
Pria paruh baya yang berdiri di samping Arsa dan tadi juga ingin membantunya itu merasa bingung mendengar kabar tersebur. Bahkan dia tidak percaya kalau bocah yang terlihat miskin itu adalah pimpinan Kendi Grup. Tapi tentu saja, orang yang paling kaget adalah Talita. Karena kendi Grup telah membantu dia dan ibunya sebanyak dua kali. Dan mereka berdua merasa mendapatkan nikmat besar. Itulah mengapa Talita menganggap kendi Grup sebagai perusahaan yang dermawan.
"Dia... Apakah dia benar-benar pimpinan kendi Grup? " Mata Talita membelalak. Dia menutupi mulut kecilnya dengan telpak tangan.
Pada saat juga itu, Arsa berjalan perlahan ke arah Lili. Wanita yang tadi dengan terang-terangan menantangnya. Dengan tangan terlipat di depan dada, dan suaranya terdengar menakutkan, Arsa memberitahu wanita tak tahu diri yang sekarang berdiri di depannya itu.
"Sebelumnya, aku sudah bilang kalau aku adalah pimpinan Kendi Grup. Apakah kamu percaya sekarang?" Wanita bernama Lili itu mengangguk berulang kali dan menjawab,
"Saya percaya! Saya percaya tuan." jawab Lili.
"Kalau begitu, apakah hidupku bahkan tidak berharga hanya untuk sebuah gaun ini?" tanya Arsa dengan Nada mencibir.
" Tidak, saya... Saya tidak bermaksud tuan. Saya, tidak tahu bagaimana bisa saya ini berbicara seperti tadi sebelumnya. Tuan Muda, tolong maafkan saya! " Lili merasa sangat ketakutan. Bahkan berbicarapun saat ini menjadi belepotan tak karu-karuan. Dan saat itu dia menunduk. Saking gemetarannya, dia langsung berlutut di lantai saat mengatakan permintaan maafnya kepada Arsa. Keempat gadis pramuniaga di sampingnya juga ikut berlutut di lantai dengan cepat. Lili tahu betul, kalau sebagai pimpinan Kendi Grub, Arsa dapat dengan mudah menendang mereka kemana pun Arsa mau, bahkan jauh lebih mudah daripada mencubit semut.
"Aku sudah memberimu kesempatan sebelumnya bukan? Tapi sayang, kamu tidak menghargainya. Kamu membuat aku kesal dan diejek di depan banyak orang. Apa menurutmu, aku bisa melupakannya begitu saja?" Arsa mencibir pada Lili dan berkata.
__ADS_1
Pada saat ini juga, General Manager yang bernama Sarga melangkah maju dan berkata.
"Tuan Arsa, anda bisa melakukan apapun yang tuan muda inginkan." ucapnya dengan penuh hormat. Dengan menyipitkan matanya, Arsa berkata dengan dingin.
"Lemparkan makhluk-makhluk berakhlak rendah ini dari Kendi Square untukku! Dan aku juga tidak ingin mereka menginjakkan kakinya di Kendi Square selamanya." Kata Arsa dengan dingin saat dia telah mendengarkan apa yang di katakan oleh Sarga.
"Aku ingin kamu memberi tahu seluruh distrik bisnis Kota Surabaya tentang informasi pribadi mereka. Dengan begitu, tidak akan ada perusahaan yang berani mempekerjakan mereka. Lakukan saja dengan benar atas nama Kendi Grub milikku! Apakah kamu mengerti? " kata Arsa menambahkan setelah beberapa saat tediam.
" Mengerti tuan muda! " jawab Sarga sambil mengangguk.
" Kalian, buang mereka untukku! " General Manager Sarga segera memberi perintah. Setelah mendengar perintah tadi, satpam di sebelahnya bergegas menyeret Lili dan keempat pramuniaga tadi. Para satpam itu menyeret mereka keluar dari Kendi Square.
Setelah petugas keamanan menyeret ke lima gadis ini keluar, Arsa melirik ke belakang, ada beberapa pelanggan di dalam toko yang tadi diam-diam menertawakan dirinya, semuanya menundukkan kepala dengan cepat, panik, dan tidak ada yang berani menatap Arsa. Mereka tidak pernah mengira kalau bocah rendahan yang mereka tertawakan tadi sebenarnya adalah pimpinan Kendi Grub. Meskipun para pelanggan ini memiliki uang yang tidak sedikit, mereka hanyalah remahan rengginang kalau dibandingkan dengan kehadiran pimpinan Kendi Grub.
Setelah Arsa melihat ke sekeliling toko baju itu, dia menatap pria paruh baya di sebelahnya. Pria paruh baya ini, yang sebelumnya mengatakan dan ingin membantu Arsa. Iya yang dengan rela memberikan Arsa pakaian yang dibelinya. Yang sebenarnya pakaian itu adalah untuk untuk putrinya. Pada saat itu juga, pria paruh baya itu terlihat sedikit ketakutan saat menyadari kalau anak laki-laki itu adalah pimpinan Kendi Grub. Namun tiba-tiba saja Arsa malah berbicara kepadanya.
__ADS_1
"Halo! Senang berkenalan dengan anda secara resmi. Nama saya Arsa Kenandra, dan saya adalah pimpinan Kendi Grub cabang Kota Surabaya." Kemudian Arsa berjalan mendekati pria paruh baya itu setelah berkata. Iya tersenyum dan mengulurkan tangannya. Dia terlihat sangat rendah hati terhadap pria paruh baya itu.
"Tuan muda Arsa, saya... Bisakah saya benar-benar menjabat tangan dengan anda?" lelaki paruh baya itu berkata dengan suara pelan.
"Kenapa tidak? Jika anda tidak berjabat tangan denganku, tangan ku akan terasa gatal." Arsa memberitahunya sambil tersenyum. Pria paruh baya itu pun tertawa mendengar perkataan Arsa.
" Kalau begitu, saya akan lebih hormat kepada anda bukan seperti orang tua." jawab lelaki itu. Lalu dia mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Arsa. Setelah itu, pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya.
"Tuan Arsa, nama saya Atma sahid. saya bekerja sebagai manajer personalia di sebuah perusahaan kecil." kata Atma.
"Tuan Arsa, saya sangat malu. Karena saya tidak tahu kalau anda adalah eksistensi yang begitu kuat, saya malah berpikir untuk membantu anda sebelumnya." Atma berkata dengan canggung. Tapi Arsa malah tersenyum padanya.
"Tidak apa-apa kalau kamu membantuku. Tapi seharusnya aku sadar diri, siapa yang harus berterima kasih." jawab Arsa dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya. Sesaat kemudian, Atma mengatakan kepada pemuda di depannnya dengan jujur.
"Tapi saya benar-benar tidak menyangka kalau anda adalah pimpinan Kendi Grub. Sejujurnya, saya tidak menyangka kalau pimpinan Kendi Grub akan mengenakan pakaian yang biasa seperti itu." kata Atma lagi. Arsa hanya tertawa mendengar pernyataan Atma.
__ADS_1
"Karena aku juga berasal dari keluarga miskin seperti kamu. Aku tidak suka memakai merek terkenal untuk memamerkan diri. Dan aku juga benci orang-orang seperti tadi, yang memandang rendah kepada orang lain hanya karena status keuangan atau apa yang mereka kenakan." Arsa menjawab dengan apa adanya.