Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Bertemu Andika kembali


__ADS_3

"Apa? Ada masalah? " kata Arsa sambil tersenyum. Iya berkata sambil berjalan ke arah Rita dan langsung memeluknya. Seketika, Rita pun gemetaran. Dia tidak berharap Arsa akan memeluknya seperti ini. Rita berfikir kala Arsa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jika hal ini terjadi bukan di saat-saat seperti ini, Rita menjamin akan membuat Arsa sengsara. Tapi, jika dia marah pada Arsa sekarang, bukankah hubungan palsu tersebut akan terungkap. Setelah memikirkan hal ini, Rita hanya bisa menahan diri.


"Kamu, beraninya kamu memeluk Rita." Kata Andika yang melihat Arsa memeluk orang yang di sukainya itu. Iya berharap Arsa melepaskan pelukannya ke Rita. Sorot matanya menunjukkan kemarahan.


"Dia ini pacarku, kenapa aku tidak boleh memeluknya" kata Arsa sambil tersenyum.  Hedy juga berkata,


"Iya, dia memelukku karena memang kami adalah sepasang kekasih. Dan dia sangat peduli kepadaku." kata Rita juga. Meskipun dirinya merasa  marah kepada Arsa yang tiba-tiba memeluknya, dia masih harus berpura-pura demi menyelamatkan kebohongannya. 


"Ingat aku, karena kamu sudah berani melawanku, kamu akan tamat!" Geram Andika. Setelah berbicara, dia berbalik dan pergi. Rita melihat kepergian Andika yang di sertai rasa marah. Dia langsung menutupi mulutnya drngan telapan tanga  dan tertawa. 


Setelah itu, Rita menoleh dan menatap tajam ke arah Arsa. Iya berkata sambil mendorong Arsa agar menjauh. 


"Semua orang sudah pergi, kenapa kamu masih juga memelukku? Apa kamu masih tidak berpikir kalau tindakan itu cukup murahan, lepaskan." kata Rita dengan kesal. Iya belum pernah dipeluk seperti ini oleh laki-laki mana pun. Dia tidak pernah menyangka kalau pacar palsunya itu akan memeluknya. 

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat galak? Apakah kamu tidak membiarkan aku berperilaku baik seperti yang kamu katakan tadi ketika aku di dalam mobil? Aku melakukan apa yang kamu maksudkan." jawab Arsa masuk akal. Rita pun langsung bingung mau menjawab apalagi. Iya ingin membantah, tapi tidak bisa karena ucapannya di mobil tadi.


"Tapi, kamu sangat harum dan manis." kata Arsa sambil tersenyum. Rita langsung saja menendang kaki Arsa karena emosi. 


"Ikut aku! " Kata Rita.


"Nah, kalau kamu tendang lagi kakiku, tidak akan ada yang mau membantumu untuk berpura-pura menjadi pacarmu lagi." kata Arsa sambil tersenyum kecut.


"Arsa, di acara pesta ini nanti ada 2 generasi kaya dan tampan. Terutama pemilik acara hari ini. Jangan sampai kamu memprovokasi dia. Kalau sampai kamu melakukan hal bodoh, aku tidak akan bisa membantumu." kata Rita terdengar sangat tegas.


"Oh, siapa tuan rumah pesta ini? Bagaimana kalau di bandingkan dengan Andika? " tanya Arsa.


"Andika? Andika memang pewaris kedua kota Surabaya yang kaya. Meskipun dia kaya, dia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan tuan rumah peata ini." kata Rita.

__ADS_1


"Oh, tapi kalau aku boleh tahu  siapa dia? " tanya Arsa Penasaran.


"Orang-orang biasa memanggilnya Kelvin Wiguna. Ayahnya adalah orang  asli Surabaya. Tapi bisnisnya menyebar di berbagai tempat. Kekayaannya mencapai trilyunan. Dan di kota Surabaya ini, hanya ada beberapa orang yang sama status sosialnya." kata Rita.


"Kelvin Wiguna? " gumam Arsa.


"Iya. Bahkan resort pemandian air hangat ini adalah miliknya. Tempat ini di bangun oleh keluarganya. Setelah jadi, resort ini di serahkan kepada Kelvin untuk melatih kemampuan berbisnisnya." kata Rita.


"Tapi, percuma saja aku memberitahumu banyak hal. Sekarang ikutlah denganku." kata Rita sambil mendorong pintu.


"Aku mau ke toilet terlebih dahulu, kamu duluan aja." kata Arsa.


"Oke, cepatlah. Nanti kamu bisa masuk srndiri ya." kata Rita. Iya melambaikan tangannya ke Arsa dan langsung mendorong pintu di depannya lalu masuk.

__ADS_1


__ADS_2