Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Keputusan Arsa


__ADS_3

Saat Arsa mendengar berita itu, dia sangat marah. Dan di belakang banyaknya nyawa yang melayang itu, ada berapa banyak keluarga yang di tinggalkan.


"Wasis Adiguna sebagai bos dari kejora grub, tidak tahu berapa banyak nyawa yang telah melayang di tangannya selama bertahun-tahun ini. Dia bisa mendapatkan posisi seperti ini karena apa juga dia tidak peduli. Bahkan jika dia berjalan di atas mayat para pekerja yang telah mati itu sekalipun, dia tidak akan peduli dengan apa yang mereka tinggalka sama sekali.” Kata Fendi.


"Bajingan seperti itu harus kita singkirkan. Kekejamannya benar-benar tidak bisa di tolerir lagi." Arsa berkata dengan kesal. Dan di saat saat itu juga, manager pemasaran masuk dengan langkah tergopoh-gopoh.


"Tuan Arsa, tuan Fendi, kantor pusat kendi Group menelepon dan mereka mengatakan kalau mereka telah menerima banyak komplain dari kantor cabang Surabaya tentang masalah pembangunan real estate Asri Garden" manager pemasaran tersebut melaporkan.


"Sial...Sial... Kejadian demi kejadian ini jelas sudah direncanakan sebelumnya oleh Kejora Group. Mereka pasti sudah merencanakan semua ini dalam waktu yang sangat lama!" Fendi menggebrak meja dengan kepalan tangannya. Kemudian dia menatap Arsa dan berkata.


"Tuan muda, Proyek real estate Asri Garden adalah real estate terpenting dari perusahaan kita tahun ini, dan investasi yang sudah di keluarkan sangat besar. Saat proyek tahap pertama akan selesai, rumah akan segera di serahkan kepada para pembeli. Ini semua menyangkut dengan kinerja perusahaan kita selama tahun ini. Jika mereka benar-benar meminta dana dikembalikan, maka usaha kita hanya akan sia-sia saja. Bukan hanya ini, kerugian juga tidak akan bisa di hindari. Kita akan mengalami kerugian yang besar." Kata Fendi.

__ADS_1


"Jika semua rumah itu benar-benar dikembalikan, berapa banyak kerugian kita?" Tanya Arsa.


"Tahap pertama Arsi garden saja sudah menelan biaya sebesar 110 milyar. Dari itu kita akan mendapatkan untuk sebanyak 60-70 milyar. Jika semua rumah dikembalikan. Kerugian sebesar itu akan berdampak serius pada modal perusahaan yang sudah di keluarkan. Dan saya rasa perusahaan cabang tidak akan bisa menanggung kerugian ini." Kata Fendi dengan tatapan yang kosong.


"Sudah bisa di pastikan, inilah yang ingin dilihat oleh Kejora Grub." Arsa berkata sambil berfikir.


"Hal ini adalah masalah besar perusahaan, aku tidak akan tinggal diam."


"Kalau perusahaan benar-benar mengalami kerugian, Aku sebagai pimpinan masih dapat menggunakan uang saku yang kakek berikan untuk menutupi defisit ini." Gumam Arsa.


"Tuan muda, apa anda punya saran? " Tanya Fendi yang baru saja mendengar apa yang di katakan oleh Arsa.

__ADS_1


"Biarkan aku berfikir terlebih dahulu." Arsa pun menundukkan kepalanya dan mulai berfikir. Meskipun Arsa merasa tidak sabar untuk segera menghancurkan Grup Kejora, tapi prioritas utamanya adalah menyelesaikan masalah besar pembeli yang ingin membatalkan pembelian.


Di Manor Sudiryo.


Di gedung utama yang bercat putih di tengah manor, Tuan Andi Sudiryo sedang duduk di sofa.


"Tuan Andi, tuan Arsa sedang banyak masalah saat ini." kata Jerry sebagai sekretaris yang saat ini berada sebelahnya tuan Andi.


"Ini benar-benar masalah yang sangat besar untuk tuan muda." Kata Jerry lagi. Tuan Andi hanya mengangguk.


"Jadi, apakah Anda ingin membantu tuan Muda tuan? Kejora grup sudah berani berurusan dan membuat masalah dengan kita, Kendi Grup. Mereka mungkin mengira jika Kendi grub mudah untuk di lawan. Selama Tuan Andi mau balas untuk menghancurkannya, Anda hanya perlu mengatakan kepada saya, dan masalah kecil itu akan segera kita selesaikan." Kata sekretaris tuan Andi. Tuan Andi pun hanya tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kecuali Arsa meminta bantuanku, aku tidak akan mengambil inisiatif untuk membantunya. Masalah seperti ini juga merupakan saat yang tepat untuk melatih Arsa serta menguji kemampuan bisnisnya. Supaya kita tahu, cucuku bisa menyelesaikan masalah ini dengan kemampuannya sendiri, atau mengambil keputusan untuk menyerah dan meminta bantuanku." Kata tuan Andi. Bagi tuan Andi, jika Arsa Kenandra benar-benar meminta bantuannya, dia pasti akan membantu cucunya. Tapi, tuan Andi akan merasa kecewa jika sampai cucunya itu meminta bantuan kepadanya sebelum berusaha. Dia masih ingin Arsa menyelesaikan masalahnya sendiri. Bahkan jika Arsa gagal, Tuan Andi akan merasa lebih lega. Karena setidaknya, Arsa sudah berusaha menyelesaikan masalahnya. Bukan malah meminta bantuan setiap kali dia dalam kesulitan.


"Kamu tahu kan kalau Arsa belum memiliki banyak pengalaman bisnis. Jadi sangat mudah untuk membuatnya kacau. Aku hanya ingin melihat sejauh mana kemampuannya." Ucap Tuan Andi. Akhirnya Jerry pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh bos nya itu.


__ADS_2