
Ternyata Fiko pun juga tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Arsa.
"Bocah ingusan, apakah menurutmu aku bodoh? Apakah menurutmu aku akan percaya begitu saja? " kata Fiko dengan tertawa menghina.
"Sebenarnya sangat mudah untuk membuktikannya kalau apa yang aku katakan bukanlah suatu kebohongan. Sela memiliki sistem inteligent rahasia di bar ini. Menurut aku, di sistem komputernya itu, pasti ada informasi tentang identitas CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya. Kamu hanya perlu memintanya untuk mengambil salinan data untuk perbandingan benar atau tidaknya. Sangat mudah kan? " kata Arsa dengan tenang.
Sedangkan Deka, iya dengan penuh semangat berkata,
"Fiko, apakah hal ini perlu di lakukan? Orang seperti dia tidak mungkin menjadi CEO Kendi Grub. Fiko, tolong bunuh saja dia!" kata Deka.
"Diam! Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu karena instruksimu? " Fiko menoleh dan memelototi Deka. Melihat hal ini, Deka hanya bisa menutup mulutnya dan terdiam.
"Pergilah! Cari Sela! " Fiko memerintahkan salah satu anak buah yang berada di sebelahnya. Di lihat dari pakaian yang di kenakan oleh Arsa, Fiko yakin kalau dia sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya, apalagi menjadi CEO Kendi Grub. Tapi, dia melihat dari sisi lain, kalau Arsa bersikap sangat tenang. Menghadapi sekelompok orang yang begitu banyak jumlahnya, Arsa tidak seperti orang biasa, jarang Fiko melihat orang biasa yang bisa melakukannya. Untuk memastikan kebenarannya, dia memutuskan mencari Sela untuk mendapatkan salinan informasi yang bisa mengkonfirmasi kebenaran yang di katakan oleh Arsa tadi. Bagaimanapun juga, pekerjaan itu tidak akan memakan waktu lama. Jadi Fiko merasa Tidak masalah.
"Baik kak Fiko! aku akan mencari Sela sekarang." Dengan segera, Sela dipanggil oleh salah satu anak buah Fiko. Tak lama pun, Sela datang.
__ADS_1
"Kak Fiko, apa yang bisa saya bantu. Atau kamu mau memesan sesuatu? " Sela berkata sambil tersenyum setelah iya berjalan mendekat ke arah Fiko.
"Sela, kamu buatkan salinan informasi dari CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya! " kata Fiko. Sela adalah orang yang tidak banyak tanya. Meskipun dia tidak tahu untuk apa Fiko menginginkan ini, dia tidak bertanya lagi, hanya melakukan apa yang di minta.
Setelah kembali ke tempat di system inteligent rahasia itu berada, Sela masuk ke situs web intelijen Rahasia di system komputer di bar tersebut, lalu mencari informasi tentang CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya di situs web yang tersedia. Sela yakin, informasi tentang orang ini tidak akan dirahasiakan, jadi Sela dengan mudah bisa menemukannya.
Setelah di klik.
"Ini... ini dia!" gumam Sela. Setelah dia melihat foto itu, dia menutup mulutnya dengan kaget dan menatap layar komputer dengan matanya lebar-lebar. Wajahnya penuh dengan sesuatu yang luar biasa. Karena foto di layar komputer adalah Arsa!
"Sekarang aku akhirnya mengerti mengapa Arsa begitu percaya diri, karena Arsa adalah CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya. Sela sendiri sangat mengenal Kendi Grub cabang Kota Surabaya. Di Kota Surabaya, perusahaan itu masuk di tiga besar perusahaan terbesar. Dan juga sangat kuat di tiga provinsi yang ada di Indonesia.
"Dia...?" Sela pun terus menunduk dan mengingat perkenalannya Arsa, dia tidak bisa menahan nafas.
"Dia… Ternyata dia adalah cucu dari Andi Sudiryo." Setelah Sela memikirkan hal ini. Dia punya perasaan yang tak karuan. Dia tidak pernah bermimpi kalau Arsa ternyata adalah cucu dari Tuan Andi Sudiryo.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa keberadaannya di sini." gumam Sela lagi. Baginya, ini adalah orang besar yang hanya bisa dia lihat di system intelijen yang di miliki oleh bar tersebut pada hari kerja! Di sisi lain. Sela menyadari kalau sebelumnya, dia terlalu meremehkan Arsa!
"Arsa, aku yakin informasi ini tidak bisa membohongi mereka. Hal ini bisa menunda beberapa saat untuk mencegah Fiko melakukan sesuatu. Dan Fiko tidak akan penah melakukan hal konyol saat tahu semuanya. Informasi ini akan tetap terungkap di saat yang tepat." gumam Sela lagi.
Di antara ke empat orang yang duduk di dekat Arsa, Andre terlihat sangat cemas. Dalam pikiran Andre, Arsa mengatakan kalau dirinya adalah CEO Kendi Grub dan meminta Fiko menyelidikinya hanya untuk menunda waktu.
"Andre, jangan khawatir. ayo sekarang mari kita minum dulu." Arsa tersenyum dan berkata sambil mengangkat gelasnya.
"Ya Tuhaan, Arsa, bencana sudah dekat, kenapa aku masih memikirkan minum." Andre tersenyum pahit. Pada saat itu juga, Sela berjalan dengan cepat. Setelah Sela tiba di dekat mereka, dia melirik Arsa terlebih dahulu dan melihat kedipan mata Arsa dengan kagum. Setelah itu, Sela menyampaikan informasi itu kepada Fiko.
"Kak Fiko, ini informasi yang kamu inginkan." kata Sela sambil menyerahkan selembar file kepada Fiko.
"Sela, kenapa tanganmu gemetar? Dan Juga, kenapa wajahmu sedikit tidak seperti biasanya? " Fiko melirik Sela dan berkata.
"Kak Fiko, kamu akan tahu setelah membaca file ini. Aku takut tanganmu akan lebih gemetar daripada tanganku, dan juga wajahmu akan lebih buruk dariku wajahku." Sela tersenyum kecut. Mendengar apa yang di katakan oleh Sela, Fiko pun segera mengambil informasi itu dan membacanya. Benar saja, Fiko yang awalnya berwajah Normal dan nyaris tidak melirik informasi itu, wajahnya kini tiba-tiba berubah dalam sekejab. Dari matanya terlihat dengan jelas kalau dia syock hebat. Semakin dia menunduk, semakin jelas rasa kaget dari raut wajahnya.
__ADS_1