Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Membantu karena rasa kesal


__ADS_3

"Aku memang pacarnya, apa ada masalah? " kata Arsa sambil tersenyum. Wajah Andika tiba-tiba menjadi gelap. Awalnya, Arsa tidak mau ikut campur dalam hal seperti itu. Dan bagaimanapun juga, dia tidak ada hubungannya dengan semua itu.  Tapi dari sikap Andika terhadap Arsa yang terlihat sangat buruk, membuat Arsa sangat kesal. Jadi, Arsa memilih untuk menjawab.


"Hei, kamu berani sekali mengakuinya! Apakah kamu tahu siapa aku? " kata Andika drngan mengangkat kepalanya. 


"Anda orang yang sangat bermartabat tuan Andika. Bagaimana aku tidak tahu? " kata Arsa sedikit memblas pandangan Andika.


"Karena kamu tahu siapa aku dan kamu berani mengakuinya. Apakah kamu tahu konsekuensi yang akan kamu dapatkan karena sudah berani melawanku? "Kata Andika dengan suara dingin.


"Oh, Memangnya Apa konsekuensi atau akibat yang akan saya terima? " kata Arsa sambil tersenyum.


"Enam bulan yang lalu ada seorang anak yang bilang kepada Rita di depan umum seperti yang kamu katakan barusan. Dan sehari kemudian dia lumpuh. Sampai sekarang pun dia masih tidak bisa ngapa-ngapain di rumahnya. Dia menderita kecacatan seumur hidupnya. Dan kamu tahu itu semua Siapa yang melakukan? Tentu saja aku." Kata Andika dengan begitu bangga.


"Apakah yang kamu lakukan ini menurutmu sudah sangat kejam? " kata Arsya sambil melirik ke arah Andika.


"Kamu tahu kan kalau aku sangat kejam. Maka dari itu aku akan memberimu kesempatan untuk menjawab pertanyaanku lagi. Apakah kamu pacar dari Rita? Pikirkan jawaban sebelum kamu menjawab. " Kata Andika sambil menatap Arsa dengan tatapan tajam. Ekspresi di wajah Andika benar-benar terlihat suram.

__ADS_1


"Tidak perlu berfikir lagi. Aku adalah pacar dari Rita." Jawab Arsa tidak ragu. Andika awalnya berpikir setelah menunjukkan identitasnya dan mengancam Arsa akan membuat Arsa takut kepadanya. Tapi ternyata semuanya percuma. Jawaban Arsa membuatnya semakin marah.


"Apakah dia sedang meremehkan aku?" Gumam Andika di dalam hati. Mendengar apa yang dikatakan oleh Arsa benar-benar membuatnya terkejut. Dia berpikir kalau mahasiswa di depannya itu akan mudah untuk diancam. Dan dia tidak akan berani lagi membantu Rita. Lagi pula, Rita dan Andika adalah orang asing untuk Arsa.


"Berhentilah berpura-pura menjadi pacarnya. Rita adalah orang asing untukmu. Dan siapa yang mau mengorbankan nyawanya untuk orang asing? " kata Andika lagi.


"Apa kamu ngga dengar apa yang dia katakan? Dia adalah kekasihku, dan aku sudah punya pacar.  Jadi aku harap kamu tidak mengganggu aku lagi, "kata Rita dengan tegas. Seketika wajah Andika pun membiru. Setelah ia melirik Rita, ia menoleh untuk menatap Arsa.


"Oke, kamu tunggu saja, aku akan memberikan balasan yang setimpal kepadamu. " Kata Andika dengan begitu kejam. Setelah mengatakan ini, Andika pun berbalik dan pergi meninggalkan Arsa dan Rita.


"Banyak orang yang menginginkan untuk bisa aku gandeng seperti ini tapi tidak pernah ada kesempatan. Apakah kamu masih memintaku untuk melepaskan tanganku? " Rita mengerucutkan bibirnya dan bertanya kepada Arsa.


"Aku tidak seperti kebanyakan orang-orang yang ada di sini. Lagipula aku juga tidak tertarik kepadamu. " kata Arsa dengan entengnya.


"Tidak tertarik padaku? " Rita sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Arsa. Bagaimana mungkin mahasiswi paling cantik dan paling terkenal di Universitas Surabaya tersebut tidak disukai orang seperti Arsa. Rita benar-benar percaya diri dengan semua yang ia miliki.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak tertarik kepadaku, mungkin ada masalah yang ada pada dirimu." Kata Rita sambil tersenyum.


"Kamu terlalu percaya diri." Kata Arsa sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Terima kasih telah membantuku. Aku tidak menyangka kamu akan tetap pada pendirianmu untuk membantuku padahal kamu benar-benar di bawah ancaman Andika."kata sambil tersenyum.


"Kita tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi kamu bersedia membantuku seperti ini. Bahkan kamu mengatakan kepadaku kalau kamu tidak tertarik kepadaku. Tapi aku tidak bisa mempercayai Apa yang kamu katakan."kata Rita setelah ia terdiam beberapa saat. Yang ada di benak Rita, Arsa bersedia membantunya, bahkan di saat mereka tidak saling mengenal hanya karena kalau dirinya benar-benar menarik, dan Arsa pun tertarik kepadanya dan bahkan mau membantunya.


"Kamu terlalu memiliki rasa percaya diri yang teramat tinggi. Aku bersedia membantumu hanya karena aku kesal dengan sikap Andika. Hanya itu saja, dan aku kasih tahu ke kamu sekali lagi, aku tidak tertarik sama sekali kepadamu. " setelah mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rita, Arsa pun menjawab. Arsa juga tidak menyangka kalau gadis ini akan bersikap egois. Bagaimana tidak, Rita benar-benar memiliki modal untuk bersikap sarkastik seperti itu.


Di saat yang bersamaan, Rita membuka tas gucci-nya dan mengeluarkan sejumlah uang.


"Apapun alasan yang kamu katakan, karena kamu sudah membantuku, Aku punya hadiah untukmu. " Rita memberikan uang itu kepada Arsa. Trik dari Rita benar-benar membuat orang lain terpana. Arsa melirik ke arah uang yang digepok itu. Dan dalam satu kepok uang itu, ada sekitar 10 juta.


"Maaf, aku tidak tertarik dengan uangmu. Kan tadi aku sudah katakan sama kamu, kalau aku membantumu hanya karena aku kesal kepada Andika, itu saja. " Arsa tidak mengambil uang tersebut. Menurutnya uang segitu bukanlah uang yang banyak. Harusnya tidak ingin repot-repot untuk mengambil uang segitu.

__ADS_1


"Kamu tidak mau? Apakah uang ini tidak cukup? " Rita mengerutkan keningnya karena heran. Iya yang memandang Arsa dari pakaian yang digunakannya, seharusnya uang sebanyak 10 juta adalah uang yang sangat banyak untuk orang-orang miskin seperti Arsa.


__ADS_2