Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Memiliki Seutuhnya


__ADS_3

"Talita, dengarkan aku dulu." Kata Arsa Kenandra. Iya harus mengatakan dengan hati-hati agar tidak melukai hati Talita. Iya harus bisa menerima segala konsekuensi berkata jujur.


Setelah itu, Arsa Kenandra menceritakan kisah dirinya dan Resita Damayanti. Termasuk Resita Damayanti yang mengajaknya pergi ke Bar untuk mabuk, lalu mengantarkan ke hotel sendiri, dan kemudian Arsa Kenandra mabuk dan bangun seolah-olah keduanya mabuk dan sudah menjalin hubungan. Termasuk saat Arsa Kenandra bangun dan kebingungan. Padahal malamnya dia selalu berusaha menahan diri. Arsa Kenandra jujur ​​​​pada Talita Olivia.


"Talita, aku bersumpah, aku benar-benar tidak menyadari apa yang terjadi sampai aku tertidur! Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bangun dan tidur dengannya." Kata Arsa Kenandra dengan suara tak berdaya.


"Kamu tahu bagaimana karakterku, padahal aku tidak mengingat apapun." Lanjut Arsa Kenandra.


"Tapi itu sudah terjadi, dan mau tak mau aku harus bertanggung jawab padanya." ucap Arsa Kenandra merasa marah.


"Apakah kamu masih menyukaiku? Apakah kamu masih menyukaiku? kamu masih mau aku jadi pacarmu?" Talita menatap Arsa Kenandra.


"Tentu saja!" jawab Arsa Kenandra tanpa ragu.


"Cukup. Selama kamu masih menyukaiku dan masih mengakuiku sebagai pacar. Aku bisa mengabaikan kehadiran orang lain." jawab Talita. Arsa Kenandra menghela nafas lega. Dia tidak menyangka Talita akan berinisiatif mengatakannya. Bagi Arsa Kenandra, ini mungkin satu-satunya cara untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua nya.


Ketika Talita selesai mengatakan ini, dia berinisiatif untuk memeluk Arsa Kenandra. Dia tiba-tiba duduk di pelukan Arsa Kenandra dan berkata,


"Tahukah dia siapa aku? Bisakah dia menerima kalau kamu adalah milikku? "


" Kamu tahu bagaimana aku. Aku pasti tidak akan selingkuh dalam hal seperti ini, jadi aku sudah memberitahunya kalau aku sudah punya pacar. Dia bilang dia tidak keberatan, tapi dia ingin sebuah tempat." Kata Arsa Kenandra.


"Itu bagus! " Talita tersenyum.

__ADS_1


"Talita, ini..." Talita tiba-tiba mengaitkan lengannya ke leher Arsa Kenandra dan menempelkan tubuh di depan Arsa.


"Arsa Kenandra, kamu sudah tidur dengan dua wanita. Aku ini pacarmu, dan aku menginginkanmu! " kata Talita dengan Pelan.


Saat Arsa Kenandra di peluk oleh Talita, Dia kaget. Lagi pula, Talita biasanya adalah seorang gadis yang sangat pendiam.


"Ada apa? Kamu tidak bisa? " Talita berkata dengan kelu.


 "Tentu saja tidak! " Arsa Kenandra menyeringai. Arsa Kenandra lalu langsung mencium Talita. Arsa Kenandra sebenarnya pun jugabselalu memikirkan hal ini. Dia pernah menjalin hubungan dengan Rita Maharani dan Resita Damayanti, dan Talita adalah pacar aslinya.


Satu jam kemudian. Keduanya terjerat nafsu di ruang tamu sebelum memasuki kamar Talita. Talita meringkuk di pelukan Arsa Kenandra. Baunya harum. Di seprai, setetes warna merah menetes. Ini adalah pertama kali baginya.


"Yah, aku tidak mau mendengarnya!"


"Aku bersumpah! Aku milikmu selama sisa hidupku, sampai maut memisahkan kita!" Arsa Kenandra mengangkat tangannya dan bersumpah.


Sore berikutnya. Telepon Arsa Kenandra berdering. Setelah malam melakukan kegilaan, keduanya tidur keesokan paginya. Tadi malam, dia menjadi gila dengan Talita sepanjang malam. Arsa Kenandra merasa sangat lelah. Arsa Kenandra masih kesulitan turun dari tempat tidur, mengetahui bahwa nomor ponselnya semua tentang pekerjaan. Pihak lain meneleponnya untuk memastikan mereka ada janji malam itu.


Arsa Kenandra meraih telepon dan sepertinya ada panggilan dari Adit. Arsa Kenandra akan makan malam dengan Adit malam ini. Dia sudah lama tidak bertemu dengannya. Dia tidak melihatnya selama lebih dari 2 minggu selama dia di Kota Jombang.


"Adit." Arsa Kenandra langsung menelepon balik.


"Arsa Kenandra, apakah kamu sudah kembali ke Surabaya? A-aku ada masalah di rumah." Terdengar suara resah Adit di seberang telepon.

__ADS_1


" Masalah? Masalah apa? " Tanya Arsa Kenandra.


"Ada beberapa orang yang datang ke tokoku untuk membuat onar." Kata Adit.


"Apa?!" Saat Arsa Kenandra mendengar hal itu, dia langsung sadar sepenuhnya.


"Adit, tunggu dulu. Aku akan ke sana!" kata Arsa Kenandra.


Setelah menutup telepon, Arsa Kenandra segera berpakaian.


"Apa yang terjadi, Arsa Kenandra? " Talita mengucek matanya yang masih mengantuk.


" Sesuatu terjadi pada keluarga Adit. Aku harus segera ke sana." Kata Arsa Kenandra.


"Baiklah, kalau begitu hati-hati. Pastikan dirimu Aman " Talita menasihati. Arsa Kenandra segera menyelesaikan berpakaiannya dan berlari ke bawah untuk mengendarai mobil bisnis yang di bawanya kemarin.


Dia mengendarai dengan tenaga penuh dan langsung menuju ke rumah Adit. kemarahan.


Meskipun Lamborghini milik Arsa Kenandra lebih cepat, ia masih ada di rumahnya.


Dia baru saja kembali ke Surabaya, jadi dia belum punya waktu untuk mengemudi.


Jarak dari rumah Talita ke rumah Adit tidak terlalu jauh. Arsa Kenandra berkendara ke toko Adit dalam sepuluh menit. Terdengar suara gedoran di toko. Tubuh Ayah sahabatnya itu penuh dengan darah.

__ADS_1


__ADS_2