Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Di Pandang Rendah Manager toko


__ADS_3

Sebuah pernyataan kasar terdengar datang dari wanita dengan make up tebal tadi. Saat Arsa mendengar ini, rasa dingin di wajah dan matanya sedikit bertambah. 


"Apakah menurut kamu, kita tidak mampu membeli gaun ini? Berapa sih harga gaun ini? " kata Arsa dengan tatapan tajam dan suara dingin. Semua pakaian yang ada di dalam toko ini di pajang dengan sebuah label yang di cetak dengan harga tertulis di atasnya, tapi gaun renda ini di pajang secara terpisah. Arsa tidak melihat label harganya. 


"Apakah kamu benar-benar ingin tahu berapa harga dari gaun ini? Aku yakin saat kamu sudah mendengarnya nanti, kamu pasti tidak jadi membelinya. Harganya adalah 18 juta." kata wanita tersebut dengan bangganya.


"Jadi, menurutmu nyawa dan harga diri kami tidak bernilai 18 juta? " kata Arsa menyanggah apa yang di katakan oleh wanita tadi.


"Aku rasa yang kamu sebutkan tadi tidak ada 18 juta." jawabnya sambil memandang rendah ke arah Arsa dan Talita.


"Apa yang kamu katakan? " Talita menghentakkan kakinya dengan marah. Gadis itu yang biasanya memiliki bersikap dengan sangat baik, saat ini berubah menjadi sangat galak karena mendengar kata-kata dari wanita penjaga toko baju tersebut. Tapi wanita tadi malah mencibir Arsa dan Talita dengan nada menghina.

__ADS_1


"Iya, itu kalian! Bahkan aku tidak habis fikir dan tidak bisa membayangkan, aku berlari ke sini hanya untuk pembeli pakaian seperti kalian. Apa kamu mampu membelanjakan uangmu di sini? Aku benar-benar tidak habis pikir kalian berdua masuk ke tempat seprti ini. Membayangkan saja aku kesulitan." kata wanita tersebut dengan nada datar.


"Kamu..." Wajah manis Talita terlihat memerah ketika dia mendengar apa yang di katakan oleh wanita tadi. Dia merasa kalau kesesama manusia tidaklah boleh saling mengejek. Janganlah bersikap egois kepada orang lain. Tapi wanita tersebut benar-benar memandang rendah ke arah Arsa dan Talita. Jadi, Talita merasa sangat emosi.


"Talita, biarkan aku ikut bicara." tiba-tiba saja Arsa berkata. Pada saat itu juga, Arsa menarik Talita ke belakangnya, dan kemudian, dia menatap tajam ke arah wanita dengan make up tebal penjaga toko baju ini.


"Aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf padanya dan menemaninya memilih baju yang dia inginkan. Lalu aku ingin kau dengan patuh menuruti perintah gadis ini untuk melepas gaun itu untuk dia coba. Baru setelah itu, aku bisa mempertimbangkan untuk bisa memaafkan kamu." kata Arsa dengan tenang. Tapi gadis dengan make up tebal itu malah menertawakan Arsa.


"Hei bocah, aku juga akan memberitahumu, segera bawa pacarmu yang miskin itu keluar dari tempat ini. Kamu tidak pantas datang ke sini untuk membeli apapun. Kalau kamu tidak keluar dari sini, akubisa saja memanggil polisi untuk menyeret kamu keluar dari sini." kata wanita tadi.


"Sepertinya kamu tidak menghargai sama sekali kesempatan yang aku berikan kepadamu. Sekarang akuingin kamu memanggil manajer toko ini untuk keluar!" kata Arsa dengan menatap tajam ke arah wanita tadi.

__ADS_1


"Maaf mengecewakan kamu, tapi akulah adalah manajer toko ini." wanita itu berkata dengan bangga dengan tangan terlipat di deoan dada.


"Bosmu!" kata Arsa singkat. Setelah wanita itu mendengar perintah Arsa, dia malah mengejek Arsa dengan sengit.


"Apakah kamu benar-benar memerintahkan aku untuk memanggil Bos ku? Apakah kamu sedang menunjukkan kepadaku sebuah kekuasaan yang kamu miliki? Apakah kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan apa yang telah kamu katakan? " wanita tersebut mengatakan dengan jijik kepada Arsa.


"Mengapa? ini adalah Kendi Square, dan aku adalah pimpinan Kendi Grub cabang Surabaya. Apakah itu cukup untuk memberitahumu? " Namun setelah mendengar pernyataan Arsa, wanita dengan riasan tebal itu tiba-tiba tertawa.


"Apa? Kamu bilang kamu pimpinan Kendi Grub? " wanita itu sengaja berkata dengan keras agar semua orang mendengar.


"Hei! Datang dan lihatlah semuanya, anak ini berkata kalau dia adalah pimpinan Kendi Grub! "Begitu wanita yang mengaku sebagai manager toko itu mengatakan, semua pramuniaga yang sedang mengobrol bergegas mendekat ke lokasi di mana mereka berada.

__ADS_1


"Lili, siapa yang bilang kalau dia adalah pimpinan Kendi Grub? " Ada empat pramuniaga yang berlari ke arah wanita yang bernama Lili itu, dan semuanya bertanya dengan rasa ingin tahu. Mereka semua menatap ke arah wanita bernama Lili sebagai managar toko, dan secara bergantian juga memandang ke arah Arsa dan Talita.


__ADS_2