
Sebelumnya Toni sudah mengingatkan kepada Endrow untuk bersikap yang baik setelah bertemu dengan Arsa nanti. Tapi apa yang iya lihat benar-benar membuatnya merasa shock. Iya tak menyangka kalau Endrow akan bersikap seperti itu kepada Arsa.
"Tuan Toni." Arsa melambaikan tangannya ke Toni, Mengisyaratkan lelaki tua itu untuk berhenti berbicara. Setelah itu, Arsa menatap Endrow dan tersenyum.
"Tuan Endrow ya. Perkenalkan, saya adalah pimpinan baru kendi Grup. Dan saya juga cucu Andi Sudiryo." kata Arsa dengan perlahan.
"Tapi, tapi..." kata Endrow dengan tergagap, iya menatal Arsa dan masih sedikit bingung.
"Kemarin di tepi danau buatan di dekat kampus, saya sudah memberi tahu Anda. Kalau Anda melihat sekilas, anda tidak akan melihat apapun selain permukaan air danau. Dan apa yang ada di dalam danau Anda tidak tahu ada apa-apanya. Saya sudah menyarankan kepada anda untuk menyelami danau tersebut. Tapi anda hanya berhenti di permukaan dan melihat dari kejauhan saja. Bahkan, Anda memberi tahu saya kalau anda tidak akan mau menghabiskan waktu mengenali lebih jauh lagi." kata Arsa dengan tenang. Setelah Endrow mendengar apa yang di katakan oleh Arsa, dia menghela nafas panjang, dan dia sekarang mengerti. Ternyata Arsa telah menyembunyikan identitasnya. Dia berpikir kalau dengan posisi Arsa yang seperti itu, mudah untuk dirinya membuat informasi pribadi yang palsu.
"Bodohnya saya malah memalingkan muka." kata Endrow dan langsung menunduk. Sebelumnya iya berpikir kalau dia harus menemukan cara untuk menjodohkan putrinya dengan cucu tuan Andi. namun pada kenyataannya, orang yang ingin iya jodohkan dengan putrinya ternyata adalah Arsa Kenandra.
__ADS_1
Kemarin, saat berada di tepi danau buatan di Universitas Surabaya, Endrow membuat drama yang luar biasa. Hal konyol yang pernah iya lakukan adalah iya telah memberi tahu Arsa bahwa dia tidak mengizinkan pemuda miskin sepertinya untuk menjalin hubungan dengan putrinya. Bahka, Endrow juga menyuruh Arsa untuk meninggalkan Rita.
"Tuan Endrow, saya tidak tahu, apakah menurut anda sekarang saya sudah layak untuk putri Anda apa belum? " Arsa menatap tuan Endrow sambil tersenyum.
"Tentu saja tuan, anda sangat layak untuk putri saya." kata Endrow sambil mengangguk berkali-kali. Sekarang dia tahu dengan jelas kalau Arsa adalah cucu dari Andi Sudiryo. Bagaimana mungkin dia akan mengatakan kalau Arsa tidak layak untuk putriny. Malah yang ada dalam benaknya kali ini, putrinya sendiri lah yang tidak layak untuk Arsa.
"Tuan Arsa, saya memiliki masalah dengan otak saya kemarin. Tolong jangan menganggapnya serius. Tentang Anda dan Rita, sekarang saya mendukung hubungan kalian seratus persen!" Kata Endrow sambil tersenyum. Iya berpikir dengan hati-hati saat ini. Ini lah momen yang pas untuk melaksanakan rencananya. Arsa dan putrinya sudah menjadi sepasang kekasih. Dan ini benar-benar sudah sesuai dengan apa yang di harapkannya. Secara otomatis, Arsa adalah calon menantu laki-lakinya, dan Endrow senang memikirkan hal itu. Sebuah kenyataan yang di harapkan akan membuatnya bisa menjadi lebih baik lagi.
"Tuan Endrow, saya akan mengatakan yang sebenarnya tentang masalah antara saya dan Rita. Saya bukan pacarnya. Saya hanya berpura-pura menjadi pacarnya selama beberapa hari untuk membantunya mengatasi masalah pribadi. Mungkin selama ini anda tidak tahu kalau putri anda di kejar-kejar oleh Andika." kata Arsa dengan entengnya.
Pada saat ini, staf pelelangan sudah mengangkat mikrofon untuk memberi tahu semua orang bahwa mereka akan memasuki tempat pelelangan dan pelelangan akan segera dimulai.
__ADS_1
"Ya... Iyaa... " Endrow mengangguk dengan cepat.
"Fendi, ayo kita pergi." Arsa berdiri dan berkata kepada Fendi.
"Tuan Endrow, saya harap Anda tidak memberi tahu Rita siapa saya sebenarnya." kata Arsa sambil tersenyum. Iya langsung mengajak Fendi berjalan bersamanya ke tempat pelelangan. Endrow melihat punggung Arsa yang pergi, dan matanya menyiratkan banyak arti.
Pada saat yang sama, diam-diam Endrow memutuskan. Meskipun Arsa dan putrinya berpura-pura menjadi pasangan, dia harus menemukan cara untuk menjodohkan mereka berdua. Yang terbaik adalah membiarkan mereka berdua melakukan hubungan yang sesungguhnya meskipun itu sulit.
Acara lelang telah tiba, dan bos besar di tempat tersebut mulai berjalan ke tempat pelelangan. Semua generasi kedua yanga ada di sana tidak di izinkan untuk masuk karena mereka tidak memenuhi syarat untuk memasuki tempat utama di adakan lelang. Tempat utama pelelangan berada di lantai tiga. Arsa dan Fendi memasuki ruangan itu bersama-sama, lalu duduk di kursi VIP di baris pertama. Mereka harus duduk sesuai dengan nomor yang diberikan. Arsa sebagai pimpinan Kendi Group, meski tidak menyebutkannya, pihak penyelenggara pelelangan sudah mengatur untuk menempati kursi VIP. Sejujurnya, ini adalah pertama kalinya Arsa mengunjungi tempat seperti itu dalam hidupnya. Tapi iya bisa bersikap tenang dan tenang. Karena banyaknya nominal uang di dalam kartunya, Arsa bisa cukup percaya diri.
Arsa menyapu ruangan tersebut dengan pandangannya. Ruangan lelang hari ini tidaklah besar. Karena tidak bisa menampung lebih dari seratus orang. Dan disaat yang bersamaan pula, Iya melihat Wasis Adiguna dari Kejora grub yang sedang melewatinya.
__ADS_1
"Wah, mari kita tunggu dan lihat acara yang sangat menakjubkan ini." kata Wasis sambil menatap Arsa dengan ekspresi galak.
"Oke, mari kita lihat pelelangan hari ini. Siapa yang masih bisa tertawa nanti di akhir acara." kata Arsa sambil tersenyum. Wasis tidak menjawab apa yang di katakan oleh Arsa lagi.