
Di Restoran Joglo Manis.
Total keseluruhan ada 40 mahasiswa di kelas Arsa. Dan saat mereka masuk benar-benar terjadi keributan yang besar. Karena mereka saling berdesak-desakan menyerbu masuk ke restoran.
Melihat begitu banyak orang yang tiba-tiba masuk, beberapa pelayan pun menyambut mereka dengan ramah.
"Permisi, mohon maaf Apakah kedatangan kalian semua ke restoran Joglo manis adalah untuk makan malam?" tanya seorang pelayan.
"Benar. Ayo teman-teman kita bersiap untuk makan malam." Kata Helen kepada teman-temannya.
"Makan malam kelas? Apakah kamu yakin?" Beberapa pelayan tampak sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Helen.
"Tentu lah, aku yakin!" Harga makanan di Joglo manis sangat tinggi. Paling-paling hanya beberapa generasi muda anak orang kaya yang datang untuk makan malam secara pribadi. Belum pernah ada acara makan malam kelas sebelumnya di Restaurant itu.
Tiba-tiba saja, mereka semua di kejutkan oleh suara yang datang dari luar pintu.
__ADS_1
"Tuan." beberapa pelayan menoleh satu persatu dan melihat Arsa yang memisahkan diri dari kerumunan lalu berjalan masuk dengan langkah yang panjang. Beberapa pelayan terlihat terkejut.
"Bukankah ini tuan Arsa?" Kata beberapa pelayan.
"Selamat sore bos." para pelayan menyapa Arsa dengan serempak. Dan Ketika para mahasiswa melihat kejadian ini, mereka semua tampak bingung.
"Mengapa semua pelayan ini memanggil tuan kepada Arsa? Apakah Arsa pemilik Restaurant joglo manis? Ini tidak mungkin!" gumam Helen.
"Apa? " Gumam seorang teman Arsa.
"Karena tuan Arsa adalah pemilik restoran ini." Beberapa pelayan menjawab serempak. Dan di saat para mahasiswa mendengar kalimat ini, mereka semua menunjukkan ekspresi yang sulit di artikan di wajah mereka. Helen langsung menatap Arsa dengan mata terbelalak. Bahkan Talita menutup mulutnya karena terkejut.
"Tidak! Tidak mungkin! Dia anak orang miskin, bagaimana dia bisa menjadi pemilik Restoran ini?" seru Helen. Suaranya terdengar sangat jelas karena rasa terkejut di hatinya. Dia tidak mau mempercayai kalau Arsa adalah pemilik restoran joglo manis.
Di saat yang bersamaan pula, manager restoran mendekati Arsa dengan membawa sebuah map.
__ADS_1
"Maaf tuan, Ini adalah surat-surat yang telah dikirimkan oleh bos sebelumnya, dan dia meminta saya untuk memberikannya langsung kepada Anda." Firda menyerahkan dokumen itu kepada Arsa dengan tersenyum. Arsa pun menerima dokumen itu. Kemudian, dia berbalik dan menatap Helen.
"Kamu tidak percaya aku bosnya kan? Sekarang buka matamu lebar-lebar dan lihat ini baik-baik." Arsa melemparkan dokumen itu ke Helen. Karena Helen tidak mau percaya, dia buru-buru membaca dokumen tersebut. Tertulis dengan jelas kalau balik nama dari Restoran tersebut ke nama Arsa Kenandra adalah nyata. Setelah Helen membacanya, dokumen di tangannya jatuh ke tanah karena terkejut. Wajahnya sangat pucat, seperti baru saja melihat hantu. Dia tidak percaya kalau ternyata Arsa adalah pemilik restoran Joglo manis. Kenyataan memaksanya untuk mempercayai hal yang baginya terlihat mustahil. Semuanya terasa luar biasa. Para mahasiswa yang berada di sana juga kaget melihat Arsa. Mata mereka tidak lagi berani menatap orang yang di anggapnya miskin itu dengan jijik walau hanya sedikit.
"Helen, sudah kubilang kan, Arsa itu orang beruang." Kata Adit merasa sangat lega. Saat tahu temannya terkejut, iya tidak bisa menahan diri untuk melangkah ke depan dan mengatakan hal tadi.
"Helen, aku tidak tahu apakah menurutmu aku sudah pantas untuk bersama Talita sekarang." Arsa pun juga tersenyum dingin dan berkata. Wajah Helen benar-benar sepucat hantu, dia membisu dan tidak bisa berkata-kata lagi. Arsa menoleh untuk melihat ke arah Aris.
"Dan kamu! Kamu telah mengatakan perkatakan yang sarkastik di kelas tadi." mahasiswa Rambut merah yang bernama Aris itu langsung pucat dan tidak berani menjawab, iya berdiri dengan kepala tertunduk.
Arsa beralih melirik mahasiswa yang lain lagi. Para mahasiswa yang sebelumnya mengejek dan menertawakan Arsa sekarang menundukkan kepala karena takut menatap mata Arsa.
Walaupun pada kenyataanya, restaurant itu di beli Arsa hanya sekitar 2 milyar, sebuah harga yang murah bagi Arsa. Tapi di mata mahasiswa biasa, menjadi pemilik Restaurant joglo manis sudah menjadi status yang sangat kuat, dan dia sudah bisa dianggap sebagai orang yang sukses.
"Kepada semua mahasiswa yang ada di sini, Arsa Kenandra sekarang bukanlah orang miskin lagi. Kalian semua tidak perlu khawatir dengan hidupku. Aku hanya berharap, kalian jangan terlalu mudah menilai masa depan orang lain." Kata Arsa. Dan para mahasiswa itu mengangguk satu per satu, dan pada saat yang sama mereka semua menghela nafas lega.
__ADS_1