pel dan berpura-pura mengepel lantai.


Saat itu, pintu kantor berderit terbuka. Orang yang menarik perhatian Arsa Kenandra adalah ayah Aprian Arlando, General Manager Kendi Grub cabang Jombanh. Dia adalah kepala Kendi Grub cabang Jombang.


"Apa yang kamu lakukan di sini? " Ketika ayah Arlando, yang bernama Aris Arlando melihat Arsa Kenandra, dia langsung menegur.

__ADS_1


"Tuan Arlando, saya ... Saya adalah staf kebersihan di departemen Cleaning Servis. Saya bertanggung jawab atas kebersihan gedung ini. Saya pikir ruangan ini kotor, jadi saya masuk untuk membersihkannya sebelum Tuan Aprian Arlando kembali." kata Arsa Kenandra. Sejujurnya, jantung Arsa Kenandra berdebar kencang dan dia sedikit gugup. Jika Aris Arlando ini datang beberapa menit yang lalu, maka, usaha Arsa Kenandra dan Resita Damayanti akan sia-sia.


"Ini ruangan manajer keuangan. Kamu tidak diperbolehkan masuk tanpa perintah. Apakah kamu mengerti? Sekarang Keluar! " Tegur Aris Arlando dengan wajah datar.


"Ya, Tuan! " Arsa Kenandra mengangguk, Iya berpura-pura takut, lalu segera keluar dari ruangan tersebut.


Setelah meninggalkan ruangan, Arsa Kenandra menyeka keringat dingin di dahinya. Iya merasa khawatir karena Aris Arlando itu terlihat licik dan tidak sebodoh putranya. Meskipun Arsa Kenandra berhati-hati dalam memulihkan semua tempat yang telah dia buat berantakan tadi, Arsa Kenandra masih khawatir Aris Arlando akan mengetahui bahwa ruangan tersebut telah di acak-acak.


Setelah Arsa Kenandra meninggalkan ruangan, tanpa penundaan sedikit pun, dia pergi jauh-jauh ke lantai satu dan menemui asistennya yang menyamar sebagai satpam di lantai satu.


"Hudoyo, jaga ini baik-baik! " Arsa Kenandra menarik Hudoyo ke sudut luar perusahaan dan memberikan buku catatan itu kepada Hudoyo untuk diamankan. Arsa Kenandra merasa sangat khawatir untuk menyimpannya sendiri dan dia benar-benar lega karena sudah menyerahkan kepada Hudoyo.


"Konyol, hidupmu itu tak ternilai harganya, bahkan jauh lebih berharga daripada hal-hal ini." Arsa Kenandra melirik Hudoyo lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang.


Ketika panggilan itu terhubung, ternyata yang di hubunginya adalah sang kakek, Andi Sudiryo.


"Kakek, buktinya sudah didapatkan. Sebuah buku besar rahasia yang berisi catatan uang kotor ayah dan anak itu, dan sekarang sudah ada di tanganku!" kata Arsa Kenandra.

__ADS_1


"Arsa, ini baru hari kedua, dan kamu sudah mendapatkan buku catatan itu? Kamu... Kamu pasti bercanda," kata Kakek Andi Sudiryo di ujung telepon, Beliau tampak sangat terkejut.


"Beraninya aku bercanda dengan kakek tentang hal sepenting ini?" Arsa Kenandra menyeringai.


"Bagus! Kamu melakukan pekerjaan dengan sangat baik!" Andi Sudiryo di ujung telepon tertawa terbahak-bahak.


"Kakek, apa yang akan aku lakukan selanjutnya? " tanya Arsa Kenandra.


"Jika tugasmu sudah selesai, serahkan sisanya pada kakek. Dan biar kakek yang mengurus sisanya. Besok kakek sendiri yang akan datang ke Jombang untuk membasmi tikus-tikus itu! Tunggu saja kedatanganku!" Kata Andi Sudiryo.


"Baiklah, Kek!” jawab Arsa Kenandra.


Setelah menutup telepon, Arsa Kenandra mengirim pesan ke Resita hanya dengan tiga kata.


"Resita, sudah beres." tulis Arsa Kenandra lalu mengirimkannya pada Resita.


"Oke... Aku mengerti." balas Resita. Baru setelah semua ini Arsa Kenandra menghela nafas lega.

__ADS_1


Misinya akhirnya selesai! Langkah selanjutnya, saatnya membalas semua yang telah membuatnya tersiksa. Terutama ayah dan anak Keluarga Arlando, dan orang-orang di perusahaan yang telah menyinggung Arsa Kenandra! Akhir mereka di perushaaan itu akan segera datang!


__ADS_2