
Melihat tanah yang di lelang tidak begitu menggiurkan, Wasis juga tidak ikut berpartisipasi dalam penawaran ini. Sudah jelas, dia tidak menyukai tanah ini. Akhirnya dengan cepat diambil oleh pengembang kecil lokal dengan harga 1,8 milyar. Tempat bernilai rendah seperti ini diserahkan kepada pengusaha yang kecil. Tentu saja, pengembang lokal sekecil itu hanya bisa mendapatkan tanah yang tidak mencolok, karena mereka tidak punya modal untuk bersaing dengan kendi Grup dan kejora Grup di tempat yang bagus.
Pada saat itu pula, pelelangan plot kedua dimulai.
"Tanah ini berada di zona yang strategis, memiliki luas total 8200m persegi. Banyak orang tahu seberapa tinggi harga tanah ini. Harga awal 7 milyar! Kenaikan pertama minimal 5%." tuan rumah pelelangan mengumumkan.
"Tanah ini berada di jalan poros utama di sisi kiri tempat yang sangat strategis, tanah ini adalah tanah harta karun bagi pebisnis real estate seperti kendi Grub dan Kejora grub." kata seseorang.
"Iya, harga tanah ini sangat tinggi. Kendi Grup dan Kejora Grup pasti akan memulai persaingan sengit ini."
"7,05 milyar" kata seseorang.
"Saya tidak tahu, siapa salah satu dari mereka yang pada akhirnya akan menjadi pemilik tanah ini."
"7,06 milyar." Banyak para pengusaha di lokasi mendengar tentang bagusnya prospek tanah ini. Mereka bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka bisa bertemu di tempat ini, berarti pertempuran berdarah akan segera dimulai.
__ADS_1
"7,08 Milyar." Beberapa pemilik bisnis real estate lokal menaikkan harga untuk sementara. Meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak dapat bersaing dengan kendi Grup dan kejora Grup setelah kenaikan harga yang sudah di ucapkan oleh 2 perusahaan besar itu, mereka masih dapat melakukan penawaran ketika harga masih di bawah standar.
Arsa saat ini sedang memejamkan mata dan bermeditasi, sesaat kemudian, iya membuka matanya ketika mendengar perkembangan penawaran lelang tanah ini. Fendi telah memberi tahu Arsa tentang pentingnya tanah ini untuk perkembangan bisnis Kendi grub kedepannya. Sedangkan Wasis, yang tadi bersandar di kursi, kini duduk tegak.
"Lima ratus juta, saya tambah 500 juta." Sebuah suara seorang pemuda terdengar. Semua orang melihat lebih dekat, dan Terlihat Arsa yang menanyakan harganya.
"Pimpinan kendi grub, dia tiba - tiba menambahkan 500 juta sekaligus. Ini adalah gambaran kalau tuan muda bertekad untuk mendapatkan tanah itu." kata pembawa acara. Semua orang terkejut dengan kenaikan harga mendadak yang Arsa katakan. Meskipun nilai sebidang tanah ini tinggi, biasanya harganya sekitar 8 milyaran. Harga perumahan memang terbilang mahal di kota terbesar kedua di Indonesia ini. Semua bos perusahaan lokal yang tadi menawar tiba-tiba saja langsung terdiam. Mereka sudah tidak berani lagi menaikkan harga. Terlalu tinggi untuk mendapatkan tanah tersebut. Mereka tidak memiliki modal sebesar itu.
Begitu pula dengan Wasis. Iya sangat terkejut mendengar tawaran harga yang di katakan oleh Arsa. Arsa sudah mulai bertindak. Maka dari itu, Wasis tidak akan membiarkan saingannya itu selangkah lebih maju darinya. Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk diam. Harga 8,3 milyar sudah cukup tinggi.
"Tuan Wasis menawar 8 milyar 600 juta, ada yang lebih tinggi? " Pembawa acara di atas panggung berkata dengab suara lantang.
"9,5 Milyar! Suara Arsa terdengar lagi. Para bos di tempat kejadian kaget mendengar harganya tiba-tiba dinaikkan kembali menjadi hampir 1 Milyar.
"Ini... apakah tanah ini akan laku 10 milyar?" gumam Seseorang lagi.
__ADS_1
"Kita semua tahu, Meskipun sebidang tanah ini berharga tinggi, paling banyak bernilai 10 milyar? "
"Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuan Wasis." sahut mereka yang menyaksikan ini. Pimpinan Kendi grup langsung menambahkan harga yang sangat tinggi. Dia tidak ingin menawar secara perlahan. Saya yakin tuan muda itu bermaksud untuk memenangkan lelang secara langsung." kata seseorang lagi. Semua orang memperhatikan Wasis Adiguna.
"Anak ini tidak bersaing menurut akal sehat." gumam Wasis. Iya terlihat sedikit murung saat melihat dan mendengarkan Arsa menambah penawaran hampir 1 milyar. Awalnya iya ingin menambahkan 100 juta di atas Arsa. Tapi malah Arsa melakukan hal yang tak terduga. Jumlah kenaikan harga dalam penawaran ini sudah sangat tinggi. Mereka semua yang ada di sana tidak menyangka kalau Arsa akan akan menawar 1000 juta dalam sekejap. Biasanya tanah seluas itu akan di jual dengan harga maksimal 10 Milyar.
"Tuan Wasis, hari ini sepertinya kita benar-benar akan bertarung dengan dia." kata Seno yang duduk di sebelah Wasis.
"Enam ratus milyar yang saya siapkan tidak akan aku gunakan untuk hal lain." kata Wasis dengan mata menyipit .
"Tuan Arsa menawar dengan Harga 9,5 milyar. Apakah ada harga yang lebih tinggi dari nominal tersebut? " Kata pembawa acara di atas panggung lantang.
"Saya 9,6 milyar." Wasis langsung saja menaikkan harga tawarannya dengan drastis.
"Tuan Wasis menawar 9,6 milyar! Ada yang lebih tinggi lagi? " Suara pembawa acara terdengar nyaring di atas panggung. Arsa langsung memandang ke arah Wasis.
__ADS_1
"Tuan Wasis, anda hanya menambahkan 100 juta. Apa anda tidak merasa lelah? " tanya Arsa sambil menatap lelaki paruh baya itu.