
Setelah meninggalkan planet cafe Internet, Arsa dan Adit langsung membawa Zefran Restaurant. Dan semua pemuda pembuat rusuh di bawah pimpinan Zico, mereka semua nya telah berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Di Restaurant, Adit memberi tahu Zefran bahwa kalau Arsa adalah pimpinan Kendi group serta cucu dari tuan Andi sudiryo.
"Apa? CEO kendi grub? Cucu Andi Sudiryo? " mata Zefran membelalak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Adit. Zefran sangat tahu bagaimana kekuasaan dan pengaruh kendi grup dan pemiliknya, Andi sudiryo. Jika sebelum nya, Zef tidak akan percaya dengan apa yang di katakan oleh Adit. Tapi saat dia melihat Arsa mengendarai mobil sport termahal serta ia bisa memanggil banyak orang yang membantunya tadi, Zef yakin apa yang dikatakan oleh Adit itu tidak salah.
"Arsa juga membeli restoran ini," kata Adit sambil tersenyum. Pantas saja saat tadi Zef pertama kali memasuki restoran tersebut, Iya mendengar kalau pelayan di sana memanggil Arsa dengan sebutan Bos. Saat itu zat benar-benar merasa bingung. Hingga akhirnya ia memahami apa yang sedang terjadi.
"Arsa, kenapa kamu membeli Restaurant ini? " tanya Zef sedikit bingung.
"Tidak kenapa-napa, aku hanya membelinya untuk bersenang-senang saja. Aku akan menggunakannya sebagai kantin pribadi. Toh dengan begitu tidak perlu mengeluarkan banyak uang," kata Arsa dengan enteng.
"Mengesankan! Benar-benar Mengesankan!" Zef langsung mengacungkan kedua jempolnya. Dia tidak pernah bermimpi kalau dia akan berteman dengan Arsa yang tiba-tiba menjadi orang yang sangat kaya.
__ADS_1
"Zef, mulai sekarang jangan terlalu sering ke warnet. Berhentilah dan carilah hal-hal yang lebih berguna. Apa kamu mau diintimidasi seumur hidupmu?" kata Arsa dengan sangat serius.
"Arsa, aku akan mengubah kebiasaanku nongkrong di warnet." jawab Zef sambil mengangguk dengan sungguh-sungguh. Diperlakukan buruk di hari ini benar-benar berdampak buruk pada kejiwaan Zefran.
"Aku yakin, kalau kamu bisa mengubah kebiasaan buruk mu dengan tidak selalu nongkrong di warnet, kalau kamu mengalami kesulitan ataupun ada masalah di lain waktu, aku pasti akan bisa membantu kamu." kata Arsa dengan serius.
"Kamu serius Sa?" tanya Zef dengan sangat bersemangat. Dia tahu dengan keadaan yang seperti itu dan berteman dengan Arsa dia akan bisa mengubah kebiasaan buruk itu. Arsa baru sekali ini membantu masalah terberat Zef. Dan temannya itu terlihat sangat santai di dalam melakukannya. Dan dari semua itu, kemungkinan besar Zef akan merubah hidupnya.
"Oke, Karena makanannya sudah keburu dingin, lebih baik kita makan terlebih dahulu." kata Adit yang mengambil sendok dan garpu dengan sangat sopan. Mereka bertiga pun makan dengan lahap. Malam ini Arsa merasa senang karena bisa membantu orang lain lagi. Masalah penindasan memang sudah seharusnya di hapuskan dari kehidupan. Agat hidup menjadi tenang dan damai.
Keesokan paginya di Kejora Grup.
Di rumah Wasis Adiguna, di dalam kamar tidur.
__ADS_1
"Tuan Wasis, kenapa bau sekali? Toilet di rumah kamu sedang tidak meledak kan? Aku merasa mau muntah." Gumam Hani, salah satu wanita penghibur Wasis Adiguna. Iya segera mendorong Wasis sedikit menjauh, iya juga menyumpal hidungnya dengan tangan.
"Sial, bau sekali. Bau apa ini? " Kata Wasis yang telah mencium bau yang sangat menyengat itu. Dia mengumpat dan terus menutupi hidungnya dengan tangan. Iya merasakan sakit mata. Entah apa penyebabnya.
"Tuan, tuan Wasis... Tuan." Panggil seseorang dari luar kamarnya saat iya mau melihat apa yang terjadi sehingga menimbulkan bau tidak sedap itu. Setelah iya membuka pintu, iya melihat asistandnya yang berdiri di depan pintu dengan wajah yang sangat tegang.
"Apa yang terjadi?" tanya Wasis dengan rasa heran.
"Seluruh pintu yang ada di rumah ini penuh dengan kotoran. Dan berada tepat di depan pintu masuk. Baunya benar-benar sudah tidak tertahankan lagi. Tuan Wasis harus melihatnya sendiri." kata asisten Wasis yang saat ini berbicara dengan suara seolah-olah takut.
"Bagaimana mungkin ada banyak kotoran di rumah ini?" Wasis merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh asisten pribadinya itu. tapi dari bau yang benar-benar menyengat itu, Wasis tidak bisa untuk tidak percaya.
"Mari tuan! " Ucap assistandnya. Akhirnya Wasis pun berjalan menuju ke pintu. Dia melihat banyak sekali kotoran manusia yang menghalangi pintu keluar masuk rumah tersebut. Hingga menarik perhatian semua lalat yang tak terhitung lagi jumlahnya. Pemandangan tersebut terlihat sangat menjijikkan. Banyak pelayan yang muntah di tempat saat menyaksikan kejadian.
__ADS_1