
"Kamu Atur saja semua rencana ini. " kata Arsa.
"Baik tuan muda Saya akan mengatur semuanya, anda tidak usah khawatir. " kata Fendi sambil mengangguk. Dia terlihat sangat bersemangat. Ide yang dicetuskan oleh Arsa benar-benar membuat Fendi kagum.
"Rencana ini terdengar sangat luar biasa."kata Fendi kembali.
"Oh iya, pastikan kamu menambah keamanan di lokasi pembangunan. Jangan biarkan apapun terjadi. Perhatikan semua hal dari yang terkecil sekalipun. Kita harus lebih waspada lagi karena bisa saja si Wasis melakukan sesuatu lagi." Kata Arsa mengingatkan kepada Fendi.
"Baik tuan muda," Fendi pun mengangguk sambil memikirkan sesuatu.
Tiga hari telah berlalu sejak rencana yang dikatakan oleh Arsa. Selama 3 hari itu juga, tidak terjadi apa-apa. Arsa pergi ke kampus, Iya menemui Talita.
"Ta, Bagaimana kabar ibumu? "Tanya Arsa.
"Ibu baik-baik saja. Operasinya berhasil. Dan saat ini ibu berada dalam masa pemulihan. Sebentar lagi ia akan bisa sembuh dan bisa jalan seperti semula." Jawab Talita dengan tersenyum.
__ADS_1
"Aku turut senang mendengarnya." Jawab Arsa sambil tersenyum.
Di sisi lain, di kediaman Wasis Adiguna.
Wasis duduk di sofa dengan tatapan kosong. Iya benar-benar kesal karena Kendi Group benar-benar Waspada. Wasis awalnya ingin kendi grup mendapat masalah. Tapi ia gagal Setelah mengirim beberapa orang.
"Benar tuan Wasis. Kendi Grub telah membuat keamanan di tempat bekerja benar-benar sulit di runtuhkan. Mereka benar-benar waspada dengan apa yang sudah terjadi." Kata Seno.
"Oh iya, Bagaimana kabar orang-orang yang telah kamu kirim untuk membunuh anak itu? " Wasis bertanya. Tapi Seno malah menundukkan kepalanya.
"Mereka benar-benar seperti telah Ditelan Bumi tuan. Mereka menghilang begitu saja tanpa jejak. Sejak hari itu tidak ada kabar lagi tentang mereka." Jawab Seno.
Seno sangat terkejut karena ada seseorang yang mengirimi ia sebuah video. Sebuah video yang berjudul kelakuan terhormat istri seorang Wasis Adiguna. Seno pun dengan ragu-ragu membuka pesan tersebut. Karena ia penasaran, Ia pun mengeklik video tersebut. Sebuah video yang menampilkan adegan istri seorang Wasis dengan seorang pemuda di atas tempat tidur. Yang lebih menarik perhatian Seno adalah keberanian dari istri bosnya tersebut.
Setelah Seno melihat isi dari video tersebut, ekspresi di wajahnya tiba-tiba berubah. Ia mengangkat wajahnya untuk mendongak dan melihat Wasis yang berada di depannya. Ia tidak tahu harus berbuat apa, apakah dia akan memberitahu Wasis tentang video tersebut atau tidak.
__ADS_1
Hingga akhirnya, gelagat dari Seno bisa terbaca oleh Wasis.
"Seno, Apa yang kamu lihat barusan? Kenapa ekspresi di wajahmu berubah? Bawa ke sini ponselmu! " kata Wasis sambil mengulurkan tangannya.
"Tuan Wasis, tidak ada yang perlu dilihat tuan. " Seno tertawa garing. Seno sangat tahu kalau sampai Wasis melihat video itu, maka akan ada bencana yang terjadi lagi.
"Aku memintamu untuk memberikan ponselmu kepadaku. Kamu Segera kemari dan berikan kepadaku. Kenapa kamu harus bicara omong kosong seperti itu. " kata Wasis sambil mengerutkan keningnya. Dan di saat Wasis akan mengambil ponsel Seno, ponselnya juga terdengar ada pesan masuk.
"Video? " Gumam Wasis. Iya segera mengambil ponselnya dari atas meja.
"Kelakuan terhormat istri seorang Wasis Adiguna." Wasis membaca judul dari video tersebut.
"Tuan Wasis, lebih baik anda jangan melihatnya." Kata Seno berusaha menghentikan bosnya. Tapi karena judul yang membawa namanya tersebut, Wasis mengeklik video tersebut. Dan di saat yang bersamaan pula, kekhawatiran mulai menggerayangi hati Seno. Ia menatap ke arah Wasis dan saat ini wajah tuannya tersebut benar-benar berubah drastis. Yang membuat Wasis terkejut adalah karena video yang di lihatnya tadi adalah video yang tadi di lihat oleh Seno.
"Sial." kata Seno setelah selesai melihat video tersebut. Wajahnya berubah menjadi pucat. Sesaat kemudian, iya membanting ponselnya ke lantai hingga hancur. Amarah benar-benar telah menguasainya. Perasaan Seno semakin tidak karuan. Bagaima kalau istri dari bosnya tersebut sampai di hajar habis-habisan setelah Wasis melihat semuanya. Wajah penuh amarah sudah menguasai Wasis.
__ADS_1
"Seno, apa maksud semua ini? Apa ini adalah video yang sama dengan yang barusan kamu terima tadi? " kata Wasis dengan menggertakkan gigi-giginya. Sedangkan Seno hanya menjawab dengan menganggukkan kepala saja.
Setelah Wasis mendapatkan jawaban dari Seno, amarahnya langsung saja meledak. Wajahnya menjadi merah karena amarah tersebut. Sebuah aib keluarga yang tidak pantas di lihat oleh banyak orang. Dan anak buahnya sudah melihat kelakuan sang istri yang mengkhianatinya. Bagaimana iya akan bersikap di depan para karyawannya nanti. Wibawanya terasa hilang begitu saja.