Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kegagalan Kejora Grub


__ADS_3

"Tuan Wasis, saya tidak tahu apa yang terjadi. Orang-orang yang saya kirim tampaknya telah menghilang dari dunia ini," kata Seno dengan hati-hati.


"Orang-orang yang saya suruh tidak dapat di hubungi sama sekali. Saya juga tidak tahu apa yang terjadi." kata Seno sambil menganggukkan kepala. Ia berbicara dengan penuh kehati-hatian.


"Berarti misinya gagal, kan? " Wasis Adiguna bertanya dengan nada dingin.


"Sampah... Mereka semua benar-benar sampah yang tidak berguna." Wasis membanting gelas yang berisi anggur ke lantai. Seketika Gelas itu pecah dan air yang berada di dalamnya menciprat ke mana-mana. Semua orang yang berada di ruang tamu itu menundukkan kepala dan tidak ada yang berani berbicara. Mereka tahu bagaimana tempramen Wasis Adiguna. Mereka takut, jika Tuhan menakdirkan keburukan, mereka akan menerima kemarahan Wasis, setidaknya cacat kalau tidak mati.


"Tuan, saya yakin di antara orang-orang suruhan kita masih ada yang hidup. Tidak mungkin mereka mati semua." kata Seno dengan hati-hati sambil mengangkat kepalanya.


"Aku ingin melihat mereka lagi! Pergilah dan temukan mereka untukku! Kota Surabaya adalah tempatku, aku tidak yakin kalau aku tidak bisa menemukan mereka!" Teriak Wasis.


"Mohon maaf sebelumnya tuan, apa kita masih tetap menyuruh orang untuk membunuh anak itu?" Tanya Seno. Wasis yang mendengar itu pun menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Sampai kita tahu apa yang terjadi pada mereka, jangan mengganggu anak itu untuk sementara dan biarkan dia hidup beberapa hari lagi." Kata Wasis. Meskipun dia merasa ingin mencabik-cabik Arsa karena upaya pembunuhan itu gagal. Serta orang yang mereka kirim hilang tanpa jejak. Wasis tidak berani bertindak gegabah sampai penyebabnya diselidiki dan di temukan. Wasis bisa sehebat ini, selain ganas, dia juga sanagt berhati-hati dalam bertindak. Kalau tidak, dia akan diturunkan sejak lama dari jabatannya sebagai ketua pasukan bawah tanah.


Universitas Kota Surabaya.


Arsa tiba di kampus dan bergegas untuk masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Berhenti! " Begitu sampai di depan kelas, Arsa diberhentikan oleh dua orang. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka berdua mengenakan tanda pengenal dari departemen Serikat mahasiswa. Seorang mahasiswa dengan rambut pendek sedangkan mahasiswi berambut pirang.


"Kalian dari serikat mahasiswa lain ya? Apa yang kalian inginkan dariku? Silakan! " kata Arsa dengan dingin. Di mata Arsa kelompok seperti Serikat mahasiswa sama sekali tidak menarik. Dan ketika Daniel mendengar bagaimana Arsa menjawab dia merasa benar-benar tidak terima.


"Dek, beraninya kamu berbicara dengan ketua kita seperti itu. Kamu tidak..." tiba-tiba saja gadis berambut pirang di sebelah Arsa itu menegur dan berkata. Tapi kalimatnya terhenti ketika Arsa mengucapkan kata-katanya.


"Oh, ketua pembelajaran di kampus. Ketua, saya tidak ingin hidup lagi." kata Arsa seoalh mencibir ke kedua mahasiswa yang beberapa tingkat lebih tinggi darinya. Iya pun tersenyum smirk. kalau dulu Arsa mungkin merasa takut dengan apa yang disebut dengan fraksi Serikat mahasiswa. Tapi sekarang, Arsa menganggap lucu kalau Serikat mahasiswa di kampus itu bisa mengendalikan hidupnya.

__ADS_1


"Konyol sekali kalian" Gumam Arsa sambil tersenyum meremehkan mereka berdua.


"Wah dek, kamu pasti sudah gila. Pantas saja William memintaku untuk mengawasimu." kata Daniel mencibir Arsa. Daniel dan William adalah teman. sebelum William memutuskan untuk keluar dari kampus, ia meminta kepada Daniel untuk mengawasi Arsa. begitu Arsa melanggar peraturan di kampus, dia akan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Arsa. dan akan sangat lebih baik Kalau misalnya Daniel bisa membuat Parsa keluar dari kampus itu.


"William? kepala Serikat mahasiswa itu? hahaha." Arsa pun tidak bisa menahan tawanya ketika ia mendengar nama William.


Berita tentang siaran langsung William yang sedang makan kotoran itu masih segar dalam ingatan Arsa.


"Jadi kamu ada di sini untuk membalaskan dendam William? Kamu tahu, kamu sudah mengganggu ketenanganku." kata Arsa dengan tegas.


"Aku Perhatikan Kalau kamu itu sering absen. Sering tidak masuk di kelas. Aku sudah mengumpulkan lebih dari 30 jam pelajaran yang tidak kamu ikuti. Menurut peraturan di kampus ini, kamu akan dihukum karena membolos lebih dari 10 jam mata kuliah dalam satu tahun atau 2 semester. Dan sudah lebih dari 30 jam kamu melakukannya, berarti kamu akan dikeluarkan. " Daniel berkata dengan bangganya.


"Apa kamu ingin mengeluarkan aku dari kampus ini? Sekarang saya tanya, apa kamu punya hak untuk mengeluarkan aku?"kata Arsa sambil tersenyum. Dia sangat tahu kehadiran Daniel di sini adalah untuk membalaskan dendam William.

__ADS_1


__ADS_2