
"Aku adalah pacar Rita sekarang, jadi aku harus menemaninya dengan cara apapun yang aku bisa."jawab Andika dengan begitu bangga.
"Apa yang kamu bicarakan?" Kata Arsa sambil memelototi Andika.
" Kamu pacar Rita? " ucap Arsa seakan tak percaya.
"Betul Arsa ! Dia adalah pacarku sekarang, jadi kamu bisa melepaskan aku sepenuhnya! " kata Rita.
"Rita, apakah kamu bercanda? Apakah kamu tidak membenci pria itu? " Balas Arsa.
"Apakah kamu melakukan ini untuk membuatku menjauh?" tanya Arsa.
"Itu bukan urusanmu," kata Rita sambil menatap Arsa dengan dingin.
"Lagipula, hubungan dia denganmu sudah berakhir. Dan sekarang, Rita lebih memilih bersama denganku." Andika menimpali.
"Kamu sudah dicampakkan oleh Rita, tapi kenapa kamu begitu tidak tahu malu dan tidak tahu diri? Bukankah kamu bajingan miskin yang sama sekali tidak pantas mendapatkan Rita?" kata Andika menghina.
"Kamu berani mengatai aku seperti itu? Harus kamu tahu ya, siapa pun yang mencoba untuk tidak menghormati aku, harus membayar dengan konsekuensi yang besar," kata Arsa sambil menatap tajam ke arah Andika. Tiba-tiba, Papa Rita, tuan Endrow, berdiri dan menatap putrinya sendiri dengan tatapan khawatir.
"Rita, tolong beri tahu aku kalau kamu hanya main-main." Meskipun Andika memiliki lebih banyak uang dan status tinggi, Endrow memandang rendah dirinya, karena kekayaan Andika tidak sebanding dengan calon menantunya itu, yang jauh lebih baik daripada Andika.
"Paman Endrow, anda harus berbahagia untuk Rita, karena dia harus meninggalkan kehidupan miskin yang Arsa miliki. Jika dia tidak melakukannya, mustahil baginya untuk bisa bahagia." kata Andika kepada Endrow .
"Omong kosong! Apa yang kamu ketahui tentang keluarga kita?!" Teriak Endrow. Sebelum semuanya menjadi tidak terkendali, Arsa menyela Endrow.
" Tuan Endrow, ini adalah perseteruan antara saya dan Andika, jadi biarkan saya menanganinya sendiri." Ketika Endrow mendengar apa yang dikatakan Arsa, dia hanya mengangguk dan mencoba menenangkan dirinya. Dia tahu siapa Arsa sebenarnya, dan dia tahu bahwa Arsa ingin berurusan dengan Andika secepat mungkin, jadi dia tidak mencampuri urusan itu.
"Jangan berkata apa-apa lagi." kata Arsa kepada Andika. Saat itulah Arsa memandang Rita terlebih dahulu dengan ekspresi serius.
"Rita, aku di sini untuk menemuimu hari ini. Apa bisa aku berbicara dengan kamu? " Ada kilatan keraguan di mata Rita, tapi dia mengambil keputusan hampir dalam sekejap.
" Tidak ada yang perlu dibicarakan di antara kita! " Tiba-tiba, Andika berdiri tepat di depan Rita.
" Kamu bilang mau bicara dengan pacarku kan? Tapi sebelumnya kamu harus bertanya, apakah aku setuju." Andika tidak menyembunyikan arogansi yang menyertai apa yang dia katakan, seolah-olah dia pamer bahwa dia telah berhasil menjadikan Rita miliknya. Namun, darah Arsa malah mendidih ketika mendengar kata-kata itu. Karena Rita dan dia sudah berhubungan meskipun tidak di sengaja, dia sudah menganggap Rita sebagai wanitanya sendiri.
__ADS_1
" Kalau begitu, bagaimana kalau kita bicara berdua saja? " kata Arsa sambil memelototi Andika.
"Tidak apa-apa." Kata Andika sambil tersenyum.
"Aku juga ingin berbicara berdua dengan kamu." Dengan itu, baik Arsa maupun Andika langsung keluar dari rumah Rita dan pergi ke sudut tepat di luar pintu.
" Katakan saja Arsa apa yang mau kamu bicarakan." kata Andika sambil menatap Arsa dengan dingin. Dia tidak menganggapnya serius sama sekali karena Arsa hanya orang miskin tanpa uang dan kekuasaan.
"Kamu yang merusak reputasiku dengan menyebarkan desas-desus di beranda Sosmed kampus, kan?" kata Arsa dengan segera.
"Rumor apa? " Andika tertawa mendengar itu.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya kepada semua mahasiswa di kampus. Apa kamu ingin berpura-pura menjadi kaya agar bisa dikagumi orang lain bukan? " Andika berkata dengan hinaannya.
"Aku bisa menerimanya." kata Arsa tegas.
" Tapi dalam kasus Rita, aku tidak akan memiliki toleransi apapun. Aku akan memberimu kesempatan untuk meninggalkan Rita, atau kamu akan tahu konsekuensinya." ucap Arsa tegas.
"Apakah kamu memerintahku? " Andika terkekeh .
"Benar-benar imut. Apa yang bahkan bisakamu banggakan?" kata Andika lagi.
"Tunggu... Kamu pimpinan Kendi Group?" Andika tertawa.
"Apakah kamu mencoba menakutiku dengan berpura-pura bahwa kamu adalah pimpinan Kendi Grup? Kamu tidak bisa berbohong padaku." Andika tetap bersikap srmaunya sendiri.
