
"Rafa, ingat dengan jelas semua kejadian hari ini, ingat semua kalau ini adalah hutang. Sekarang kamu berlutut tapi dalam keadaan terpaksa. Saya jamin, setelah kamu mempermalukan aku hari ini, di masa depan, aku akan membuat kamu membayarnya seribu kali lipat, Seribu kali lipat. " Arsa Kenandra memandang Rafa Winston yang sedang berlutut dan berkata dengan dingin
Rafa Winston tertawa meremehkan.
"Yah, aku menunggu apa yang kamu katakan Arsa Kenandra. Apa yang bisa kamu lakukan selain mengandalkan kakekmu? Apakah kamu ingin membalas dendam di masa depan? Pergi dan bermimpilah! Rafa Winston juga akan memberitahumu, urusanku belum selesai denganmu! Tunggu saja, akan ada suatu balasan yang akan aku berikan ke kamu, meskipun harus membunuhnu habis-habisan! " kata Rafa Winston.
"Bawa dia pergi! " Umar Said melambaikan tangannya lagi. Kemudian Rafa Winston dibawa pergi di bawah pengawalan dari para prajurit Umar Said.
"Andi, kalau begitu aku akan membawa orang-orang ini kembali ke tempat." Umar Said berkata kepada Andi Sudiryo dengan sopan.
"Baiklah, silakan. Saya harus bicara dengan cucu saya." kata Andi Sudiryo
Saat itu, sebuah Ferrari merah datang. Rita Maharani lari dari dalam Ferrari dan kebetulan dia melihat Rafa Winston dibawa pergi.
"Rafa? Kamu siapa? " Rita Maharani tampak bingung ketika Rafa Winston pegang oleh 2 orang. Rafa Winston tampak pucat. Lelaki itu saat ini dalam keadaan yang berantakan. Iya pun menatap Rita Maharani yang menatapnya.
"Rita, aku akan kembali untukmu. Tunggu aku! " Setelah Rafa Winston mengatakan itu. Dia di paksa masuk ke dalam sebuah mobil. Lalu, Rita Maharani berlari menghampiri Arsa Kenandra.
"Arsa, kamu baik-baik saja? " Rita Maharani mau tak mau bertanya.
"Aku baik-baik saja, tapi aku khawatir Rafa Winston akan mendapat masalah besar." Kata Arsa Kenandra. Ketika Rita Maharani melihat Arsa Kenandra baik-baik saja, diam-diam dia merasa lega.
"Rita... Kamu menyetir jauh-jauh ke sini, hanya untuk melihat apakah aku baik-baik saja? Apa kamu tidak membenciku? Kenapa kamu mengemudi hanya untuk menunjukkan kalau kamu peduli padaku? " kata Arsa Kenandra sambil tersenyum.
"Nggak usah terlalu percaya diri. Aku ke sini hanya mau ketemu dengan Rafa! " kata Rita Maharani dengan tangan di letakkan di pinggang.
"Benarkah? Lalu kenapa kamu menelepon Rafa Winston dan menjadi perantara untuk menyelamatkan aku?" Arsa Kenandra terhenti.
"Aku hanya tidak ingin Rafa mempermalukan dirinya sendiri" kata Rita Maharani ragu-ragu. Bagaimana mungkin Rita Maharani yang tegar itu mengakui kepada Arsa Kenandra bahwa dia benar-benar memohon kepada Rafa Winston?
"Arsa, apa yang kamu lakukan padanya, sehingga memprovokasi Rafa. Sampai memindahkan tank ke perusahaanmu? " Rita Maharani tak kuasa menahan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Bukan apa-apa, aku hanya mencari seseorang untuk menjatuhkannya, lalu mengangkatnya dan melemparkannya ke jalan, lalu mencari reporter untuk memberitakannya." Arsa Kenandra berkata dengan tenang.
"Beraninya kamu! Dia itu Rafa Winston dari The Winston Family! Kenapa kamu melakukan ini? Untukku?" Rita Maharani memandang Arsa Kenandra.
"Karena kamu? Kamu menganggap dirimu terlalu tinggi hanya karena kamu tidak menyukainya kan?" Arsa Kenandra terhenti. Arsa Kenandra harus mengakui di dalam hatinya. Bahkan, hatinya juga sedikit lunak karena Rita Maharani.
"Aku malas ngomong sama kamu. Aku pergi!" Rita Maharani langsung berbalik. Bagi Rita Maharani, saat melihat Arsa Kenandra selamat, batu di hatinya pun terjatuh ke tanah. Setelah Rita Maharani selesai, dia berbalik dan pergi.
