
"Yah, kamu ingin mengurus urusanmu sendiri, bukan? Apakah kamu ingin menjadi pahlawan? Kalau begitu aku akan membiarkanmu! " Kata Aprian Arlando sambil menampar wajah Arsa Kenandra.
"Bugh! " Arsa Kenandra meraih tangan Aprian Arlando. Banyak karyawan yang menjadi penonton berkumpul di dekatnya, dan mereka terkejut melihat Arsa Kenandra, seseorang yang berpakaian seperti petugas kebersihan, berani menantang Aprian Arlando.
"Petugas kebersihan itu tidak akan bunuh diri kan? Kenapa dia sangat berani menantang Aprian Arlando?" Arsa Kenandra dan Desita Mayasari, mereka juga mengira Arsa Kenandra berani menantang Aprian Arlando. Bagi mereka, konsekuensi yang akan di terima sangatlah berat.
Rico Ardian, seorang karyawan senior yang berdiri tidak jauh dari sana, juga berkata dengan bersemangat,
"Bagaimana anak ini bisa begitu bodoh? Tidak ada yang bisa menyinggung perasaan Aprian Arlando. Dia adalah putra Aris Arlando!"
"Maaf, Anda tidak punya hak untuk memukul saya! " Arsa Kenandra membuang tangan Aprian Arlando.
"Tidak punya hak? Kalau begitu aku akan memecatmu sekarang juga!" Aprian Arlando berteriak pada Arsa Kenandra.
"Memecat aku? Kamu pikir aku takut akan kekurangan sesuatu kalau tidak bekerja di sini! " Arsa Kenandra tersenyum dingin. Sekarang misi Arsa Kenandra telah selesai, Arsa Kenandra tidak perlu lagi berada di sini, di tempat yang di naungi oleh orang-orang yang bersikap otoriter.
"Keamanan! Usir anak ini keluar dari sini! " teriak Aprian Arlando.
"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri! " Arsa Kenandra melambaikan tangannya. Semula Arsa Kenandra ingin mengungkapkan identitasnya secara langsung. Namun, setelah dipikir-pikir, jika ia mengungkapkan identitasnya sekarang, dan Aprian Arlando melarikan diri malam nanti sebelum Kakeknya tiba besok pagi, itu akan sangat merepotkan. Jadi, Arsa Kenandra memutuskan untuk tidak membalas dendam padanya hari ini. Besok adalah hari untuk membalas dendam itu.
__ADS_1
"Arsa! " panggil Desita Mayasari. Arsa Kenandra melirik Desita Mayasari di sebelahnya. Desita Mayasari dengan penuh rasa takut menyaksikan Arsa Kenandra dipecat karena dia ingin membantu dirinya. Tentu saja Desita Mayasari merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Desita. Aku berjanji ayah dan anak Keluarga Arlando tidak akan bertahan lebih lama lagi," kata Arsa Kenandra.
"Aprian Arlando, kita lihat saja nanti!" Lalu, Arsa Kenandra melihat ke arah Aprian Arlando lagi. Setelah itu, Arsa Kenandra langsung keluar.
"Apa yang kalian lihat!? Jika kalian berani membantahku, kalian pasti akan dipecat, oke? Pergi dari sini dan mulai bekerja kembali!" teriak Aprian Arlando kepada semua karyawan yang melihat kejadian itu.
Setelah karyawan yang menonton dari kejauhan mendengar kata-kata tersebut, mereka semua segera bubar. Sedangkan Arsa Kenandra, setelah keluar dari perusahaan, ia langsung kembali ke hotel dan menunggu hari esok.
Pada malam hari, Arsa Kenandra naik taksi untuk menjemput Resita Damayanti dari tempat kerja. Tapi perusahaan sedang menyuruhnya bekerja lembur. Beberapa saat setelah menunggu di luar perusahaan, Resita Damayanti keluar dari perusahaan, Dan saat itu sudah malam hari. Sebuah Audi melaju di depan Arsa Kenandra, saat jendelanya diturunkan, Resita Damayanti-lah yang duduk di dalam.
"Tidak masalah!" Arsa Kenandra langsung duduk ke dalam mobil tersebut. Lalu mobil dinyalakan dan menuju hotel. Resita Damayanti meletakkan tangannya di kaki Arsa Kenandra dan berkata sambil tersenyum.
"Arsa, cerita kamu memperjuangkan Desita Mayasari hari ini sudah tersebar di seluruh perusahaan."
"Yah, Resita, jangan pikirkan itu. Aku tidak bermaksud apa-apa padanya. Aku hanya berpikir dia baik dan dia juga sudah membantuku." Arsa Kenandra segera menjelaskannya.
"Baiklah, aku tidak bilang kamu ada hubungan dengan dia. Kamu sendiri yang mengaku!" Resita Damayanti mendengus.
__ADS_1
"Yah, aku sudah pernah bilang ke kamu." Arsa Kenandra terdiam untuk beberapa saat.
"Ketika kita sampai di hotel, aku harus membuatmu menerima sebuah hukuman karena sudah menggodaku!" bisik Arsa Kenandra.
"Wah, siapa yang takut sama hukumanmu?" Resita Damayanti cemberut. Arsa Kenandra gemetar pada saat Resita Damayanti mengatakan kalimat tersebut, karena pada saat yang sama, tangannya secara tidak sengaja ditempatkan pada junior Arsa Kenandra.
"Resita, apakah kamu memintaku melakukannya di dalam mobil sekarang juga?" kata Arsa Kenandra sambil memutar lampu sein untuk membelokkan mobil ke pinggir jalan.
"Hahaha. Banyak sekali orang yang melakukannya di pinggir jalan. Tapi kita lakukan itu nanti saja kalau kita sudah sampai ke hotel! " kata Resita Damayanti malu-malu.
"Apakah kamu bercanda? " tanya Resita
"Hahaha. Aku hanya bercanda! " Resita Damayanti menutup mulutnya dan tertawa. Arsa Kenandra berkata sambil tersenyum masam.
"Aku juga bercanda! " Arsa Kenandra tersenyum dan mengmemudikan mobil itu menuju hotel.
Kemarin dan hari ini, Arsa Kenandra ingin melakukan itu dengan Resita Damayanti sebanyak 2 kali, tapi 2 kali itu juga mereka selalu mendapatkan gangguan. Mungkin semesta tak merestui. Sampai sekarang, Arsa Kenandra masih menahannya, tapi dia tidak akan menahannya lebih lama lagi. Malam ini juga, apa pun yang mereka katakan, dia akan memadamkan api nafsu yang sudah sangat membara itu!
"Ngomong-ngomong, Arsa, Andi Sudiryo akan datang besok. Apakah kamu di sini untuk menyelesaikan masalah Keluarga Arlando dan putranya? " Kata Resita Damayanti.
__ADS_1