
Melihat reaksi acuh tak acuh Rita, Andika segera memberi tahu gadis itu dengan jelas.
"Rita, Arsa selingkuh! Padahal dia sudah memiliki wanita cantik seperti kamu, tapi dia masih berani menduakan kamu. Dia menggunakan uang kamu untuk menyewa mobil sport dan memikat gadis-gadis lain. Kamu harus menemuinya untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat!" Kata Andika tanpa basa basi. Dia merasa marah dengan jawaban yang di berikan oleh Rita. Dia merasa sangat yakin kalau Rita tidak hanya akan putus dengan Arsa, tetapi gadis itu akan membalas dendam atas kelakuan Arsa. Dengan pemikiran seperti ini di benaknya, Andika sangat bersemangat.
Tapi tanpa diduga, Rita melirik Andika lalu berkata dengan ringan,
"Asal kamu tahu, dia punya alasan sendiri untuk mencari wanita lain. Selama dia mau, maka aku tidak peduli berapa banyak wanita yang dia miliki. Kenapa aku harus menemuinya?" tanpa di duga oleh Andika, Rita malah menjawab seperti itu.
"Dan satu lagi, kamu tadi bilang untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat? Apa kamu gila? " kata Rita lagi. Mendengar apa yang dikatakan Rita, Andika langsung tercengang. Dia tidak percaya.
"Rita, apa yang baru saja kamu katakan? Kamu tidak peduli tentang perselingkuhan itu? Apakah kamu yakin kamu tidak sakit atau merasa cemburu? " tanya Andika. Dia membulatkan matanya menatap Rita dengan tidak percaya. Andika tahu kalau Rita memiliki temperamen yang buruk. Dan dengan karakter Rita yang seperti itu, dia tidak bisa mentolerir perselingkuhan pacarnya. Tapi kini Rita malah menunjukkan bukti perselingkuhan pacarnya, ternyata dia tidak keberatan sama sekali. Dan apa yang di katakan oleh Rita, 100% menumbangkan persepsi Andika tentang gadis itu. Dia bahkan mengira kalau dirinya salah dengar.
"Mungkin kamu yang sedang sakit! Aku ini baik-baik saja. Selain itu, masalah ini bukan urusanmu!" kata Rita dengan ketus. Andika mengertakkan giginya karena merasa tak di hargai.
"Tapi... Tapi dia selingkuh di belakangmu. Apakah kamu benar-benar baik-baik saja dengan kelakuannya? Bisakah kamu dengan mudah membiarkannya bermain api begitu saja? " jawab Andika.
"Iya, aku baik-baik saja. Dan juga, aku bisa memaafkannya. Apakah ada masalah dengan keputusanku? Tidak bisakah aku melakukan apa yang ada dalm hatiku?" jawab Rita lagi. Dengan jawaban ini, Andika merasa putus asa.
__ADS_1
"Brengsek! Kamu mengatakan tidak apa-apa? Apakah kamu masih Rita yang dulu aku kenal? " kata Andika mendengar jawaban Rita, dia tidak bisa menahan amarah. Bahkan, laki-laki itu tidak percaya kalau Rita membiarkan dirinya ditipu dan si khianati oleh kekasihnya sendiri. Menurut Andika, ini bukanlah Rita yang dikenalnya. Kemudian Rita dengan acuh tak acuh memberitahunya ,
"Apa yang ingin kamu tanyakan sudah aku jawab. Sekarang, bisakah kamu pergi dari sini? " kata Rita dengan acih tak acuh.
"Kamu tidak bisa begitu saja di bohongi Rita! Aku pikir, aku telah meyakinkan kamu dengan apa yang baru saja aku ceritakan tentang Arsa." kata Andika dengan marah. Setelah berbicara, Andika segera keluar dari kelas itu dengan marah.
Rita hanya menggelengkan kepalanya. Dia tahu kalau Arsa dan dia hanya berpura-pura menjalin hubungan romantis. Oleh karena itu, dia tidak berhak memperdulikan keberadaan Arsa dengan wanita lain. Karena itu, Rita mengambil ponselnya yang ada video Arsa di dalamnya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata pada dirinya sendiri.
"Aku tidak menyangka, anak ini bisa mendapatkan gadis yang begitu cantik." kata Rita. Tapi saat dia melihat video itu, tidak tahu mengapa dia merasakan kehilangan di dalam hatinya. Rasanya, barang berharganya di ambil oleh orang lain.
