
" Kita menang! Kita menang! " Terdengar Ada sorakan riuh di halaman Villa itu. Orang-orang Arsa Kenandra bersorak gembira dan bangga. Arsa Kenandra menarik napas panjang lega, dan pertempuran pun akhirnya usai. Sebelum Arsa Kenandra datang, dia tidak pernah menyangka akan bermain sekeras itu. Mereka sudah kalah jumlah namun tetap mampu tampil dengan baik dan menjadi pemenang.
Tiga jam kemudian di vila Tomi Sucipto, Andre Rama dan Fiko berjalan berdampingan.
"Arsa, orang-orang yang terluka telah diatur untuk mendapatkan perawatan," kata Andre Rama.
"Bagaimana dengan yang meninggal atau cedera orang-orang kita kali ini?" tanya Arsa Kenandra. Arsa Kenandra tahu bahwa pertempuran hari ini sangat sulit, dan korban jiwa pasti melebihi perkiraan awal Arsa Kenandra.
"Untungnya, orang-orang kita dilindungi oleh pakaian anti huru-hara, yang sangat bisa mengurangi korban jiwa. Namun masih lebih dari 30 orang telah kehilangan nyawa mereka, lebih dari 60 orang terluka parah dan lebih dari 200 orang terluka ringan." Andre Rama melaporkan. Arsa Kenandra menghela nafas. Iya sudah sudah sangat serius berusaha untuk bisa mengurangi korban jiwa ke tingkat tinggi dalam pertempuran yang mengerikan hari itu. Namun memikirkan begitu banyak orang-orangnya yang meninggal, masih sulit diterima oleh Arsa Kenandra. Menurut visi awal Arsa Kenandra, korban jiwa masih bisa dihindari, namun sayang sekali sering kali ada perbedaan antara imajinasi dan kenyataan.
Dan sudah bisa di pastikan, jika Hudoyo tidak menangkap Tomi Sucipto dengan cepat, maka jika pasukan Arsa masih terus bertarung pada saat itu dalam keadaan seeprti itu, dia takut tingkat kematian dan cedera pasukannya akan semakin meningkat di bandingkan dengan yang saat ini.
__ADS_1
Andre Rama melanjutkan,
"Arsa, musuh kehilangan lebih banyak orang karena tidak ada peralatan pelindung sama sekali untuk mereka. Jadi jumlah korban di pihak mereka jauh lebih tinggi daripada kita. Kematian ringan di pihak lain lebih dari seratus orang." ucap Andre Rama melanjutkan Arsa Kenandra mengangguk. Apa yang dikatakan Andre Rama kepadanya adalah apa yang dia harapkan.
"Aku serahkan padamu untuk mengurus semuanya, Fiko. Pihak perusahaan akan menanggung semua biaya yang akan di berikan pada keluarga masing-masing korban yang meninggal, dan biaya pengobatan untuk yang terluka, ditambah bonus 10 juta dari yang aku katakan kemarin. Saudara-saudara yang terluka parah akan ditingkatkan menjadi 20 juta rupiah, dan semua saudara yang terlibat dalam perang akan masing-masing akan di bayar sebanyak 20 juta. Saya harap itu cukup bagi mereka." kata Arsa Kenandra.
Sebelum perang, Arsa Kenandra menjanjikan biaya kompensasi sebesar 100 juta rupiah, namun Arsa Kenandra tetap menyebutkan tidak akan memperhitungkan masalah uang, ia akan menambah lagi. Dengan demikian, biaya perang itu lebih dari 1 milyar rupiah, yang tentunya merupakan pengeluaran yang besar. Tapi itu juga sejumlah uang yang tidak akan pernah bisa dihemat.
Perang benar-benar membuang-buang uang. Faktanya, bonus perdamaian atau kompensasi yang diberikan oleh Arsa Kenandra jauh lebih tinggi daripada yang diberikan oleh pasukan bawah tanah lainnya. Misalnya, biaya kompensasi yang diberikan oleh Tomi Sucipto kepada stafnya hanya 30 juta rupiah. Tentu saja, Arsa Kenandra, saat ini mengambil alih wilayah Tomi Sucipto. keuntungan yang bisa di hasilkan di masa depan pasti akan lebih dari itu.
"Selain itu, untuk saudara-saudara yang telah tampil baik dalam pertempuran ini, mereka akan di naikkan level atau jabatannya!" Arsa Kenandra dengan bangga mengumumkan.
__ADS_1
"Ya!" Fiko Reliso mengepalkan tinjunya lagi.
"Arsa, bagaimana dengan aku? Apa yang dapat aku lakukan untuk kamu?" Andre Rama bertanya.
"Kamu punya tugas yang lebih sulit. Sekarang Tomi Sucipto sudah mati, Kota Jombang saat ink adalah wilayah kita. Kamu hatus memimpin 500 saudara Perusahaan Keamanan Kendi kita untuk tinggal di Kota Jombanh, untuk mengambil alih semua situs dan bisnisnua. Bersihkan hati orang-orang Tomi Sugiono agar tak betperilaku seperti tuannya, menstabilkan hati dan pikiran rakyatnya sesegera mungkin." Arsa Kenandra menegaskan. Meski konsumsi perang itu sangat besar, namun sebagai hasil panen, Kota Jombang kini akan menjadi wilayah kekuasaan Arsa Kenandra.
" Aku pasti akan mengurusnya Arsa! " Nada suara Andre Rama tegas. Andre Rama adalah teman baik Arsa Kenandra di sekolah menengah pertama. Arsa Kenandra tentu saja mempercayainya.
"Andre, ada satu hal penting lagi yang harus kamu lakukan." Arsa Kenandra berdiri dengan tatapan bermartabat.
"Arsa, katakan saja dan aku akan melakukan apa yang kamu diperintahkan." Andre Rama menatap Arsa Kenandra dengan tegas.
__ADS_1
"Sejauh yang aku tahu, Kota Jombang merupakan daerah yang paling terkena dampak skema piramida, dan itu semua di sebabkan oleh Tomi Sucipto sebagai Bos di balik semua ini. Dia juga yang melindungi skema piramida tersebut. Tapi aku pasti tidak akan menghasilkan uang dari ini. tugas kamu adalah meralat personelnya, kamu harus memberhentikan semua bisnis MLM atau skema piramida itu di Kota Jombang! " kata Arsa Kenandra. Arsa Kenandra merasa tak pantas untuk mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat baik. Namun dalam batas kemampuan, apa yang di lakukannya itu, bisa untuk berbuat sedikit kebaikan. Selain niat balas dendamnya, Arsa memikirkan nasib orang-orang yang sudah terjerumus ke dalam bisnis tipu-tipu yang di komandoi oleh Tomi Sucipto. Makanya iya berusaha keras untuk mengalahkan Tomi Sucipto dan menghentikan bisnis tersebut. Agar tak ada lebih banyak lagi korban.
"Arsa, aku juga benci bisnis MLM. Aku hampir tertipu sebelumnya. Arsa, jangan khawatir, aku pasti akan melakukan pekerjaan ini dengan baik!" Andre Rama bersumpah. Kemudian, ketika dia berbalik dan pergi, dia mulai berniat ntuk seger apa yang di perintahkan oleh Arsa Kenandra. Dan untuk beberapa saat kemudian, mereka pasti sangat sibuk.