
"Tidak! Tentu saja tidak tuan! Bukan itu yang saya maksud Tuan Arsa." pemilik toko itu panik karena jawaban Arsa.
"Karena saya tadi belum sempat membelinya, gesek kartu ini dan saya akan membayar sesuai harganya, 18 juta. Saya tidak kekurangan uang sebanyak ini." kata Arsa dengan tenang. Setelah mengatakan itu, iya memilih beberapa pakaian lagi untuk Talita di toko itu. Setelah Arsa selesai memilih beberapa baju, pemilik toko itu mengambil kartu yang tadi di berikan Arsa. Setelah menjumlah semua harga pakaian yang Arsa pilih tadi, dia membungkusnya dengan rapi dan menyerahkannya kepada Arsa.
Setelah meninggalkan toko itu, mereka berencana menuju toko berikutnya.
"Ikut aku ke toko berikutnya." kata Arsa sambil menggerakkan tangannya. Memberi isyarat kepada Sarga dan eksekutif Kendi Square yang lain. Mereka menuju ke toko tempat Arsa pertama kali masuk. Setelah memasuki toko dan melihat sekelompok orang yang bersama Sarga, karyawan di toko tersebut juga terkejut. Manajer toko tersebut buru-buru langsung menyambutnya dengan beberapa karyawan toko yang mengikuti di belakangnya.
"Tuan Sarga, kenapa anda bisa ada di sini? " kata Manajer toko itu. Yang tak lain adalah seorang wanita paruh baya dengan rambut di semir merah. Senyumnya terlihat manis, tapi wajahnya sudah terlihat keriput.
"Kami di sini bersama tuan muda. Dia adalah pimpinan Kendi Grub cabang Kota Surabaya." Sarga berkata dengan tenang.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh petinggi Kendi Square, semuanya terkejut. Mereka tampak terkejut dengan berita itu. Setelah itu, mereka segera melihat ke arah Arsa dan menyapanya. Sikap mereka tentu saja sangat hormat. Dan bahkan ada sedikit rasa takut. Mereka yakin Sarga tidak bercanda dengan apa yang di ucapkannya. Dia adalah pimpinan Kendi Grub! Mereka bertanya pada diri sendiri, dia pasti sosok paling penting yang pernah mereka lihat dengan mata kepala sendiri.
"Selamat sore tuan muda." sapa beberapa orang dari mereka, termasuk manager toko tersebut.
"Sekarang kamu menyapa dan memperlakukanku seperti barang yang berharga. Sebelumnya tadi, saat aku masuk dengan temanku, kamu mengabaikanku. Sikapmu Ini sangat konyol." cibir Arsa. Begitu Arsa mengatakan ini, manajer dan beberapa karyawan toko tersebut teringat sesuatu. Dua puluh menit yang lalu, Arsa sepertinya masuk dengan gadis di sebelahnya. Hanya saja, ketika mereka melihat Arsa mengenakan kaos lengan panjang saja, dia terlihat orang miskin. Sehingga, mereka sama sekali tidak datang untuk menyambut kedatangannya.
"Tuan muda, kita... Ki... Kita tidak..." ucap manager toko dengan terbata-bata. Dia dan beberapa karyawan merasa sangat ketakutan. Ucapnnya pun terpotong oleh Arsa.
"Tunggu, Tuan Arsa. Tidak... Tolo..." ucap manager toko. Tapi tak di hiraukan oleh Arsa. Mendengar Arsa sudah berkata, dia langsung diam kembali.
"Pemilik toko ini, manajer dan juga semua karyawannya, Pecat semuanya untukku." kata Arsa dengan tegas.
__ADS_1
"Segera kami laksanakan tuan Arsa." Sarga mengangguk sebagai tanggapan. Manajer dan beberapa pramuniaga toko, semuanya tercengang mendengar perintah ini. Ada suara memohon dari karyawan toko di belakangnya, Arsa bahkan tidak mendengar dan tidak perlu repot-repot memperhatikan mereka. Makhluk berpenampilan cantik itu memandang rendah orang lain. Dan karena Arsa yang mengalaminya sendiri, dia bertekad untuk memberi mereka pelajaran saat itu juga.
Setelah meninggalkan toko, Arsa memerintahkan Sarga untuk memberikan pemberitahuan kepada semua pegawai toko di mall Kendi. Agar mereka meningkatkan kualitas dan kepribadian seluruh karyawan. Supaya mereja tidak memandang orang hanya dari status sodial saja. Kalau masih ada karyawan yang memandang rendah orang lain, seolah-olah mereka adalah sampah, mereka dengan tegas dipecat. Bahkan bukan hanya di pecat, mereka juga tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di kota ini.
Setelah berbelanja pakaian, hari sudah terlihat gelap, jadi Arsa menyarankan untuk makan malam di lantai pertama Kendi Square. Di dalam sebuah restoran di lantai satu Kendi Square, Arsa dan Talita berada di dekat jendela
"Arsa, bisakah kamu menceritakan semuanya padaku sekarang? " tanya Talita sambil menggigit bibir merahnya. Sebenarnya, Talita sudah sejak tadi bertanya apa yang terjadi, tapi Arsa sibuk dengan pilihan menunya. Hingga akhirnya dia menoleh pada gadis di sampingnya dan menjelaskan. Dia duduk dan berkata dengan serius.
"Talita, seperti yang telah kamu lihat dan dengar sebelumnya, aku adalah pimpinan Kendi Grub cabang Kota Surabaya, dan aku adalah cucu dari Andi Sudiryo, orang terkaya di Surabaya. Aku jyga membeli mobil sport dan restoran mewah di dekat kampus kita." jawab Arsa dengan tenang. Jika dia mengatakan ini sebelumnya, Talita mungkin tidak akan percaya padanya. Tapi hari ini, di Mall Kendi Square, dia melihat para eksekutif Kendi Square yang menghormati gelar pimpinan dan kekuasaan Arsa, membuat Talita percaya padanya.
Setelah mengetahui kalau Arsa adalah pimpinan dari Kendi Grub, akhirnya Talita mengerti. Kenapa Arsa bisa dengan mudah membeli sebuah restoran dan juga bisa membeli supercar senilai hampir 8 milyar.
__ADS_1
"Nah, terus bagaimana dengan sponsor dari Kendi Grub sebelumnya? Dan juga, Kendi Grub sudah membantu saya membiayai pengobatan ibu. Apakah itu semua ada hubungannya dengan kamu? " Talita menatap Arsa dengan serius.