Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Bertemu Andika


__ADS_3

" Apakah Arsa benar-benar berpura-pura kaya? Dasar bajingan ! " beragam komentar tertulis dengan jelas di sana.


Karena postingan Andika itu, membuat identitas asli Arsa semakin membingungkan para mahasiswa di dalam kampus. Beberapa dari mereka bahkan ingin memastikan apakah yang dikatakan Andika itu benar. Dan di saat mereka terus membaca postingan tersebut sampai pada arsip Kampus, mereka langsung mempercayai aya yang di katakan oleh Andika. Pada akhirnya, beberapa mahasiswa percaya bahwa apa yang dikatakan Andika itu nyata, tapi ada pula beberapa mahasiswa yang tidak percaya. Yang menyebabkan perselisihan antara kedua belah pihak. Namun, ada satu hal yang dapat di percaya semua orang, yaitu adalah Arsa telah membantu universitas memulihkan reputasi dan harga dirinya.


Selain itu, sebuah postingan kembali muncul di beranda, yang menyatakan kalau para mahasiswa salah paham tentang semuanya. Dan postingan tersebut juga menyatakan kalau Arsa bukanlah seorang pembohong. Di postingan itu, juga menyatakan bahwa Arsa tidak berpura-pura menjadi kaya, karena dia adalah Pimpinan Kendi Grub dan cucu biologis tuan Andi Sudiryo. Tapi karena tidak ada bukti kuat yang diberikan, jadi postingan itu diabaikan begitu saja oleh banyak mahasiswa lainnya. Postingan itu dikirim oleh seorang pengguna media sosial wanita, tapi tidak ada yang tahu siapa dia.


Sementara itu, di asrama Arsa, Adit merasa marah besar.


"Arsa, aku tidak percaya Andika memutuskan untuk memfitnahmu! Dia benar-benar bajingan!" kata Adit yang marah sambil menyerahkan ponselnya kepada Arsa. Setelah Arsa membaca postingan tersebut, dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Andika hanya tidak menyukaiku. Alasan yang dia buat cukup baik, meskipun. Dia bahkan mengatakan kalau aku meminta bantuan pada Rita agar aku bisa mengundang Handal ke universitas." jawab Arsa dengan tenang.


"Menurutmu, apakah kita harus membuatnya membayar semua yang dia lakukan kepadamu? " tanya Adit.


"Jangan terlalu khawatir tentang itu, Dit. aku punya batasan sendiri." Kata Arsa dengan tenang. Ketika dia melihat Andika menyebut-nyebut Rita, dia memikirkan gadis lama sekali.


"Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi padanya saat ini." Arsa bergumam pada dirinya sendiri. Sudah beberapa hari sejak kejadian itu terjadi, dan Arsa tidak tahu apakah suasana hati Rita sudah pulih atau bahkan tidak sama sekali. Namun, karena Rita memberikan keperawanannya kepadanya, dia tidak bisa untuk bersikap tidak khawatir. Jadi, Arsa memutuskan untuk mencari tahu. Arsa berniat untuk pergi menemuinya.


Satu-satunya hal yang membuat Arsa merasa bersalah adalah dia merasa kasihan pada Talita. Bahkan, dia merasa telah mengecewakan gadia yang juga di sukainya itu. Tapi, Arsa tidak tahu harus berbuat apa.


Sementara itu, di ruang kelas tempat Andika berada, dia memegang ponselnya sambil tersenyum. Membaca setiap postingan dari atas ke bawah. Dia bangga dengan fakta bahwa dia mengungkap identitas asli Arsa dan bagaimana Arsa hanya berpura-pura kaya. Dan di saat itu pula, seorang teman Andika berlari ke ruang kelas dengan tergesa-gesa.


"Andika, Rita sedang mencari kamu di luar! " Kata mahasiswa yang menjadi teman setia Andika itu sambil terengah-engah.


"Benarkah? " kata Andika dengan wajah tercengang. Dia telah mengejar Rita dalam waktu yang tidak sebentar, dan sudah mencoba merayu serta melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, tapi, Rita masih tetap saja mengabaikannya. Dan sekarang, Rita mendatangi dirinya atas kemauannya sendiri. Andika merasa sedikit bersemangat.


Dengan itu, Andika buru-buru keluar dan langsung melihat sosok Rita yang cantik. Mau tak mau Andika menelan salivanya dengan jakun yang terlihat jelas di tenggorokan saat dia memandang Rita. Andika berpikir akan sangat menyenangkan jika dia bisa memiliki Rita untuk dirinya sendiri juga.


"Rita, kamu di sini untuk nyari aku! " kata Andika sambil berjalan ke arah Rita sambil tersenyum.

__ADS_1


"Andika, kamu mau aku jadi pacarmu, kan?” nada suara Rita dingin.


"Kau benar-benar bertanya tentang itu, Rita." Andika tertawa.


"Tapi aku ragu kamu datang kepadaku hanya untuk hal itu."


"Kamu mau aku jadi pacar kamu? " Rita langsung bertanya .


"T-Tunggu, apa... Apa maksudmu bertanya begitu, Rita? Apa kamu tidak menjalin hubungan dengan Arsa? Bukankah kamu sudah berpacaran dengan Arsa? " kata Andika merasa tak percaya.


