
"Itu, tempat pembuangan sampah ada di sana," kata Arsa dengan pelan.
"Tempat pembuangan sampah? Mengapa kita datang ke tempat pembuangan sampah?" tanya Rena dengan bingung.
"Karena sampah memang harus dibuang ke tempat yang tepat!" Kata Arsa sambil tersenyum. Setelah tercengang selama beberapa detik, gadis itu tiba-tiba menyadari apa yang dimaksud Arsa. Baginya, wanita di sebelahnya itu adalah sampah. Jadi Arsa akan meninggalkannya di sini!
"Apakah kamu bercanda? " kata Rena dengan ekspresi berbeda. Arsa tak mrnjawab sama sekali.
"Kamu! Bagaimana kamu bisa melakukan ini. Bajingan kamu." kata Gadis itu dengan nada geram.
"Apa Kamu berpikir kalau aku benar-benar menyukai gadis seperti kamu? Bahkan kamu itu tidak pantas untuk hidup bersama orang lain." Kata Arsa mencibir gadis di sebelahnya. Gadis itu langsung saja menghentakkan kakinya karena marah.
"Kalau saja kamu tidak masuk ke dalam mobilku, kamu tidak akan tertipu seperti ini. Selamat menikmati perjalanan pulang. " kata Arsa dengan entengnya.
"Kalau kamu ingin menjaga harga dirimu, keluarlah sendiri dari mobilku. Karena kalau tidak, aku akan menyeretmu keluar." Kata Arsa setelah ia mengucapkan kalimat yang pertama tadi. Rena tahu kalau Arsa berniat untuk meninggalkannya di tempat tersebut. Jadi dia harus membuka pintu dan keluar dari mobil itu sendiri sebelum Arsa menyeretnya.
Setelah Gadis itu keluar dari mobil Arsa, Arsa menurunkan kaca jendelanya kembali.
"Ambil pelajaran dari apa yang telah aku lakukan kepadamu hari ini. Kalau kamu bisa belajar dari hal ini maka kamu akan menjadi lebih baik lagi tapi kalau kamu tidak bisa, melupakan yang terjadi hari ini ada." kata Arsa.
"Bajingan." Umpat Rena kepada Arsa. Tapi harusnya tidak peduli sama sekali. Ia pun menginjak gas lalu pergi dari tempat tersebut. Rena melihat mobil Lamborghini Arsa yang perlahan pergi dan hanya menyisakan jejak debunya saja. Dia terduduk di atas tanah.
Rena baru menyadari apa yang dimaksud dengan pasang surutnya kehidupan. Karena Roda tidak terlalu di atas. Iya baru saja berpikir kalau tetap ia bisa masuk dan naik ke mobil Lamborghini orang yang kaya ada, ia akan menikmati kehidupan yang lebih baik dari kehidupan yang ia jalani saat ini. Akibat dari kerakusannya tersebut, dia benar-benar dicampakkan bahkan di tempat pembuangan sampah seperti itu. Dan khayalannya selama di dalam mobil tadi hilang dan membuatnya kecewa. Di sisi lain, dia juga kehilangan kekasihnya.
__ADS_1
Setelah memberi pelajaran kepada Rena dengan menyuruhnya keluar dan turun di tempat pembuangan sampah, Arsa berniat untuk kembali ke kampusnya. Telepon dari Fendi, General Manager di perusahaannya. Dalam panggilannya tersebut, Fendi mengatakan kalau telah terjadi sesuatu. Jadi Arsa memutuskan untuk pergi ke perusahaannya saja.
Gedung Kendi Grub.
Di dalam ruangan general manager.
"Apa yang bisa aku lakukan Fen? " katanya Arsa saat ia baru saja datang dan masuk ke ruangan tersebut.
"Ini tentang Kejora grup lagi tuan. Mereka diam-diam mengirim orang ke lokasi pembangunan kita untuk membuat masalah kembali. "Kata Fendi.
