Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Arsa bertindak


__ADS_3

William sudah pasti menyarankan jika Talita harus menggunakan tubuhnya untuk bisa meminta dana kepada sponsor. William sangat tahu kalau akan ada bos yang bersedia memberikan dana asal ada imbalannya. Setelah terdiam beberapa saat, William melanjutkan kata-katanya.


"Untuk pergantian anggota serikat berikutnya, aku akan merekomendasikan kamu untuk menjadi ketua serikat Mahasiswa. Selain itu, aku juga akan membantu kamu mendapatkan seleksi mahasiswa terbaik tahun ini serta beasiswa tingkat satu selama kamu bisa mendapat dana dari sponsor." ucap William.


"Beasiswa tingkat satu?" Talita merasa sedikit terharu. Beasiswa di kampus ini dibagi menjadi 3 tingkat, beasiswa tingkat 1 akan mendapatkan uang paling banyak tapi juga beasiswa yang paling sulit didapat. Talita tahu betul jika keluarganya benar-benar kekurangan uang. Jika dia bisa mendapatkan beasiswa tingkat satu, dia bisa membantu keuangan orang tuanya. Tapi Talita memilih untuk menggelengkan kepalanya.


"Maaf Willi, aku tidak bisa melakukan ini!" Tidak peduli sebagus apapun tawaran itu, Talita tidak akan pernah menggunakan tubuhnya untuk menempuh jalan pintas.


Wajah William pun berubah ekspresi.


"Talita, aku tidak sedang menegosiasikan persyaratan denganmu saat ini. Sebagai ketua, aku memberimu tugas ini." William berkata dengan dingin.


"Jika kamu tidak mematuhi perintahku, aku bisa saja mengeluarkan kamu dari himpunan mahasiswa dan kamu tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Penghargaan Mahasiswa Berprestasi tahun ini. Beasiswa pun tak akan kamu dapatkan. Dan bahkan yang paling mengerikan, kamu akan kesulitan untuk mencari pekerjaan nanti jika sudah lulus." William mengancam Talita. Talita benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Talita merasa sangat ketakutan dengan ancaman William. "Tapi asal kamu tahu, sebagai seniormu, aku masih bisa membantumu memikirkan sesuatu. Ada cara lain." Senyum serinhain muncul dari bibir William.


"Cara apa?" tanya Talita.


"Selama kamu mau berjanji untuk menjadi pacarku, aku akan membantumu mencari cara untuk mendapatkan uang sesuai jumlah yang tertera." William menawarkan hal lain sambil tersenyum.


"William, kamu... " Wajah Talita berubah kecut. William akhirnya mengungkapkan niat yang sebenarnya.


"Talita, banyak gadis yang ingin menjadi pacarku, tapi kamulah yang aku suka. Aku berjanji, jika kamu menjadi pacarku, aku tidak akan menyakitimu." kata William sambil tersenyum. Lelaki itu telah lama mendambakan kecantikan Talita, dan ingin Talita menjadi miliknya. Sudah beberapa kali William memberikan kode, tapi Talita selalu pura-pura seolah-olah dia tidak mengerti. Jadi kali ini, William langsung mengatakan pada Talita dan menggunakan posisinya untuk mengintimidasi gadis itu.


"Berjanjilah padaku, maukah kamu menjadi pacarku?" kata William dengan memohon yang terlihat jelas dari matanya. Dia mengulurkan tangannya dan mencoba memegang tangan Talita.


Sedangkan Talita sangat ketakutan dan mundur beberapa langkah untuk menghindari William, tapi sepertinya laki-laki itu tidak menyerah.


"Hentikan!" Arsa bergegas keluar langsung berjalan di depan Talita dan menghadang William.


"William, kamu benar-benar seperti binatang buas. Sangat tidak tahu malunya kamu mengggunakan posisimu untuk melakukan kotor seperti itu!" Arsa sudah tidak sabar lagi menahan amarahnya.

__ADS_1


"Dasar, tidak tahu malu!" Ucap Adit setuju dengan apa yang di katakan oleh Arsa.


"Siapa kalian berdua itu yang muncul secara tiba-tiba dan entah dari mana? Bahkan kalian berani memarahiku, apa kamu tidak tahu siapa aku? " Wajah William terlihat tidak suka.


" Bukankah kamu hanya seorang ketua serikat mahasiswa? Kamu pikir orang hebat seperti apa kamu? " Arsa mencibir.


Dengan posisinya di kampus yang seperti itu, William merasa dirinya jauh lebih baik dari mereka semua.


"William, apakah kamu berani melawan temanku imi? Dia akak membuatmu takut setengah mati kalau kamu tahu yang sebenarnya." Adit dengan bangga berkata.


"Menakut-nakuti aku sampai setengah mati?" William tidak bisa menahan tawanya kali ini mendengar apa yang di katakan oleh Adit. Iya memandang Kedua mahasiswa yang baru datang itu dari kepala sampai ujung kaki. Dan dari penampilan mereka, William tahu bahwa adit dan Arsa tidak memiliki latar belakang keluarga orang kaya. William pikir mereka jika Arsa dan adit hanyalah seorang mahasiswa miskin. William pun mengarahkan jarinya ke arah Martin Dan mengancamnya,


"Aku memperingatkan kepada kamu, Kamu jangan mengganggu aku supaya aku tidak kesal padamu dengan keluar dari sini, atau aku akan membuatmu tidak akan lulus dari universitas ini? " Ucap William sambil menunjuk ke arah wajah Arsa.


