
"Ardi Kusuma."
"Luis Aganta."
"Julius."
"Mereka adalah tim Handal, pemain teratas dari pemain basket nasional." gumam Adit dan teman-temannya. Pada saat itu juga, Adesta dan teman-temannya menatap dengan tercengang pada orang-orang yang turun dari mobil. Karena mereka adalah penggemar bola basket, mereka tahu betul siapa orang-orang yang baru datang itu.
"Desta, apa yang sebenarnya terjadi?" Seorang pria nerambut pirang dari anggota tim lawan berkata di belakang Ron.
" Karena mereka mengenakan kaus universitas kota Surabaya, benarkah anak itu benar-benar mengundang mereka? " kata orang lain dari tim basket Adesta.
"Bagaimana mungkin ini semua nyata? Aku tidak bermimpi kan? Handal adalah tim teratas di Pemain Nasional Indonesia. Bagaimana mungkin anak itu bisa menyewa Handal? " kata Adesta sambil menggertakkan giginya karena marah.
"Tapi semua pemain itu mengenakan kaos universitas Surabaya..." Pria berambut pirang itu melanjutkan jawabannya,
__ADS_1
"Tidak, itu tidak mungkin!" Adesta segera membalas jawaban temannya. Sementara itu, saat keenam orang itu turun dari mobil, mereka berjalan menuju ke depan Arsa. Julius adalah pemimpin Handal, mereka semua segera menghampiri Arsa.
"Tuan Arsa, saya sudah membawa anggota Handal. Maaf kami terlambat." kata Julius dengan tatapan khawatir.
"Kamu tidak terlambat Julius. Kamu datangtepat waktu!" Kata Arsa sambil tersenyum.
Ada hampir 4.000 mahasiswa yang hadir di sana melihat dengan terpana. Dan ada keributan di area para penonton saat mereka melihat apa yang ada di lapangan.
"Arsa mengundang tim Handal! " teriak salah satu mahasiswa.
"Aku tahu ini bukan mimpi kan?! Pasti itu alasannya kenapa dia sangat yakin berani menantang tim basket dari SMK Surabaya!" kata seorang mahasiswa lagi.
"Aku tidak percaya kalau Arsa akan sebegitu percaya diri menantang SMK Surabaya. Dia sanngat berani untuk mengundang seluruh tim dari SMK Surabaya!" sahut yang lain.
"Bukankah Arsa sangat luar biasa?" Ada seruan-seruan di seluruh tempat para penonton, dan mereka sangat bersemangat melihat fakta kalau tim Handal ada di universitas itu. Mereka sangat menyadari kenyataan kalau Arsa sudah jelas siap untuk melampiaskan amarahnya kepada para mahasiswa Universitas Kota Surabaya, karena mereka sudah salah paham sebelumnya.
__ADS_1
Sementara itu, terlihat keangkuhan di wajah Adesta bersama anggota timnya.
"Adesta, ini tidak bisa diurungkan lagi Handal benar-benar disewa oleh bocah itu." siswa berambut pirang itu berkata sambil menunjukkan rasa putus asanya. dia menggertakkan giginya karena apa yang di katakan oleh bocah berbaju lusuh itu bukan hanya bualan semata. Semua anggota tim basket yang di pimpin oleh Adesta tidak tahu bagaimana hal itu sebenarnya bisa terjadi. Tapi bagian yang paling penting adalah kenyataan, bahwa mereka tidak tahu bagaimana bisa mereka bersaing dengan para pemain profesional.
Tiba-tiba, Arsa berteriak dengan penuh kegembiraan.
"Julius dan timnya akan mewakili tim basket universitas Surabaya melaksanakan pertandingan ini." Begitu kata-kata Arsa terdengar di masing-masing telinga semua yangbhadir di sana, seluruh hadirin memberinya tepuk tangan meriah. Orang-orang menatap Arsa, tapi itu semua karena handal muncul atas nama kampus mereka, mereka tahu bahwa SMK Surabaya akan kalah.
Setelah itu, James dan anggotanya memasuki arena lapangan basket. Sedangkan Adesta dan timnya sudah bersiap untuk melarikan diri, tapi Arsa segera menangkap mereka dengan perkataan yang membuat mereka tak berkutik.
"Desta, penangguhan pertandingan ini sudah berakhir. Kalau kamu tidak bermain dalam satu menit, kamu dan timmu akan didiskualifikasi," kata Arsa sambil menyeringai.
"Sialan." Adesta mengumpat dengan lirih. Dia tidak tahu bagaimana Arsa bisa menguasai dan memerintahkan Handalm Tapi dia sangat tidak suka kenyataan, kalau mereka harus bermain melawan para pemain basket profesional. Tim Adesta tampak sangat putus asa, tapi wasit berusaha membuat mereka keluar dari keresahan itu.
"Adesta, jika kamu tidak segeranbermain lagi, aku harus mendiskualifikasi kamu dan timmu." Kata wasit dengan tegas.
__ADS_1