Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Rencana Kegiatan Kampus


__ADS_3

"Tuan Wasis, mari kita sewa seorang pembunuh yang menggunakan senapan sniper untuk membunuhnya dari jarak jauh. Betapapun kuatnya pengawalnya, percuma! Dia dan pengawalnya akan mati karena tertembak." Seno berkata dengan tersenyum.


"Benar! Kamu benar sekali. Kenapa aku sampai tidak kepikiran sampai di situ ya." Begitu Wasis Adiguna menepuk pahanya, wajahnya penuh dengan ekspresi kegembiraan.


"Metode ini sungguh luar biasa, biar pun pengawalnya kuat, tapi, mana bisa dia menghentikan peluru senapan sniper?" Wasis Adiguna berkata sambil tersenyum. Lalu, Wasis Adiguna buru-buru menatap Seno.


"Seno, kamu harus menyewa seorang pembunuh yang kamu maksud itu untukku sekarang juga. Ingat! Pilih seorang pembunuh dengan keahlian menembak yang hebat. Uang tidak menjadi masalah!" Wasis Adiguna berkata buru-buru.


"Tuan Wasis, yakinlah kalau saya akan melakukannya dengan benar dan menebus kesalahan terakhir yang membuat anda sangat marah." kata Seno sambil mengangguk.


"Bagus! Aku akan memberi imbalan yang besar kalau kamu sudah berhasil membunuh bocah itu! Aku percaya, betapapun cakapnya dia dalam melindungi Arsa Kenandra kali ini, semua itu tidak akan pernah berguna jika sudah di hadapkan pada peluru yang akan menembus jantungnya!" Wasis Adiguna mengucapkan bisikan yang melengking. Dalam kata lain, dia berkata dengan lantang.


Universitas Kota Surabaya,


Di dalam kelas.


"Arsa! " panggil seorang gadis.


"Talita, apakah itu kamu? " jawab Arsa saat iya mendengar namanya di panggil sambil menoleh ke arah sumber suara. Setelah mendapat respon, Talita berjalan menghampiri Arsa Kenandra. Arsa pun mendongak dan melihat Talita. Tiba-tiba ekspresi Talita menunjukkan sedikit keterkejutan. Arsa Kenandra pun juga tidak menyangka kalau Talita akan mau untuk menemui dirinya sendiri. Namun Arsa Kenandra merasa sedikit tidak nyaman karena tidak bisa menerima cinta gadis di depannya itu.

__ADS_1


"Arsa... Aku..." Talita berkata dengan ragu-ragu seolah sedang mencari Arsa Kenandra. Dan Arsa Kenandra juga menyadari sesuatu, yaitu kalau keadaan Talita Olivia juga tidak terlihat terlalu baik.


"Apa terjadi sesuatu padanya? " gumam Arsa dalam hati.


" Talita... Talita... Kalau ada yang bisa aku bantu, tolong beritahu aku." kata Arsa Kenandra.


"Tidak...Tidak jadi... Tidak apa-apa. Tidak jadi Arsa." Talita memaksakan senyumnya, lalu iya berbalik dan berjalan pergi dengan cepat. Arsa Kenandra berteriak di belakang Talita, tapi Talita tidak menoleh ke belakang lagi sama sekali. Arsa Kenandra yakin kalau Talita sedang mencarinya, pasti ada sesuatu yang tidak beres, tapi Arsa Kenandra tidak bisa menahannya jika dia pergi tanpa mengatakan apa pun.


"Oh, aku benar-benar melihat ketidakadilan." ucap Adit, teman satu meja Arsa. Dia tidak bisa menahan nafas. Adit tahu tentang hubungan antara Arsa Kenandra, Talita Olivia dan Rita Maharani. Dan dia merasa tidak akan mampu untuk membantu Arsa Kenandra.


"Arsa, aku punya saran agar kamu bisa mendapatkan yang terbaik dari kedua wanita cantik itu." Adit berkata sambil tersenyum.


"Oh ya? Bagaimana caranya? " Arsa Kenandra menatap Adit.


"Keduanya? "Arsa Kenandra tertegun. Dia tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan punya ide buruk sobat." sambung Arsa kembali


" Baiklah... Maaf. Arsa, anggap saja aku hanya bercanda. Aku tidak akan membicarakannya lagi." kata Adit sedikit menyesali ide konyolnya itu.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, Adit, kenapa akhir-akhir ini aku tidak melihat pacarmu? " Arsa Kenandra menatap Adit sambil bertanya.


"Aku putus dengannya, dan apa yang kamu katakan sebelumnya itu benar. Dia adalah seorang gadis yang matre. Setelah dia tahu kalau kamu kaya, dan ku erteman baik denganmu, dia selalu memberi aku nasihat yang buruk, dia selalu memintaku untuk meminta uang padamu. Bagaimana wanita seperti itu bisa aku pertahankan? Aku memilih putus dengannya secara sukarela." kata Adit.


"Wanita seperti ini, ada baiknya di tinggalkan sejak awal, agar tidak merusakmu di masa depan." kata Arsa Kenandra dengan mengangguk.


Seusai kelas pagi itu, Arsa Kenandra dan Adit berjalan di jalan di halaman kampus.


"Arsa, lihat kerumunan itu. Ayo kita lihat ke sana apa yang terjadi! " Adit menunjuk ke depan yang saat ini sedang ada kerumunan para mahasiswa. Jadi, Arsa Kenandra dan Adit langsung maju. Begitu kedua pria itu masuk ke dalam kerumunan, mereka melihat ada kader serikat mahasiswa sedang mempromosikan sebuah kegiatan untuk di ikuti oleh para mahasiswa Universitas Kota Surabaya.


"Ini adalah pesta topeng yang diselenggarakan oleh perkumpulan mahasiswa kampus kita, yang diadakan bersama dengan STIE jurusan Keuangan dan Ekonomi Kota Surabaya. Tujuan utamanya adalah untuk menjalin pertemanan! " kata seorang kader perkumpulan mahasiswa.


"Ada banyak gadis cantik di Kampus keuangan dan ekonomi." kata seorang mahasiswa menanggapi pengumuman tersebut.


"Ya, terus terang, itu berarti mengambil kesempatan untuk menjalin hubungan sebagai pacar, atau bahkan berhubungan yang lain! " Para siswa di dalam kerumunan itu langsung membicarakannya, dan mereka semua terlihat sangat bersemangat sehingga ingin berpartisipasi.


"Ini dia si cantik bunga kampus kita, Rita! " teriak seorang mahasiswa. Tiba-tiba terjadi keributan di tengah kerumunan, saat Rita Maharani masuk ke dalam kerumunan itu. Ternyata Rita Maharani juga lewat sini dan melihat banyak orang di sekitar sini. Jadi, dia ingin melihat apa yang terjadi.


"Rita! " Saat Arsa Kenandra melihat Rita Maharani, dia langsung menghampiri Rita Maharani dan menyapanya.

__ADS_1


"Kebetulan sekali, Rita, aku bertemu denganmu di sini." kata Arsa saat sudah mendekat.


"Siapa yang mau bertemu denganmu? " jawab Rita Maharani sambil melirik Arsa Kenandra. Adegan ini langsung menarik perhatian para mahasiswa di sekitar sana untuk berbisik-bisik.


__ADS_2