"Oh, bagaimana mungkin seorang mahasiswa biasa sepertimu berpikir bahwa kamu sekuat itu di kampus ini? benar-benar tidak masuk akal." Arsa menggelengkan kepalanya dan mencibir William. Arsa tahu ketua serikat mahasiswa ini berani sok bossy hanya karena posisinya yang seperti itu.


"Ya, aku punya kekuatan. Aku bisa menghancurkan kalian berdua seperti aku membunuh seekor semut. Lihat saja nanti." kata William bangga diri.


"Wiliam, semua ini tidak ada hubungannya dengan mereka! Kamu memintaku untuk mencarikan sponsor yang mau memberikan dana sebesar tiga puluh juta, baiklah, aku setuju!" Ucap Talita. Iya berpikir bahwa Arsa tidak memiliki kekuatan untuk melawan ketua serikat seperti William. Dia tidak ingin Arsa terlibat, jadi Talita menyetujui tawaran William.


"Bagaimana Talita? Kamu tiba-tiba saja setuju hanya karena anak ini? Kalau begitu, ayo kita lihat apakah kamu bisa menyelesaikan tugasmu. Jika kamu gagal melakukannya, kamu tahu harga yang harus kamu bayar!" William berkata dengan nada marah.


William sengaja memberikan jumlah dana yang banyak agar Talita kesulitan. Dan Satu-satunya cara untuk mahasiswa biasa adalah menggunakan penampilan serta menjual tubuhnya. William tahu bahwa Talita tidak akan mampu melakukan tugasnya. Makanya William menghunakan cara ini untuk mendapatkan Talita.


Sedangkan Talita tahu bahwa meminta uang dari sponsor dengan jumlas segitu adalah tugas yang mustahil. Tapi karena dia sudah setuju, tidak ada kata mundur.


"Tidak apa-apa Talita, hanya tiga puluh juta, kan? Aku akan melakukannya untukmu," kata Arsa dengan ramah.


"Apa? Kamu akan mengurusnya? Aku tidak tahu apakah kamu sedang menyombongkan diri atau bagaimana. Tapi, jika kamu bisa mendapatkan dana sponsor itu, aku akan makan tai" William mencibir dengan jijik ke arah Arsa. William telah menilai Arsa dari penampilannya. Dan menurutnya orang miskin seperti Arsa tidak akan pernah bisa mendapatkan dana dari sponsor.

__ADS_1


"Berani? " Tanya William dengan angkuhnya.


"Kamu tidak percaya kalau aku bisa mendapatkan dana sponsor tiga puluh ribu juta itu? Kalau begitu aku akan menantangmu untuk taruhan." Kata Arsa dengan senyum.


"Bukankah kamu baru saja bilang kalau aku bisa mendapatkan dana sponsor untuk Talita, kamu akan makan T*i? Nah, kalau aku berhasil mendapatkannya, bagaimana kalau kamu makan T*ai langsung di tengah-tengah halaman universitas? " Arsa berkata sambil tersenyum .


"Makan tai langsung di halaman kampus?" Adit yang berada di belakang Arsa pun tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Dia berpikir jika keputusan William bisa menghancurkan dirinya sendiri.


Wajah William terlihat sangat dan muak dengan permintaan Arsa. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, William berfikir jika Arsa akan kalah.


"Baiklah kalau begitu. Lalu, bagaimana kalau kamu yang kalah?" Ucap William menyanggupi.


"Jika aku kalah, aku akan keluar dari universitas ini atau kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau kepadakuku." Kata Arsa dengan entengnya.


"Deal!" William setuju. William tidak ragu dan sangat yakin kalau dia akan memenangkan taruhan ini.


Sedangkan Talita menjadi sangat cemas.


"Arsa jangan... Kamu tidak perlu melakukan ini." Bagi Talita, mustahil bagi dirinya dan Arsa untuk mendapatkan dana dari sponsor. Dia merasa sangat sedih ketika Arsa terlibat dalam masalah ini. Apalagi dengan menantang William untuk taruahn.


Arsa pun kembali menatap Talita dengan senyum percaya diri. Dan William menambahkan dengan senyum jahat.


"Ngomong-ngomong, kamu hanya punya waktu tiga hari untuk mencari dana sponsor. Yang pasti, yang mau menyumbangkan dana adalah perusahaan besar dengan pendapatan penjualan lebih dari 250 milyar tiap bulan, Semoga Sukses!" William menambahkan syarat yang sulit untuk menambah peluang kemenangannya.


"Tiga hari? Dan harus disponsori oleh perusahaan besar. Kamu itu mau mencoba untuk mempermalukan kita." Ucap Talita sambil menghentakkan kakinya dengan marah. Talita telah menjadi bagian dari departemen ini sangat lama, tapi dia tidak pernah mendengar hal tentang mencari sponsor dengan peraturan yang aneh. Talita tahu, jika tidak mungkin mendapatkan jumlah sebesar itu dari perusahaan besar hanya dalam tiga hari.


"Aku ketua serikat ini. Sudah pasti, aku bisa membuat peraturan bagaimanapun yang aku mau! Apa kamu ngerti? " William tersenyum sinis.


Tiba-tiba saja Arsa menarik Talita dari arah belakang sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Deal." Ucap Arsa dengan senyum terukir di bibirnya.


__ADS_2