Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kesempatan


__ADS_3

"Saya jarang sekali melihat pengunjung secara terang-terangan tuan. Tahukah Anda alasan saya memutuskan untuk bertemu dengan Anda? " sang guru bertanya dan dia hanya tersenyum.


"Oh apa itu? Dan kenapa begitu? " Arsa Kenandra tampak sedikit penasaran.


"Karena dia! " sang guru menunjuk langsung ke Tiger.


"Tiger? Ada apa dengan dia?" Arsa Kenandra tampak semakin bingung. Semua memandang Tiger. Tapi, Tiger masih bersikap dengan ekspresi cuek di wajahnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba iya merasa malu karena orang-orang membicarakan dirinya.


"Tepat di luar rumah tadi, ketika dia berkelahi dengan murid saya, saya memperhatikannya dan menemukan bahwa dia memiliki fisik yang sangat istimewa! " sang guru berkata dengan perlahan.


" Ya, ada sesuatu yang istimewa pada tubuhnya. Setelah iya mengalami luka, tubuhnya memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Saya pikir ini adalah fisik istimewa yang dibicarakan oleh tuan guru. Saya tidak menyangka sang guru bisa melihat hanya dalam sekilas." seru Arsa Kenandra.


"Fisik istimewanya sangat langka dan sangat cocok untuk latihan, tapi menurutku dia hanya melatih beberapa keterampilan dalam bertarung. Maka dari Itu, dia sangat menyia-nyiakan fisiknya yang istimewa itu." sang guru berkata sambil menggelengkan kepala. Sang guru memiliki maksud tertentu secara tidak langsung.


"Entah apa maksud sang guru." Arsa Kenandra menjawab. Daripada menjawab Arsa Kenandra secara langsung, sang guru berdiri dan berjalan menuju Tiger.


"Siapa namamu? " sang guru bertanya pada Tiger.

__ADS_1


"Sang guru, namaku Tiger." Tiger menjawab jujur.


"Tiger, maukah kamu menjadikanku sebagai guru? Selama kamu menjadikanku sebagai guru, aku akan menerimanya dengan segenap kemampuanku. Dengan fisik istimewamu, pencapaianmu di masa depan dalam seni bela diri pasti tidak akan berada di bawahku! " sang guru mengutarakan keinginannya.


"Sang guru, aku sangat menghargai kekagumanmu terhadapku. Tapi aku sungguh minta maaf. Aku telah bersumpah akan mengikuti Arsa sampai mati, jadi aku tidak bisa menjadikamu sebagai guruku." Tiger langsung menolak. Sang guru pun tersenyum mendengar penolakan Tiger,


"Tiger, tahukah kamu berapa banyak orang yang menginginkan aku menjadi teman mereka? Mereka ingin menjadikan aku guru dan ingin aku mengajari mereka satu atau dua hal? Tahukah kamu betapa berharganya kesempatan ini?" kata sang guru.


"Tuan guru, tuan guru tidak perlu banyak bicara. Saya tidak peduli betapa berharganya kesempatan itu. Bahkan jika anda bisa mengubahku menjadi dewa, aku bilang, kalau aku akan mengikuti Arsa sampai aku mati dan aku tidak akan pernah mengingkari janjiku! " Tiger berbicara tegas. Tiger telah bersumpah untuk mengikuti Arsa Kenandra selama sisa hidupnya.


Setelah mendengar tanggapan tegasnya, sang guru menoleh ke arah Arsa Kenandra.


"Tentu saja! " Arsa Kenandra tersenyum lalu menoleh ke arah Tiger.


"Tiger, kamu selalu mendengarkan aku kan? " Tiger mengangguk.


"Karena kamu mendengarkan aku, belajarlah dari sang guru ini dan belajarlah darinya tentang banyak hal." Arsa Kenandra terlihat sangat serius. Sejujurnya, Tiger bisa saja mengambil peluang sebesar itu. Namun karena janjinya kepada Arsa Kenandra, dia lebih dari sekadar bersedia menolaknya. Tindakannya sungguh menyentuh dan membuat terharu hati Arsa Kenandra.

__ADS_1


Namun Arsa Kenandra bukanlah orang yang egois. Karena ada peluang besar di hadapan Tiger, Arsa Kenandra tidak akan menunda masa depan gemilang pengawalnya hanya karena dia. Dia tidak akan melakukan itu pada teman setianya. Dan sang guru mengatakan bahwa Tiger memiliki perawakan yang istimewa. Oleh karena itu, ia harus belajar lebih banyak darinya. Kalau tidak, maka sama saja Tiger Itu akan menyia-nyiakan kesempatan besar ini.


Tiger yang mendengar kata-kata itu dan buru-buru menjawab, "Tetapi Arsa, aku..."


"Tidak ada tapi-tapian, dengarkan saja aku!" Arsa Kenandra langsung menyela Tiger.


"Pada saat seperti ini, kalian bisa menganggap satu sama lain sebagai teman yang setia tuan yang berbudi luhur." sang guru mengangguk mengiyakan.


Setelah terdiam sejenak, sang guru melanjutkan,


"Kalian berdua tidak perlu berdebat tentang hal itu. Aku tidak akan memihak siapapun, Tiger. Saat kamu tinggal di rumahku, kamu masih di bawah kepemimpinan tuan ini, kamu masih bisa bekerja untuknya. Aku hanya akan mengajarimu lebih banyak keterampilan bertarung. Saat dia membutuhkanmu, kamu selalu bisa turun gunung untuk membantunya." kata Sang Guru.


" Baiklah kalau begitu! " Tiger mengangguk. Ketika Arsa Kenandra mendengar kata-kata itu, dia tersenyum.


"Tentu saja semua itu akan jauh lebih baik, Tiger. Kamu bisa meningkatkan kekuatanmu di sini, kamu akan menjadi lebih kuat di masa depan, dan kamu akan lebih mampu membantuku mencapai kesuksesan. Apakah kamu juga berpikir begitu?" kata Arsa.


Tiger awalnya menolak karena dia telah bersumpah untuk bekerja untuk Arsa Kenandra sepanjang hidupnya dan tidak akan mengingkari janjinya. Tapi saat itu, menurut sang guru, dia hanya akan mengajarinya keterampilan bertarung lebih banyak, dan dia akan tetap menjadi teman Arsa Kenandra. Dengan itu, Tiger tidak akan mengingkari janjinya kepada Arsa Kenandra. Dan Tiger juga mengerti kalau ketika dia sudah lebih kuat dari saat ini, dia bisa membantu Arsa Kenandra. Bahkan membantu lebih banyak dari sebelumnya, dia merasa bahwa dirinyaa tidak cukup kuat. Kalau tidak, dia pasti akan menempatkan Arsa Kenandra dalam bahaya beberapa kali seperti sebelumnya. Jadi Tiger akhirnya mengambil keputusan yang bermanfaat bagi semua.

__ADS_1


Di pintu rumah sang guru, Arsa Kenandra berkata, "Tiger, belajarlah dengan giat dan berusaha keras untuk kita semua. Lain kali, saat aku bertemu denganmu, pastikan kekuatanmu sudah meningkat pesat." Arsa Kenandra tersenyum dan menepuk bahu Tiger. Sang guru benar, jika kekuatan Tiger bisa menjadi lebih kuat, pasti akan menjadi hal yang baik bagi Arsa Kenandra.


Hudoyo juga berkata, "Tiger, sang guru ini sangat kuat. Jika kamu belajar darinya, kekuatanmu pasti akan melambung tinggi. Aku harap kamu bisa mengalahkanku saat aku bertemu denganmu lagi."


__ADS_2