Kemarahan langsung muncul di mata Arsa ketika dia mendengar kata-kata Andika. Dia biasanya tidak mudah terpengaruh, tapi begitu orang membuatnya marah, konsekuensinya benar-benar akan tak terbayangkan. "Sepertinya kamu tidak menghargai kesempatan yang kuberikan padamu." Arsa memelototi Andika.
"Nanti kamu pasti akan menyesali keputusanmu. Setelah itu, aku akan membuatmu berlutut dan memohon belas kasihan." kata Arsa terdengar geram.
" Kamu serius? " tanya Andika dengan hinaannya dan tertawa lebih keras lagi.
"Apakah kamu benar-benar berharap aku percaya pada kata maaf kamu? Pergilah bajingan! Kamu tidak pantas untuk Rita." Ucap Andika. Ketika dia sudah selesai tertawa, dia langsung berjalan ke dalam rumah Rita. Arsa tidak memasuki rumah Rita lagi, dan malah sebaliknya, dia langsung berbalik dan pergi. Arsa hanya bisa memikirkan satu hal saat itu, dan dia bersumpah akan membuat Andika menyesali semua yang dia lakukan karena sudah mempermalukannya.
Sementara itu, di saat Andika masih berbicara dengan Arsa, Endrow memutuskan untuk mendekati putrinya. "Permainan apa yang sedang kamu mainkan, Rita? Bukankah kamu sangat membenci Andika? " kata Endrow sambil
__ADS_1
" Dulu iya, tapi sekarang sudah tidak lagi " jawab Rita.
" Papa tidak peduli kan pada keluarga pacarku? Keluarga Andika seribu kali lebih baik daripada keluarga Arsa. Apa yang membuat papa tidak puas? " jawab Rita dengan entengnya. Pada saat itu pula, Endrow hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sang putri.
Di Saat yang bersamaan, Andika masuk ke dalam Rumah Endrow seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Di mana Tuan Arsa?" Tanya Endrow.
"Om Endrow, dia menjadi takut padaku karena hal-hal yang kukatakan padanya. Dia ketakutan setengah mati sekarang. Kemungkinan besar, dia tidak akan kembali ke sini lagi." jawab Andika sambil tertawa. Endrow hanya mencibir Andika dalam hati. Tidak mempercayai apa yang di katakan oleh anak muda di depannya itu. Dia tahu jauh di dalam kepalanya, bahwa Arsa tidak akan terintimidasi oleh laki-laki seperti Andika. Belum lagi, dia tahu latar belakang Arsa bagaimana, jadi apa yang di katakan oleh Andika itu sama sekali tidak mungkin.
"Om Endrow, anak itu sangat miskin. Namun Anda kenapa memanggilnya Tuan Arsa? Saya rasa panggilan Itu terlalu menyanjung." tambah Andika. Endrow menggelengkan kepalanya.
"Andika, kamu telah menyinggung dia. Dan Itu akan menjadi kesalahan terbesar dalam hidupmu, tandai kata-kataku ini." kata Endrow berusaha mengingatkan.
"Om Endrow, dia adalah pembohong yang sangat handal. Anda belum pernah dibodohi oleh anak itu, kan?" Kata Andika.
"Baiklah, sudah cukup. Kamu bisa keluar sekarang , " kata Rita sambil melambai ke Andika. Bahkan, dia bahkan tidak menatap mata Andika sama sekali.
"Tapi Rita, aku belum makan malam . " Balas Andika.
"Terus kenapa? Kamu bisa beli makan sendiri, kan?” kata Rita sambil berjalan ke atas. Mau tak mau Andika mengerutkan kening ketika dia melihat Rita begitu acuh tak acuh padanya.
" Suatu hari nanti, aku akan mengambil keperawananmu Rita. Tunggu saja." kata Andika yang bergumam pada dirinya sendiri.
Sementara itu, setelah Arsa meninggalkan rumah Rita, iya langsung menuju Lamborghini miliknya agar bisa pergi ke sebuah rumah seseorang di kota.
Ketika Arsa tiba di sebuah rumah Sederhana, seorang lelaki tua berdiri di depan pintu. Orang tua itu adalah Toni Priawan. Dialah yang bertanggung jawab atas system perdagangan kota Surabaya. Dan dia sebenarnya ingin pergi menemui Arsa setelah dia memberikan kartu namanya kepada Arsa.
Setelah Arsa turun dari mobilnya, Toni tersenyum.
"Suatu kehormatan bagi saya, karena Tuan Arsa datang mengunjungi saya." kata Toni sambil tersenyum ramah.
"Halo, selamat sore tuan Toni." Kata Arsa sambil mengulurkan tangannya ke tuan Toni. Setelah mereka berjabat tangan dan Toni menyambut Arsa dengan hangat pula, Tuan Toni kemudian mengajak Arsa masuk ke dalam kediamannya yang sederhana. Saat itulah, Toni meminta pelayan untuk membuatkan Arsa secangkir kopi. Setelah Arsa meneguk kopinya, dia menatap tuan Toni.
"Tuan Toni, saya datang menemui Anda karena saya membutuhkan bantuan anda untuk melakukan sesuatu." kata Arsa dengan santun.
__ADS_1
"Tentu saja tuan muda. Saya bersedia melakukan apapun yang Anda inginkan. Saya akan lakukan selama saya bisa melakukannya." jawab tuan Toni.
"Saya ingin Anda mengundang semua miliarder di Kota Surabaya. Beri tahu mereka kalau saya mengundang mereka untuk makan malam di Hotel Kenari besok malam." kata Arsa sambil tersenyum.