
Arsa keluar dan menemui Rita yang sudah menunggunya. Dia melihat Gadis itu mengenakan sebuah gaun berenda berwarna putih. Auranya benar-benar terlihat keluar.
"Arsa, Aku tidak menyangka kalau lingkungan tempat tinggalmu begitu buruk dan kumuh. Aku sudah berada di Kota Surabaya selama bertahun-tahun lamanya, Aku bahkan nggak tahu kalau di Kota Surabaya masih memiliki tempat yang super kumuh seperti ini. " kata Rita.
"Kamu adalah salah satu wanita kaya. Sudah pasti kamu belum pernah memasuki daerah kumuh seperti inilah. "Jawab Arsa. Rita adalah keturunan keluarga berada sejak kecil, jadi dia terbiasa hidup enak. Dan tidak pernah merasakan hidup sebagai orang miskin.
"Apa kamu selama ini tinggal di sini? Aku nggak yakin kalau rumah yang rusak seperti itu masih bisa ditinggali. " kata Rita sambil melihat ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya.
"Kamu itu wanita yang berada, mana bisa kamu membandingkan hidupmu dengan hidup mereka. " jawab rasa sambil tersenyum.
"Oke oke... Sekarang ayo kita berangkat. Masuklah." Kata Rita sambil membuka pintu mobilnya
"Mobilmu bagus." Arsa melihat ke arah mobil ferrari Rita.
"Jangan bercanda. Mobil ini berharga lebih dari 3 mikyar. Apa terlihat sangat bagus? " kata Rita sambil tersenyum.
__ADS_1
"Standar sih. Di bandingkan dengan mobilku, masih selisih banyak. "Kata Arsa dengan entengnya.
"Mobilmu? Apa mobilmu? " tanya Rita dengan terkejut. Dalam pandangan Rita, Arsa tinggal di tempat yang kumuh, dan rumahnya terlihat sangat bobrok.
"Bagaimana kamu bisa punya mobil? " tanya Rita.
"Ngga, mobilku ada di sana." Arsa menunjuk jauh di luar mobil. Rita mengikuti arah jari-jari Arsa menunjuk. Dan yang ada di tempat Arsa menunjuk Tadi hanya ada sebuah sepeda berwarna kuning. Dan di saat itu pula, Rita tidak bisa menahan tawanya saat melihat sepeda tersebut dan.
"Kamu sedang ngomongin sepeda itu? Menurutku kamu ini sangat lucu." kata Rita sambil tertawa.
"Oke oke... sekarang Masuklah ke dalam mobil. Biar kamu merasakan sensasi mengendarai mobil sport hari ini." Kata Rita menyelesaikan kalimatnya dan langsung duduk di dalam mobil. Arsa pun berjalan menuju ke kursi kemudi. Setelah membuka mobil Iya masuk lalu duduk. Deru mesin mobil Ferrari tersebut menyala dan perlahan meninggalkan tempat tersebut.
Saat ini, Arsa dan Rita sudah sampai di sebuah tempat. Sebuah tempat pemandian air hangat di kaki gunung yang menjulang tinggi. Dan pemandian air hangat ini terletak di kaki gunung. Awalnya ada sumber air panas alami di sana. Lalu dikontrak oleh seorang bos dan dibangun dengan biaya yang tidak sedikit demi menjadikannya sebuah resort terbaik di kota Surabaya.
__ADS_1
Rita memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Di tempat parkir tersebut, juga ada BMW, Maserati, dan Porsche yang terparkir. Banyak mobil mewah seperti Mercedes-Benz yang cukup menunjukkan bahwa banyak orang kaya yang datang hari ini. Arsa melihat sekeliling dan menemukan bahwa tidak satu pun dari mobil-mobil ini semahal Lamborghini miliknya.
"Kenapa BMW itu begitu familiar?” Mata Arsa tertuju pada mobil BMW di sebelahnya. Dia langsung menepuk kepalanya dan teringat akan sesuatu.
"Yah, waktu itu aku membantu Nayra untuk berpura-pura menjadi pasangannya, saat di lantai ground tempat parkir mobil itu hampir saja menabrakku. Kemungkinan besar ini adalah mobil Revano." kata Arsa dalam hati.
"Aku yakin pemilik dari mobil tersebut pasti Revano." kata Arsa dalam hati. Tapi sesaat kemudian iya menggeleng kembali tak mau memikirkan hal tersebut.
"Oh iya, kemarin kamu sudah melakukan yang terbaik. Kalau kamu kali ini melakukan yang terbaik lagi, aku akan menambahkan uang 5 juta yang aku janjikan ke kamu tadi. Aku akan memberikan uang yang bisa kamu gunakan untuk membeli rumah yang lebih layak dari rumahmu. Bisa ngga kamu bersikap baik nanti saat di dalam." kata Rita. Arsa pun menyeringai.
"Oke, sekarang keluarlah dari mobil. Arsa menarik pintu mobil. Di luar Mobil sudah ada Andika yang menunggu Rita.
"Rita, akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggumu lama." kata Andika dengan tersenyum hangat.
"Aku tadi harus menjemput pacarku terlebih dahulu, makanya aku sedikit terlambat." jawab Rita. Tiba-tiba saja senyuman di wajah Andika menghilang dalam seketika. Iya langsung menatap ke arah Arsa. Tatapan yang menandakan sebuah permusuhan.
__ADS_1
"Kenapa harus dia lagi." kata Andika sambil menatap tajam ke arah Arsa.