
"Hei." panggil seseorang. Pada saat ini, si pembunuh tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia menoleh dan langsung melihat 2 orang pria juga mengenakan jas dan kacamata hitam. Dia berdiri di belakang si pembunuh dan mengarahkan pistol teredam ke kepalanya.
"Halo, kamu pergilah saja ke neraka." Pria berkacamata hitam yang mengenakan jas itu menembak dengan sangat rapi. Tanpa suara, dan dengan langsung sebelum si pembunuh menyadarinya. Pembunuh sewaan Wasis Adiguna jatuh ke tanah. Ada lubang bekas tembakan dan darah mengalir di kepalanya. Darahnya mengalir keluar dalam sekejap dan dia langsung kehilangan nafas saat itu juga. Pembunuh itu mungkin tidak tahu bagaimana dan dan yang terjadi dengan kematiannya. Pria berkacamata hitam berjas itu menarik pistolnya lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseoranng.
Ketika telepon tersambung.
"Halo, Tuan Andi. Masalah sudah ditangani. Tuan muda selamat dan baik-baik saja." Pria berkacamata hitam itu berkata ke telepon. Di balik semua itu itu, Sudiryo Family ada di ujung telepon.
"Bagus sekali." Andi Sudiryo mengangguk dan menutup telepon.
__ADS_1
"Tuanku, tuan muda telah berjalan-jalan di dunia bisnis yang sesungguhnya kali ini." Kata sekretaris tuan Andi di sebelahnya.
"Bagaimanapun juga, dia masih terlalu muda dan belum cukup pengalaman dalam menghadapi banyak hal brutal seperti ini. Pada saat hal seperti itu terjadi lagi, aku secara pribadi akan mengatur tim keselamatan untuknya," kata Andi Sudiryo. Memang benar Arsa Kenandra masih terlalu muda dan belum mengerti tentang dunia bisnis. Namun, Andi Sudiryo telah mengalami banyak hal dan iya selalu berfikir cerdik. Dia bersembunyi di belakang Arsa Kenandra, pada saat yang kritis dan cucunya membutuhkan bantuan. Sudah waktunya dia berperan. Sekretaris bertanya ,
"Apakah tuan Andi akan memberitahu tuan muda tentang hal ini? " tanya Sekertaris tuan Andi.
"Dia pasti sedang memikirkan banyak hal belakangan ini. Jadi dia tidak akan ku beritahu terlebih dahulu untuk saat ini. Tapi, kita ceritakan padanya nanti kalau keadaan sudah tenang."kata Andi Sudiryo.
"Rafa Winston adalah seorang lelaki yang jenius, sekaligus iya adalah anak yang paling di banggakan dari generasi muda Keluarga Winston. Baik cucu saya yang sudah bertemu dengannya atau tidak, baru-baru ini semuanya berjalan lancar tanpa terjadi suatu hal yang tak dkm inginkan. Akan lebih baik juga kalau kita membiarkan Rafa Winston menyelesaikan masalahnya sendiri. Kemunduran Rafa mungkin adalah sebuah pesan untukknya, kalau apa yang iya inginkan belum tentu bisa iya dapatkan. Biar iya nerasakan bagaimana rasanya hidup dalam masyarakat. Begitu pula dengan Arsa, ketrampilan yang tidak di milikinya, ketika iya bisa menjadikan motivasi, hal itu bisa membuat dia lebih berkembang." Andi Sudiryo berkata perlahan.
__ADS_1
"Apa yang di katakan Tuan Andi ada benarnya." sahut sekertaris tuan Andi.
Lantai atas Gedung Kendi di ruangan General Manager. Arsa Kenandra tidak mengetahui apa yang terjadi padanya saat ini. Hampir saja orang suruhan Wasis Adiguna menjadi seperti menjadi hantu pembunuh yang tak kasat mata. Saat ini, Arsa Kenandra masih memikirkan Rafa Winston. Fendi bergegas masuk ke ruangannya.
"Apakah kamu sudah mencari data informasi tentang Rafa Winston Fen?" Arsa Kenandra buru-buru bangkit dan bertanya.
"Tuan Arsa, data informasi sudah keluar. Menurut informasi, Rafa Winston adalah putra tertua Keluarga Winston. Ia bergabung dengan tentara pada usia 18 tahun dan pernah meraih prestasi kelas tiga. Ia juga memenangkan kejuaraan besar kompetisi di wilayah militer dua kali. Pada usia 21 tahun, ia berhasil lolos seleksi dan bergabung dengan tim Khusus paling kuat dan misterius di Indonesia. Kini ia menjadi anggota tim Khusus dengan gelar Letnan Kolonel." Ini laporan dari Fendi.
"Dia orang hebat." kata Arsa Kenandra dengan memicingkan matanya. Arsa Kenandra mengakui kalau Rafa Winston sungguh luar biasa. Dengan begitu banyak penghargaan, dia sepertinya tak bisa menandinginya. Lagipula, dia bukan siapa-siapa tanpa kakeknya, Andi Sudiryo. Hal Ini terlihat jelas di Hati Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Ya, Tuan Arsa. Rafa Winston adalah generasi muda Keluarga Winston yang paling pdi banggakan. Dia adalah putra sulung, jadi dialah yang akan memimpin Keluarga Winston di masa depan." kata Fendi.
"Bagaimana asal usul Keluarga Winston ini? Apakah keluarganya benar-benar bagus? " Arsa Kenandra bertanya.