Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Meluruskan Kebenaran


__ADS_3

"Bos dari JET Group dan kemudian ada Tuan Toni sebagai pimpinan perdagangan kota Surabaya, terus ada... " kata salah satu pelayan menyampaikan dengan detai siapa saja yang hadir di sana. Pelayan tersebut menyebutkan lebih dari 10 bos yang berada di luar ingin bertemu dengan Arsa.


Pelayan itu menyebutkan nama lebih dari 10 bos besar dan petinggi dalam satu tarikan napas. Mantan Siswa yang ada di sana selain Varo juga gemetar setiap mendengar nama yang terucap dari bibir pelayan itu. Siapa di antara orang-orang ini kalau bukan konglomerat terkenal di Kota Surabaya? Apalagi ketika mendengar nama belakang dari konglomerat yang di katakan oleh pelayan itu, mereka merasa semakin bingung.


"Ya Tuhan, apakah Tuan Toni pimpinan Dagang Kota Surabaya ada di sini? Dia berkecimpung dalam dunia bisnis Kota Surabaya dan sangat dihormati! "kata Seseorang tang tidak dapat menahan diri untuk berseru, dan suaranya terdengar sangat keras.


"Benar! Apakah semua orang ini datang ke sini untuk menemui Arsa ? " Pada detik ini juga, Tuan Toni telah berjalan bersama lebih dari sepuluh bos besar. Ketika Varo melihat bos besar itu, dia tidak bisa menahan diri untuk menelan ludahnya yang kering. Salah satu dari orang-orang ini, yang dipilih secara acak, bisa membuatnya gemetar, apalagi mengumpulkan begitu banyak orang pada saat yang bersamaan.


Sedangkan orang lain yang berada di ruangan tersebut, ketika mereka melihat kelompok petinggi ini, mereka semua berkeringat dingin dan diliputi oleh aura kewibawaan satu sama lain. Mereka terlalu takut untuk bergerak. Mereka berkata pada diri sendiri bahwa mereka belum pernah melihat begitu banyak melihat gerombolan orang-orang besar sekaligus seperti ini. Hal Ini cukup untuk menjadi topik pembicaraan selama sisa hidup mereka.


"Halo, Tuan Arsa!" Setelah Tuan Toni mengajak semua bos ke dalam ruangan, dia langsung berjalan ke arah Arsa. Dia Ini adalah Bos Yang Punya Ratusan Milyar atau bahkan aset bernilai lebih dari satu trilyun, dengan hormat, iya memberi hormat kepada Arsa.

__ADS_1


"Tuan Arsa, saya mengadakan pesta dengan para bos ini di ruang VIP 88. Ketika saya mendengar Anda berada di sini, semua orang datang untuk menyapa Anda dan bersulang untuk minum," kata Tuan Toni sambil tersenyum.


"Permisi, saya, Arsa Kenandra, akan berterima kasih atas kedatangan kalian semua. Saya dengan senang hati akan minum bersama Anda," kata Arsa dengan tenang. Kemudian, Arsa mengambil segelas wine dan meminumnya bersama orang banyak itu. Para mantan siswa yang menyaksikan adegan ini gemetar sampai ke kakinya. Kenapa semua petinggi yang berkuasa ini setelah melihat Arsa semuanya harus merendahkan diri?


Varo semakin putus asa. Mereka tidak dapat membayangkan betapa sulitnya Arsa mencapai titik ini. Namun, pada titik ini, Varo belum mengetahui siapa Arsa Kenandra yang sebenarnya. Namun dia mengetahui bahwa Lamborghini milik Arsa jelas tidak disewa. Para bos di depannya sudah cukup untuk menimbulkan rasa takut dalam dirinya, dan mengungkapkan identitas kuat Arsa. Hanya saja dia tidak bisa membayangkan betapa kuatnya identitas Arsa hingga membuat para bos ini tunduk kepada dia.


Setelah Tuan Toni dan para bos selesai bersulang, mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi mengganggu Arsa, lalu keluar dari ruangan tersebut.


"Para bos yang datang untuk menyambut saya dengan bersulang seharusnya tidak lebih buruk dari dua bos kamu yang memiliki aset bernilai puluhan milyar sebelumnya kan Varo? " kata Arsa dengan nada dingin.


"Aku... " Varo menyeka keringat dingin di dahinya dan tersipu dan tidak bisa bicara atau meneruskan kalimatnya. Saat ini, Varo tiba-tiba teringat kalimat yang diucapkan Arsa sebelumnya. Sebelumnya, Arsa mengatakan bos dengan aset kurang dari 100 Milyar tidak memenuhi syarat untuk bertemu dengan dirinya. Bos yang mempunyai uang kurang dari satu miliar dolar harus bersikap hormat saat bertemu dengannya, dan bahkan milyarder pun tetap harus bersikap sopan padanya. Mendengar perkataan Arsa, Varo dan para siswa yang hadir saat itu hanya menganggap itu lelucon besar. Namun kini perkataannya telah terbukti, sungguh parah.

__ADS_1


"Sekarang masih ada yang mengira kalau Lamborghini-ku itu sewaan? Siapa lagi yang mengira aku hanya membual dan pura-pura kaya? " tanya Arsa pelan. Seluruh mantan siswa yang hadir menggelengkan kepala seperti terhipnostis karena merasa gemetar ketakutan.


Sekarang, siapa yang berani mempertanyakan kekuatan Arsa? Siapa lagi yang berani meremehkannya? Siapa lagi yang berani menertawakannya? Tentu saja, tidak seorang pun dalam ruangan itu.


"Arsa, identitas seperti apa yang kamu punya? Kenapa... Kenapa bahkan para bos besar itu pun harus menghormati kamu? " Nindira mau tidak mau bertanya.


"Benar Arsa. Identitas apa yang kamu miliki?” Teman lamanya juga bertanya. Kejadian barusan juga membuat Riki sangat ketakutan.


"Pimpinan Kendi Grub? " jawab Arsa hingga membuat Semua orang kaget. Semua orang yang berada d sana memandang Arsa. Mereka semua ingin mengetahui identitas sebenarnya dari Arsa. Salah satu alasannya adalah karena para petinggi yang berkuasa itu tunduk padanya. Bahkan Varo dan kedua anjing piaraannya memandang Arsa dengan rasa ingin tahu karena mereka juga ingin tahu.


"Sekarang saya sudah sampai pada titik ini, izinkan saya meluruskan hal ini. Saya saat ini adalah Pimpinan Atau CEO Kendi Grup Cabang Kota Surabaya,” kata Arsa dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2