Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Barisan Para Mantan


__ADS_3

Pengantin pria memandang kepergian Arsa dari belakang, iya menggertakkan deretan giginya dengan geram.


"Bocah miskin yang berpakaian lusuh itu, berani berbicara kepada ku seperti ini di hari pernikahan ku? aku pasti tidak akan membiarkannya lolos begitu saja! Setelah semuanya selesai, aku akan membalas bocah itu dan akan membuatnya membayar karena telah mempermalukanku." kata suami Felisa. Jika hari itu bukan hari yang istimewa baginya dan Felisa, dia akan memanggil orang-orangnya dan memerintahkan mereka untuk memukuli mantan sang istri.


"Saat pernikahan ini selesai, aku akan mencarimu dan akan menghabisimu dalam sekejap." Setelah mempelai pria mengucapkan kata-kata tersebut, dia berbalik dan menyambut kembali para tamu. Sedangkan Felisa, dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi jauh di lubuk hatinya, dia merasa kasihan pada Arsa. Dia sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan mantannya itu, mereka tidak berkomunikasi sama sekali sejak lulus dari SMP. Tapi dia juga tidak menyangka bahwa Arsa akan bertindak dan berbicara seperti ini kepada suaminya.


Setelah Arsa masuk ke area perjamuan, dia tiba-tiba melihat sebuah meja, dengan seorang yang dulu pernah menjadi kekasih Felisa juga, tapi pada akhirnya, menjadi mantan. Lelaki bernama Feri dan Sensen itu berada di tengah ruangan. Ada dua orang sedang duduk di meja itu dan saling berbicara. Arsa melihat dengan jelas. Keduanya mengenakan jas dan jam tangan mahal. Mereka terlihat begitu glamor. Laki-laki Yang satu berbadan kurus dan yang satunya lagi lebih berbody sedikit gemuk, dengan rambut di semir berwarna kuning. Dan saat itu juga, Arsa memandang pakaian yang di gunakannya. Pakaiannya sangat santai, hanya pakaian kasual yang ia kenakan di hari kerja seperti biasa. Jauh dari kata mewah Arsa berpikir sejenak, lalu langsung menuju ke meja itu dan duduk.


"Oh, satu lagi, itu dia." kata salah satu dari 2 lelaki tersebut.


"Hai, kamu juga mantan pacar Felisa kan? Kapan kamu menjalin hubungan dengannya? " tanya salah satu dari kedua orang tersebut. Begitu Arsa duduk, kedua pemuda itu bertanya banyak hal kepada Arsa tentang Felisa.


"Tahun kedua setelah aku masuk ke SMP, aku adalah cinta pertamanya." kata Arsa dengan tenang. Tidak ada yang disembunyikan, kata-kata Arsa langsung pada inti dari pertanyaan yang di ajukan pria tadi.


"Wow, cinta pertamanya, bagaimana dia bisa mencampakkanmu? " Pria kurus itu tampak tertarik dengan kisah masa lalu Arsa. Feri juga menatap Arsa dan ingin tahu jawabannya.


"Karena saat itu aku merebut Felisa darinya." belum sempat Arsa menjawab, sebuah suara terdengar dari belakang. Lalu sosok seorang lelaki berjalan ke arah meja dan duduk di kursi. Arsa melirik dengan tajam, dan yang menarik perhatiannya adalah sosok yang tadi menyahut itu adalah Willy. Musuh sejak SMP, yang baru saja Arsa temui ketika dia memberikan hadiah di meja resepsionist tadi. Pria kurus dan pria berambut kuning berbadan gendut yang ada di sana langsung melihat ke arah Willy.

__ADS_1


"Wow, sepertinya hal ini sangat menakjubkan? " kata salah satu dari mereka.


"Ya, aku berhasil menjadi pacar kedua Felisa. Aku merebut Felisa dari anak ini." kata Willy sambil duduk, dan dia melirik Arsa dengan senyum smirk di bibirnya.


"Tapi, kalian berdua bukan musuh kan? " kedua lelaki tadi terlihat sangat bersemangat untuk tahu kisahnya. Pria kurus bernama Feri itu menatap Arsa kemudian bertanya.


"Dia merebut cinta pertamamu darimu. Apa yang kamu lakukan saat itu? " tanya lelaki berambut kuning tadi. Sebelum Arsa menjawab pertanyaan tersebut, Willy tersenyum dan langsung menyahut lagi.


"Felisa tidak bisa hanya mengandalkan dia, apa lagi yang kamu inginkan dari Felisa, setelah tahu kalau dia lebih memilih aku? " kata Willy dengan bangga. Arsa mengerutkan kening mendengar apa yang di katakan oleh Willy.


"Iya, hal itu terjadi di belakangmu kan? " tanya Feri lagi pada Arsa.


"Tapi, kalau aku boleh tahu, bagaimana kamu bisa berpisah dengan Felisa? " karena masih ingin tahu banyak hal, Feri pun bertanya lagi.


"Aku sudah lama bermain dengannya, dan karena aku sudah bosan, aku mencampakkannya karena merasa lelah." Willy berkata dengan ringan seolah tanpa beban.


"Sial, luar biasa sekali, kita semua dibuang oleh Felisa dalam kisah ini, dan hanya kamu satu-satunya pasangan yang secara mutlak mencampakkannya." Feri dan pria berambut kuning itu berkata dengan sedikit kagum.

__ADS_1


"Oh baiklah, terima kasih, terima kasih atas pujian kalian! " Willy tersenyum penuh kemenangan.


"Ngomong-ngomong, apa yang kalian semua lakukan, maksud aku, apa kesibukan kalian saat ini?" tanya Willy.


"Aku bekerja sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan kecil. Gajiku sekitar 20 juta tiap bulan." kata Sensen, si pria berambut kuning itu.


"Aku punya toko online, dan aku bisa menghasilkan 20 hingga 30 juta dalam sebulan. Lumayanlah." jawab Feri. Keduanya tampak seperti orang sukses. "Bagaimana denganmu?" Sensen dan Feri menatap Willy, menunggunya berbicara.


"Yah, aku bekerja sebagai tim teknik di bawah pimpinan Kendi Grub. Tapi aku di bagian manajemen tekhniknya. Gajiku sama seperti kalian, sekitar 20 juta dalam 1 bulan. Ditambah bonus dan dividen tinggi dari Kendi Grub. Rata-rata, aku bisanmendapat 40 hingga 50 juta dalam satu bulan." Kata Willy.


"Kamu memang luar biasa, penghasilanmu juga lumayan banyak tiyap bulan. Benar-benar luar biasa!" Feri dan Sensen sama-sama mengacungkan jempol kepada Willy.


Arsa tidak ikut dalam perbincangan yang mereka lakukan. Karena Arsa tidak mau repot-repot menggosip dengan mereka. Hanya saja ketika Arsa mendengar kalau Willy bekerja di tim teknik di bawah pimpinan Kendi Grub, Arsa sedikit terkejut. Dia tidak menyangka mantan saingannya bekerja di perusahaannya sendiri.


Saat itu juga, Willy tiba-tiba menatap Arsa, dan bertanya sambil tersenyum.


"Terus kamu, bagaimana denganmu? Apa yang kamu lakukan sekarang? Apa kesibukanmu? " nada suara Willy terdengar sangat mengintimidasi. Terlihat dengan jelas kalau dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengejek Arsa dan meninggikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2