Di kantor CEO gedung Kendi.
Arsa Kenandra tersenyum dan berkata,
"Kakek, kakek datang tepat pada waktunya hari ini. Ngomong-ngomong, bagaimana kakek bisa tahu kalau Rafa Winston akan melakukam ini padaku?" kata Arsa Kenandra. Jika Kakek Andi Sudiryo tidak datang hari ini ke perusahaan yang di pimpin Arsa Kenandra, dia tidak akan tahu hal apa yang akan terjadi padanya dan perusahaan.
"Rafa Winston itu memindahkan mobil tanknya. Bagaimana mungkin kakek tidak tahu tentang berita sebesar itu? Setelah aku menerima kabar pengerahan pasukan dan mobil tanknya pada jam 7 pagi tadi, kakek bergegas terbang ke Surabaya secepat mungkin." Andi Sudiryo berkata. Arsa Kenandra mengangguk, dan energi Kakek Andi Sudiryo berada di luar imajinasi Arsa Kenandra.
"Aku minta maaf soal tadi kek. Apakah aku dalam masalah besar kali ini? Seharusnya aku tidak menyuruh seseorang untuk memberi pelajaran Rafa Winston itu. Aku masih terlalu muda dan sombong." Arsa Kenandra menggaruk kepalanya. Arsa Kenandra sadar kalau dirinya salah. Dia menyuruh agar Tiger memberi palajaran pada Rafa Winston tadi malam. Hal ini menyebabkan kemarahan Rafa Winston, dan kemudian datang untuk membalas dendam dengan membawa mobil tank serta orang-orang bawannua dan senjata.
"Pada prinsipnya, dia akan bisa menderita kerugian karena amarah yang membuatnya bodoh. Sebab itu dia kehilangan akal sehatnya dan sangat konyol, sehingga dia mengendarai tank dan datang untuk membalas dendam padamu dengan peralatan dan bawahannya. Meskipun dia bahagia untuk sesaat, dia telah melakukan sebuah kesalahan, dan iya pasti akan menanggung konsekuensinya dan ini sangat serius," kata Kakek Andi Sudiryo. Arsa Kenandra mengangguk. Sejujurnya, Arsa Kenandra tidak menyangka, Rafa Winston menjadi segila itu.
"Saya mengerti kek." Arsa Kenandra mengangguk.
"Sikapnha itu menunjukkan bahwa saat dia marah padamu, dia bisa berubah menjadi anjing gila. Jika dia begitu nekat menggigitmu, itu juga akan memberimu pengalaman dan pelajaran untuk dipelajari untuk apa yang akan kamu lakukan di masa depan." Kata Kakek Andi Sudiryo. Kejadian itu benar-benar memberi pelajaran pada Arsa Kenandra.
"Kakek, tadi kakek bilang konsekuensinya untuk Rafa Winston sangat serius, lalu apa yang akan terjadi padanya?" kata Arsa Kenandra penasaran. Arsa Kenandra sangat prihatin dengan nasib Rafa Winston. kata Andi Sudiryo.
Orang di belakang saya akan melaporkan hal ini ke markas besar militer kalau dia menembak serta melukai seorang warga sipil. Sifat dari masalah ini sangat buruk bahkan jika dia mendapat dukungan kuat dari Keluarga Winston, tidak cukup baginya untuk menjadi kepala pasukan lagi. Keluarga Winston tidak akan bisa membantunya sama sekali."
"Jika itu kelemahan latar belakangnya, maka masa depan Rafa Winston tidak hanya akan hancur, tapi dia juga akan dihukum atau ditembak. Tergantung pada latar belakang Keluarga Winston, masa depannya harus dipertahankan atau tidak."
"Tapi dia terlebih dahulu akan diturunkan pangkatnya dan dihukum. Yang pasti dia akan dipindahkan dari Satuan Tim Tugas Khusus, dan itu akan meninggalkan titik hitam dalam hidupnya, yang mungkin akan sangat mempengaruhi promosi di masa depan."
__ADS_1
"Dia yang memintanya!" kata Arsa Kenandra dengan kejam.
"Ngomong-ngomong kek, siapa pria yang berada di belakangmu? "Arsa Kenandra tampak penasaran. Arsa Kenandra pernah mendengar sebelumnya, mendengar bahwa Kakek bisa memindahkan apa pun karena perusahaan kendi sebagai cadangannya.
