
David menyentuh beberapa tetes darah di dahinya dan ketika dia melihat darah berwarna merah itu. Matanya berkilat karena amarah yang tak terbendung.
"Wah, bajingan kamu... Kamu belum tahu ya, belum pernah ada yang berani memukulku seperti ini. Kamu tamatlah hidupmu! Aku akan membuatmu mengerti betapa seriusnya konsekuensi berani memukulku." Mata David membelalak teruka lebar. David sangat berusaha untuk menyelamatkan harga diri dan wibawanya. Tapi sekarang, dia telah di pukul oleh seorang anak laki-laki berpakaian lusuh di depan banyak orang. Saat ini, sekitar delapan orang telah keluar dari kerumunan lalu berjalan mendekati David.
"David, kamu baik-baik saja? " tanyanya satu demi satu. Jelas sekali terlihat, kalau delapan orang ini semuanya adalah orang-orang David.
"Tinggalkan aku sendiri dan beri pelajaran anak ini... Pukul dia sampai mati." David mengatakan ini hampir dengan nada mengaum.
"Jangan khawatir David. Anak ini telah berani memukulmu. Dia harus mendapatkan imbalan yang setimpal, meskipun dia tidak mati hari ini." Kata salah satu dari delapan orang itu. Mereka semua mengambil botol bir dari meja dan memecahkannya serta memperlihatkan sisi tajam sebagai senjata kepada Arsa Kenandra.
"Wah... Aku lihat kamu punya banyak keberanian. Kamu sudah memulai pertengkaran dengan David, maka hidup kamu akan selesai hari ini juga." Saat delapan orang ini berbicara, mereka berjalan mendekat ke Arsa Kenandra. Arsa pun merasa tidak takut, dia malah tersenyum untuk menyambut mereka semua.
"Arsa, akan ada perjuangan yang berat untuk melawan mereka semua." Andre Robin berkata dan sambil mengambil satu botol bir sebagai senjata untuk mempersiapkan pertempuran yang akan datang. Ada juga banyak mahasiswa dari Universitas kota Surabaya di ruangan tersebut. Tapi tidak ada yang berdiri untuk membantu Arsa Kenandra. Alasannya sangat sederhana. Hingga kini, identitas Arsa Kenandra masih menjadi misteri. Beberapa orang mengatakan kalau Arsa Kenandra adalah generasi kedua yang benar-benar kaya, sementara yang lain mengatakan bahwa kekayaan Arsa Kenandra adalah palsu. Mereka tidak yakin apakah identitas Arsa Kenandra generasi kedua yang kaya itu benar atau salah. Di sisi lain, David dikenal sebagai generasi kedua yang kaya raya. Mereka tidak memiliki tali persahabatan dengan Arsa Kenandra. Siapa yang akan menyinggung perasaan generasi kedua yang kaya hanya untuk membantu Arsa Kenandra? Di saat seperti ini, lebih baik melihatnya dari kejauhan saja daripada membuat masalah.
__ADS_1
"Tunggu sebentar." Saat itu juga, terdengar sebuah suara seorang perempuan. Arsa Kenandra melihat sekeliling dan melihat kalau yang mengatakan tadi adalah Rita Maharani.
"Adek cantik, apa maksudmu ini? " David tampak bingung dan tidak mengerti maksud Rita Maharani. Rita Maharani bangkit lalu menghampiri dan berkata.
"Tuan David. Bantulah saya, dan biarkan dia pergi. Meskipun saya tidak ada hubungannya dengan dia. Saya tidak suka melihat perkelahian." kata Rita Maharani setelah David bertanya. Sejujurnya, Arsa Kenandra sedikit terkejut dengan kemunculan Rita Maharani.
"Dia ingin membantu aku? " gumam Arsa Kenandra dalam hati.
"Rita, kamu baru saja bilang itu tidak ada hubungannya denganmu, dan sekarang kamu di sini untuk menyelamatkanku?" Arsa Kenandra memandang Rita Maharani.
"Sekarang adik cantik telah berbicara atas namanya sendiri, tentu saja, aku akan memberimu kesempatan karena adik cantik ini. Dan kamu, hari ini adalah hari keberuntunganmu. Keluar dari sini!" Untuk mencuri hati Rita Maharani, Tuan David memutuskan untuk membiarkan Arsa Kenandra pergi dulu. Dia berencana untuk membalaskan dendam kepada Arsa Kenandra nanti. Jadi dia bisa mendapatkan gadis dengan sikap baiknya dan membalas dendam atas rasa sakit hatinya.
Arsa Kenandra menatap Tuan David sambil mencibir,
__ADS_1
"Tuan David, Anda mungkin tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi Saya tidak akan membiarkan Anda pergi, dan saya juga tidak akan pergi, oke?" Begitu kata-kata Arsa Kenandra terucap, terjadi keributan lagi di sekitar dia.
"Sialan, anak ini benar-benar ingin mati. Setelah David memberinya kesempatan untuk pergi, tidak ingin pergi juga." gumam seorang mahasiswa.
"Beraninya dia mengatakan itu? " Orang - orang di sekitar mereka memandang Arsa Kenandra seperti orang gila. Rita Maharani menghentakkan kakinya dengan marah.
"Apakah kamu melihat itu adik cantik? Kamu ingin membantunya tetapi dia tidak menghargainya sama sekali." David berkata kepada Rita Maharani.
"Arsa Kenandra, kamu benar-benar tidak tahu siapa yang kamu hadapi kan? Aku tidak tahu apakah kamu akan hidup atau mati. Kamu ingin menjadi seseorang yang berani kan? Kalau begitu aku tidak akam peduli lagi denganmu. Aku ingin melihat, bagaimana cara kamu mengatasi masalah ini." Rita Maharani berkata dengan marah. Rita Maharani berbalik dan kembali ke tempat duduknya lagi.
"Teman-teman, lakukan untukku, pukuli Bocah itu sampai mati sekalipun. Jangan di beri ampun. Aku ingin tahu bagaimana dia bisa selamat." Tanpa menghentikan David, Rita langsung memberi perintah kepada anak buah David. Delapan orang yang berada di dekat David bergegas mendekati Arsa Kenandra lagi.
"Hentikan! " Tiba-tiba terdengar suara sorak-sorai yang keras. Semua orang mengikuti arah sumber suara itu berasal.
__ADS_1
"Kelvin Wiguna! " setelah melihat siapa yang datang, kerumunan mahasiswa itu mundur seperti di komando dan memberikan jalan lebar kepada Kelvin Wiguna. Di depan semua orang, sosok Kelvin adalah seorang laki-laki hebat, saat ini iya datang dengan mengenakan jas dan potongan rambut yang begitu keren. Berusia sekitar dua puluh enam atau dua tujuh tahun, sosok lelaki yang berjalan dengan sikap yang luar biasa. Dia adalah pemilik Resort pemandian Air hangat, Kelvin Wiguna, generasi kedua yang merupakan generasi kaya di kota Surabaya.