Melihat Arsa yang mengendarai Lamborghini, Rita juga merasa sangat bingung. Dia tahu kalau keluarga Arsa sangat miskin. Itulah sebabnya, dia juga tahu kalau Arsa tidak mungkin begitu saja mengendarai Lamborghini yang lebih mahal dari Ferrari-nya. Dan saat dia mendengar Andika mengatakan bahwa Arsa baru saja menyewa Lamborghini, dia menyadari bahwa itulah alasan yang paling mungkin mengapa Arsa tiba-tiba memiliki Lamborghini di kampus ini. Rita cemberut dan berkata pada dirinya sendiri,
Sementara itu, di sisi lain, Andika berjalan keluar kelas dengan perasaan frustasi.
"Sialan! Sialan!" kata Andika dengan marah. Dia meninju dinding dengan keras, dengan wajah terlihat pucat. Jadi Andika berkata dengan kejam pada dirinya sendiri,
"Apa yang Rita pikirkan? Apa yang ada di dalam pikirannya sehingga dia memilih untuk di bohongi? Sialan!" Andika awalnya berpikir kalau Rita pasti akan marah ketika dia melihat video Arsa. Dan dengan video tersebut, Andika berpikir kalau dia akan berhasil menyebabkan putusnya Rita dan Arsa. Dia bahkan berharap Rita akan membalas dendam terhadap Arsa. Tapi hasilnya sangat berbeda dari yang dia bayangkan.
__ADS_1
"Andika, aku benar-benar tidak tahu mantra macam apa yang di berikan anak ini ke dalam kepala Rita. Aku juga tidak mengerti bagaimana caranya membuat Rita menerima dengan lapang dada, kalau dia memiliki wanita lain selain Rita.
"Apakah dia berniat memiliki empat selir termasuk Rita pada saat yang sama? " kata teman Andika lagi. Dan saat mendengar itu, Andika lagi-lagi menendang tembok dengan keras. Andika merasa cemburu dan benci terhadap Arsa. Dia juga tidak mengerti bagaimana anak laki-laki miskin seperti Arsa, bisa memiliki gadis tercantik di sekolah. Dan dia juga membuat wanitanya rela di duakan. Padahal, Andika yang lebih segalanya dari Arsa saja tidak bisa mencapai prestasi seperti itu. Dia tidak mengerti, bagaimana mungkin hal seperti itu bisa terjadi pada seseorang seperti Arsa. Hati Andika sangat tidak seimbang. Dia belum menerima apalagi berdamai dengan masalah ini. Sudah sangat Jelas kalau keluarganya sepuluh juta kali lebih baik daripada Arsa.
Di sisi lain, bertempat di Kendi Square. Tempat ini adalah sebuah tempat paling makmur di kota Surabaya. Arsa memarkir Lamborghininya di tempat parkir lantai ground. Di dalam mobil, dia dan Talita sedang bercakap-cakap. Talita tampak sedikit terkejut saat mengetahui di mana mereka berada.
"Arsa, bukankah kamu tadi berjanji untuk menunjukkan yang sebenarnya? Kenapa kita malah ada di sini? Ini kan Kendi Square? " tanya Talita dengan heran. Arsa hanya tersenyum menanggapi ucapan Rita.
"Talita, aku membawamu ke Kendi Square sudah pasti untuk mengajakmu berbelanja. Ini juga bagian dari janjiku untuk mengatakan yang sebenarnya padamu." Arsa berkata sambil tersenyum.
"Tapi, harga barang-barang di kendi Square ini sangat mahal. Kalaupun kita ingin berbelanja, ayo kita belanja ke tempat yang lain saja. Yang sesuai dengan isi donpet kita saja." kata Talita dengan serius.
"Talita, aku baru saja mengendarai mobil yang harganya hampir 8 milyar. Apa menurutmu aku tidak mampu berbelanja di Kendi Square ini? " Arsa tetap menjawab dengan senyum di wajahnya.
"Nah, apa yang kamu katakan memang benar." jawab Talita. Setelah itu, Talita tiba-tiba mengangguk. Lagi pula, Talita masih diliputi rasa pemasaran dan ingin tahu tentang identitas Arsa.
"Talita, Ngomong-ngomong, aku ingin memberimu hadiah." Kemudian Arsa mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya kepada Talita. Talita mengambil kotak itu dari Arsa dengan rasa ingin tahu.
__ADS_1
"Apa ini? " tanya Talita dengan penasaran.
"Buka dan lihatlah." Arsa tersenyum samar saat dia menjawab. Begitu Talita mendengar kata-kata ini, dia langsung membuka kotak itu.