"Orang di belakang saya juga seorang jenderal, dan dia menentang Ayah Keluarga Winston, itulah sebabnya saya berani menghadapi Keluarga Winston. Jika waktunya tepat, saya akan mengajak kamu menemuinya,” kata Andi Sudiryo. Arsa Kenandra mengangguk dan merasa bahwa Kakek begitu kuat sehingga dia memiliki pelindung yang kuat.
"Rafa Winston sekarang sudah akan kembali, dan kakek akan mencabut larangan di kawasan lindung sesegera mungkin."
"Oke, kakek akan kembali. Kamu, sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan aku mungkin ada urusan denganmu baru-baru ini. " Kakek Andi Sudiryo yang bebas berkata dan mereka berdiri pada saat yang bersamaan.
"Oh? Ada apa ? " kata Arsa Kenandra penasaran.
"Belum diputuskan. Aku akan memberitahumu beberapa hari lagi," kata Andi Sudiryo.
"Baiklah kek." Arsa Kenandra tidak bertanya lagi. Setelah sekian lama, Arsa Kenandra mengenal Kakek tidak peduli apa yang dia lakukan. Saya yakin itu demi kebaikannya sendiri. Jadi Arsa Kenandra mendengarkan pengaturan Kakek, apa pun yang diatur Kakek, Arsa Kenandra pasti akan mencoba yang terbaik dan memberinya jawaban yang memuaskan!
Omong-omong, peristiwa hari ini memang memberikan pelajaran mendalam kepada Arsa Kenandra. Pertama, dia kadang-kadang kurang berpikir matang. Kedua, Dia masih belum cukup kuat!
Arsa harus mengambil pelajaran dari apa yang terjadi hari ini, meskipun Rafa Winston sudah gila dan melakukan hal yang tidak masuk akal dengan mengerahkan tank dan peralatan untuk menangani dirinya. Dia benar-benar tidak mampu untuk melawan dan menghadapi situasi tersebut. Maka dari itu, Arsa Kenandra sangat berharap agar dirinya bisa menjadi lebih kuat, lebih cepat dan memiliki tenaga yang membuat Keluarga Winston takut padanya. Selain itu, untuk mengembangkan diri, Arsa Kenandra masih mengetahui caranyanya. Tapi dari setiap pertarungan akhir-akhir inj, dia dapat merekrut orang-orang yang mengetahuinya dan menjadi pelajaran. Meskipun kemampuan bisnis Arsa Kenandra sendiri tidak terlalu bagus, dia juga dapat menarik beberapa orang berbakat dalam dunia bisnis. Itulah hal pertama yang akan dilakukan Arsa Kenandra.
Setelah mengantarkan Kakeknya pergi, Arsa Kenandra bergegas ke ke rumah sakit untuk menemui Hudoyo dan Fendi. Seperti kata pepatah, seorang teman yang setia, pasti tidak akan meninggalkan seorang teman yang sedang terjatuh dalam kesusahan. Dalam menghadapi krisis saat itu, Hudoyo dan Fendi sepenuhnya berada di sisinya. Jangan bicara tentang Hudoyo lgi. Arsa Kenandra tahu betul betapa setianya Hudoyo pada dirinya. Arsa Kenandra tahu kalau Hudoyo rela memberikan nyawanya untuknya. Tetapi manajer umum Fendi, dia tidak seperti Hudoyo, dia belum pernah mengalami hal seperti itu, ketika dia ditodong pistol, dia ketakutan dan berkeringat dingin. Tetapi dia masih bisa dengan tegas mendukung Arsa Kenandra. hal Itu membuat Arsa Kenandra paham, kalau Fendi adalah orang yang bisa dipercaya. Jika Arsa Kenandra mewarisi seluruh Kendi Grub di masa depan, Arsa Kenandra pasti akan mengajak Fendi ke kantor pusat.
Di rumah sakit.
Arsa Kenandra melihat Hudoyo di bangsal, sementara Fendi, sedang menjalani operasi mengambil peluru yang menancap di kakinya.
"Hudoyo, ini bubir yang kubelikan untukmu. Kamu harus memakannya selagi masih panas. " kata Arsa Kenandra sambil meletakkan semangkuk sup di atas meja.
"Arsa, kamu tahu kalau kebetulan aku sedikit lapar." Hudoyo tertawa, lalu mengambil sup itu dan mulai memakannya.
"Omong-omong, Hudoyo, bagaimana dengan luka mu?" tanya Arsa Kenandra.
__ADS_1