"Apa?" Wajah Arsa menggelap karena emosi. dalam perjalanan menuju ke perusahaannya tadi, sebenarnya Arsa sudah berpikir kalau semua ini ada hubungannya dengan Kejora grup. Iya menduga kalau Kejora group membuat masalah kembali dengan perusahaannya. Tapi ia menepis pemikiran buruk tersebut.
"Lalu Bagaimana keadaan di lokasi pembangunan saat ini? Apa telah jatuh korban lagi? " tanya Arsa dengan tergesa-gesa. Dia ingin segera mengetahui apa yang terjadi. Iya sangat tahu, kalau misalnya Sesuatu terjadi seperti dulu lagi, maka akan ada masalah besar yang menimpa perusahaan.
"Kita berhasil menangkap mereka? " Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Fendi, Arsa menghembuskan nafas lega.
"Berani-beraninya Wasis mengirim orang untuk membuat masalah? Aku rasa dia tidak menganggap serius peringatanku dan Sepertinya juga dia menganggap aku bukan siapa-siapa. " kata Arsa sambil menggebrak meja karena marah. Setelah beberapa hari Wasis Adiguna mengirim orang-orangnya untuk membunuh dirinya. Dan kini dia sudah berani membuat masalah kembali. Bagaimana mungkin Arsa tidak marah dengan semua kejadian yang terus-terusan terjadi ini.
"Kalau kita tidak menghancurkan Kejora grub, maka kita yang akan hancur! " kata Arsa dengan sinis.
"Tuan muda, anda harus tenang terlebih dahulu. Menghancurkan Kejora Grub tak semudah membalikkan telapak tangan." kata Fendi.
"Aku paham. Aku fikir karena dia sudah membuat masalah dengan kita, kalau begitu, bagaimana kita tidak ganti membuat masalah dengannya balik? " kata Arsa memikirkan rencana.
__ADS_1
"Aku geram banget, bagaimana mungkin kejora grub berani merepotkan aku terus menerus. Aku tidak akan membiarkannya melakukan hal sesuka hatinya lagi. Sebagai orang yang lebih muda, aku rasa harus menghilangkan rasa kesopananku terlebih dahulu." kata Arsa.
"Apa tuan muda punya ide? " tanya Fendi kepada Arsa.
"Jika kita ingin membuat kejora grub mendapat masalah, kita bisa menggunakan serangan gerilya!" Kata Arsa.
"Aku rasa aku punya ide bagaimana membuat Wasis mendapat masalah lagi." Arsa tersenyum dingin. Iya memiliki Ide di benaknya.
"Tuan muda, tolong jelaskan kepada saya." kata Fendi yang belum paham.
"Apa Wasis punya istri? " tanya Arsa.
"Laki-laki itu sudah berumur 40 tahunan. Dia sudah membina rumah tangga selama 20 tahun." jawab Fendi.
"Tapi, menurut berita, dia punya banyak simpanan tuan, meskipun istrinya juga tahu akan hal ini. Yang saya dengar juga, istrinya juga punya sesuatu yang di rahasiakan." jelas Fendi.
"Kalau begitu, aku tahu apa yang harus kita lakukan." kata Arsa. Iya mendekat ke arah Fendi dan membisikkan rencananya. Fendi benar-benar tercengang mendengar apa yang di rencakan oleh Arsa.
"Tuan muda, saya paham apa yang anda rencanakan. Ide anda benar-benar brilian." kata Fendi.
"Saya yakin, pasti rencana ini akan membuat Wasis marah." kata Fendi.
"Dia sudah mengibarkan bendera permusuhan, tidak salah kalau kita membalas perbuatan mereka." kata Arsa sambil tersenyum. Terakhir kali, Wasis menyuruh orang untuk mmebunuhnya. Dan kini iya merencanakan sesuatu untuk membalas perlakuan pimpinan kejora grub yang licik itu.
__ADS_1