"Itu dulu. Aku bukan siapa-siapa baginya sekarang." Andika tersenyum mendengar hal itu.


"Dia hanya seorang pria yang miskin, tahu? Aku yakin dia hanya memanfaatkanmu!" kata Andika. Rita yang mendengar itu langsung mengerutkan kening dan memutar bola matanya jengah.


"Kamu terlalu banyak bicara. Yang harus kamu lakukan hanyalah menjawab ya atau tidak." kata Rita tegas. Pada saat itu, mata Andika berbinar.


"Ya, tentu saja! Aku ingin kamu jadi pacarku!" Andika merasa mimpinya menjadi kenyataan ketika Rita bertanya apakah dia ingin dia menjadi pacarnya. Nyatanya, dia merasa segalanya begitu tidak nyata baginya.


"Kamu pikir apa yang kamu lakukan? " Teriak Rita sambil menghindari pelukan Andika dan mengerutkan kening dengan jijik.


"Aku tahu kita belum membicarakannya dengan jelas, tapi aku tidak ingin kau menyentuhku." kata Rita lagi.


"Taa... Tapi aku adalah pacarmu sekarang. Tidak bisakah aku memegang tangan atau merangkulmu? " Kata Andika. Dan pada saat itu, ia tampak tak berdaya.


"Jika kamu tidak setuju dengan hal itu, maka kita sudahi saja. Kita selesaikan sampai di sini saja," kata Rita dengan dingin.


"Ah..m Baiklah, aku setuju ! " balas Andika dengan segera. Karena apa yang dia lakukan, Andika tidak bisa membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Dia sudah cukup senang di saat dirinya bisa mengungkap identitas Arsa yang sebenarnya. Tapi, ketika Rita berjalan ke arahnya, dan dengan sukarela mengatakan kepadanya, bahwa dia akan menjadi pacarnya, membuatnya semakin gembira.


Sementara itu di kelas Arsa, kelas sudah berakhir. Talita bangkit dari duduknya dan mulai membagikan beberapa pekerjaan rumah untuk dikerjakan teman-teman sekelasnya. Di saat Talita memberikan PR kepada Arsa, Arsa menjadikannya sebagai kesempatan untuk berbicara dengan Talita.

__ADS_1


"Talita, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" tanya Arsa. Talita membeku sesaat, tapi dia berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


"Terima kasih atas perhatianmu Arsa, tapi aku baik-baik saja. Aku akan membayarkanbkembali uang yang kamu pinjamkan ke aku." Setelah Rita mengatakan itu, dia segera melewati Arsa dan melihat lurus ke depan. Arsa kembali menatap Talita saat dia menunjukkan ekspresi khawatir.


Sore harinya, Arsa mengendarai Lamborghini ke Rumah Rita. Dia masuk melalui pintu depan.


"Endrow, bagaimana kabar Rita sekarang?" tanya Arsa begitu melihat Endrow.


"Dia jauh lebih baik akhir-akhir ini, Tuan Arsa," kata Endrow.


"Sayangnya, dia tidak sedang ada di rumah sekarang. Rita bilang kalau dia akan berbelanja dengan beberapa teman hari ini." kata Endrow lagi.


"Begitu ya." Kata Arsa.


"Bagaimana pendapatmu, kalau begitu? Apakah dia bersedia membiarkanku bertanggung jawab?" tanya Arsa.


"Oh, itu... Anu..m" kata Endrow terbata-bata. Tapi pada akhirnya, dia menggelengkan kepalanya dan mendesah, terlihat frustasi. Di saat Arsa melihat reaksi Endrow, dia langsung mengerti.


"Hmmm Baiklah. Aku akan datang dan menemuinya di lain hari," kata Arsa sambil berbalik.


Tiba-tiba saat Arsa berbalik untuk pergi, pintu terbuka, dan Arsa melihat empat orang. Dia menatap tajam ke dua gadis yang berada di samping Rita. Arsa pun langsung berasumsi bahwa mereka adalah temannya. Di belakang gadis-gadis itu, Arsa melihat sosok seorang laki-laki yang sangat familiar. Belum lagi iya mengenalnya dengan baik, pria itu adalah Andika. Saat itu, Andika membawa tas belanjaan yang dibeli Rita dan teman-temannya. Namun, Arsa mengerutkan kening saat melihat Andika. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi faktanya, dia tidak tahu mengapa Rita bersama Andika sejak awal padahal dia tahu bahwa Rita sangat membenci lelaki itu. Saat Rita melihat Arsa hendak pergi, dia tercengang.


"Ini rumah Rita, lho? " kata Andika sambil mencibir ke arah Arsa.


" Sedang apa kamu disini? " tanya Andika.


"Seharusnya akulah yang harus menanyakan pertanyaan itu." Arsa memelototi Andika.


"Kenapa kamu bisa bersama dengan Rita? " kata Arsa

__ADS_1


"Bukankah kamu orang yang bersemangat mengejar Rita selama ini? " kata Arsa kembali. Andika menjawab dengan tertawa.


"Aku adalah pacar Rita sekarang, jadi saya harus menemaninya dengan cara apapun yang saya bisa."jawab Andika dengan begitu bangga.


__ADS_2