Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Miss Damayanti


__ADS_3

Desita Mayasari dan ibunya menjamu Arsa Kenandra dengan hangat saat makan malam. Setelah makan malam, sudah lewat jam sembilan malam Arsa Kenandra keluar dari rumah Desita Mayasari. Arsa Kenandra berpikir untuk naik taksi kembali ke hotel saat dia berjalan di pinggir jalan. Saat dia sedang berjalan, tiba-tiba melihat sosok yang dikenalnya di depannya.


"Orang ini sepertinya Nona Damayanti." Arsa Kenandra curiga, tapi dia tidak yakin sama sekali. Dia melangkah maju dengan cepat untuk melihat apakah itu dia.


"Nona Damayanti, ini benar-benar Anda! " Setelah Arsa Kenandra berjalan ke depan, dia benar-benar melihat bahwa itu benar-benar Resita Damayanti, Seorang direktut yang telah membantunya melawan Ade Jefri hari itu. Namun, Resita Damayanti membawa sebotol wiski di tangannya, dan dia sedang minum sambil berjalan.


"Siapa kamu? Oh, kamu yang darkkb departemen kebersihan tadi, kan?"Resita Damayanti mengenali Arsa Kenandra.


"Ya, ini saya. Apa yang Anda lakukan di sini sendirian di malam yang dingin ini, Nona Damayanti? Tidak aman. Bolehkah saya mengantar Anda pulang?"kata Arsa Kenandra. Resita Damayanti mengenakan gaun hitam panjang. Dia terlihat sangat cantik memakai pakaian itu, tapi sekarang dia dalam keadaan mabuk, dan keadaan seperti itu sangat rawab. Kalau ada orang yang berniat buruk menemuinya malam itu, pasti ada nafsunya saat melihatnya, dan konsekuensinya tidak terbayangkan.


"Tinggalkan aku sendiri, ini urusanku! " Setelah Resita Damayanti berkata sambil menyesap anggur lagi.


"Sesuatu mungkin terjadi padamu," gumam Arsa Kenandra. Resita Damayanti tiba-tiba berhenti dan dia melihat ke arah Arsa Kenandra,

__ADS_1


"Bagaimana kalau kamu menemaniku ke bar untuk minum-minum? "Arsa Kenandra tertegun. Mengapa dia tiba-tiba memintanya untuk menemaninya minum? Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya,


"Nona Damayanti, Anda sudah cukup minum. Tidak pantas bagi Anda untuk minum lagi." kata Arsa.


"Kamu tidak mau ikut dengan aku? Kalau begitu pergilah, biar aku pergi sendiri saja." kata Resita.


"Pergilah," kata Resita Damayanti dan Arsa terus berjalan. Arsa Kenandra ragu-ragu sejenak ketika dia melihat punggung Resita Damayanti yang tampak sempoyongan. Lalu dia mengejarnya.


"Nona Damayanti. Tunggu aku, aku akan pergi ke bar bersamamu untuk minum! "Kata Arsa Kenandra. Dalam kondisi Resita Damayanti saat ini, dia sepertinya tidak bisa mengatasi masalah yang akan menimpanya jika dia minum seteguk anggur lagi. Daripada membiarkannya sendirian, Arsa Kenandra sebaiknya pergi bersamanya. Dengan cara itu, dia bisa melindunginya jika terjadi sesuatu.


Di bar.


Memang benar kalau gadis cantik bisa dengan mudah memberi kesan baik pada orang lain. Belum lagi ia juga memiliki tubuh yang ideal. Namun, Arsa Kenandra tulus tidak ingin Resita Damayanti kenapa-kenapa di bar. Ada musik heavy metal yang diputar. Ada orang-orang di lantai dansa, sementara ada seorang gadis berpakaian minim memanjat dan menari mengelilingi tiang. Gadis itu dikelilingi oleh banyak pria, dan mereka berteriak dan menari mengikuti irama musik. Banyak pekerja kantoran terlihat sangat berbeda pada saat itu.

__ADS_1


"Tolong, dua wiski!" Resita Damayanti berkata sambil menyerahkan uang itu kepada penjaga. Segera, dua wiski dihidangkan di depan Arsa Kenandra dan Resita Damayanti. Setelah Resita Damayanti mengambil segelas wiski, dia meminumnya sekaligus.


Di sisi lain, Arsa Kenandra perlahan menyesap wiski, dan dia memperhatikan Resita Damayanti dengan wajah khawatir. Setelah meletakkan gelasnya, Resita Damayanti mengedipkan mata pada Arsa Kenandra dan dia berkata dengan suara yang tajam,


"Jika aku mengingatnya dengan benar, namamu Arsa Kenandra, kan? Minumlah bersamaku!"


"Baiklah, saya akan minum," kata Arsa Kenandra sambil meminum wiski dalam satu teguk.


"Tolong, dua wiski lagi!" Resita Damayanti kembali membagikan uang itu kepada penjaga. penjaga itu mengambil uang itu dan kemudian menyajikan wiski itu lagi kepada Resita Damayanti.


"Miss Damayanti, bisakah Anda ceritakan apa yang terjadi? " tanya Arsa Kenandra. Menurut Arsa Kenandra, pasti ada sesuatu yang terjadi pada Resita Damayanti karene mamilih untuk mabuk seperti itu.


"Konyol kan kalau pacarku selingkuh dengan sahabatku ya? " Setelah Resita Damayanti selesai, dia mengambil gelas itu lagi dan dia meminum segelas wiski utuh.

__ADS_1


"Pacarmu selingkuh?" Arsa Kenandra tercengang. Arsa Kenandra memikirkan percakapannya dengan Rico Ardian hari itu. Dia memberitahunya bahwa Resita Damayanti punya pacar dan pacarnya punya status tinggi.


Arsa Kenandra berkata sambil tersenyum masam,


__ADS_2