
Setelah semuanya yang terjadi, Arsa melihat ke belakang lalu menatap ke manajer restoran yang bernama Firda.
"Siapkan meja Firda. Semua teman sekelasku akan makan malam di sini. Beritahu orang dapur untuk menyajikan semua hidangan khas restoran." Kata Arsa.
"Wow, ini adalah hari yang sangat beruntung. Terima kasih Arsa." Ucap seorang mahasiswa ketika mendengar instruksi Arsa kepada pelayan untuk menyajikannya semua hidangan khas restoran, mata mereka berbinar dengan senyum lebar di bibir.
Hidangan khas Restaurant Joglo manis sangat terkenal di kampus. Jika bukan karena kemurahan hati Arsa, mereka tidak akan pernah punya kesempatan untuk makan makanan khas Restaurant selama hidup mereka.
"Baiklah bos saya akan segera menyiapkan semuanya." Firda mengangguk, kemudian iya berbalik untuk memberi tahu staf dapur apa yang diinginkan oleh bosnya.
Arsa memilih tempat makan yang ada di ruangan besar di lantai dua. Arsa duduk di samping Talita.
"Arsa, tolong kasih tahu aku apa yang terjadi! Bagaimana kamu bisa menjadi pemilik Restaurant ini? " Tanya Talita saat Arsa duduk di sampingnya dengan rasa penasaran.
"Bukannya aku sudah bilang kalau aku mendapatkan undian berhadian milyaran." kata Arsa dengan senyum datar.
__ADS_1
"Yeaah, aku rasa kamu itu bohong sama aku." Kata Talita sambil menggerutu.
"Katanya menang ribuan juta, tapi ribuan juta itu pun tidak akan bisa membeli Restaurant semewah ini. Aku bukan anak kemarin sore." Kata Talita kembali. Adit yang berada di sebelahnya mau tidak mau berkata.
"Ta, sebenarnya, Arsa adalah CE..." Kalimatnya terhenti ketika Arsa langsung memotongnya. Arsa menyela. Dia benar-benar harus memberitahu semuanya kepada Talita. Tapi tidak di sini. Semua harus di lakukan dalam keadaan formal. Talita pun mengangguk. Karena Arsa tidak mengatakan apa-apa lagi, Talita mengira temannya itu sedang memikirkan hal lain, jadi Talita tidak bertanya lagi.
Di sisi lain, Talita merasa semakin tidak nyaman. Iya merasa kalau Arsa punya rahasia besar.
Saat ini, beberapa siswa perempuan sangat antusias untuk mencari perhatian pada Arsa.
Arsa tidak mengatakan apa-apa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh teman sekelasnya tersebut. Ia hanya mengangkat gelasnya untuk ikut bersulang. Mahasiswa terus berdatangan untuk sekedar bersulang dengan Arsa. Seorang mahasiswa laki-laki yang tadi menindas Arsa sekarang juga bersikap dengan sangat ramah.
Dibandingkan dengan apa yang terjadi di kelas sore itu, kini keadaan jauh lebih baik. Sore itu, semua mahasiswa ada yang menertawakan, mengejek dan memandang rendah Arsa, kini berubah sikapnya menjadi sangat ramah. Dan juga, mahasiswa paling sarkastik di kelas pun berinisiatif untuk bersulang dengan Arsa Kenandra yang dulu di anggapnya rendah dan tidak penting. Mereka terus meminta maaf kepada Arsa dan berharap Arsa pun mau memaafkan mereka.
Sedangkan Helen, dia duduk di sudut restoran. Dia sudah tidak punya muka lagi untuk bersulang dengan orang yang telah di rendahkannya habis-habisan tadi.
__ADS_1
Setelah makan malam bersama, Arsa benar-benar telah menjadi mahasiswa paling populer di kelas itu. Tidak ada yang memikirkan bagaimana perlakuan mereka semua terhadap dirinya sebelumnya. Ini baru permulaan, untuk kedepannya, pasti akan banyak mahasiswa yang berinisiatif untuk menyanjung Arsa dan berharap akan memiliki hubungan dengannya. Alasannya sangat sederhana. Arsa adalah pemilik Restaurant Joglo Manis. Sudah pasti, status sosialnya juga tinggi. Setelah semuanya selesai, Arsa dan Talita pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibu Talita yang sedang di rawat.
Keesokan harinya.
Arsa baru saja bersiap untuk berangkat ke kampus karena hari ini ada kelas pagi. Dan di saat itu pula, ponselnya berdering. Setelah di lihat, ternyata yang menghubunginya adalah Nayra.
"Selamat pagi. Nayra, kenapa kamu meneleponku? Apakah kamu sedang tidak sibuk sekarang? Kamu dan papamu pasti sangat sibuk akhir-akhir ini kan? " kata kata Arsa saat iya sudah menjawab panggilan tersebut. Terakhir bertemu dengan Nayra saat pesta itu, Arsa tidak hanya memperluas kerja sama dengan keluarga Nayra, tetapi juga menginvestasikan uang dalam jumlah banyak untuk membantu perusahaan keluarga gadis yang sudah menolongnya itu berkembang.
"Iya, aku benar-benar sibuk, dan kami semua sangat senang dengan kesibukan ini. Perusahaan papa akhirnya berkembang dengan baik hari ke hari, terima kasih atas bantuannya." Suara Nayra terdengar dari seberang telepon.
"Nah, lalu kenapa kamu menelepon aku hari ini. Apa ada masalah dengan perusahaan?" tanya Arsa.
"Perusahaan baik-baik saja. Tidak terjadi apa-apa, hanya saja..." Naira terlihat sedikit ragu untuk mengatakan nya.
"Nay, kalau kamu menganggapku sebagai temanmu, kasih tahu aku ada masalah apa. Jangan khawatir, aku pasti akan berusaha untuk membantu mu kembali" kata Arsa. Di mata Arsa, Nayra adalah gadis yang sangat baik. Jika gadis itu benar-benar membutuhkan bantuan, Arsa pasti bisa membantu untuk menyelesaikannya.
__ADS_1