Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Di cari Perimadona Kampus


__ADS_3

Setelah Andika pergi, Rita mengeluarkan uang dari tasnya lagi dan menyerahkan kepada Arsa.


"Ini ada uang 10 juta, Jangan berpikir kalau uang ini sangat sedikit untuk kamu. Dilihat dari Penampilanmu, seharusnya uang 10 juta adalah uang yang sangat banyak. " kata Rita sambil mengulurkan kembali tangannya untuk memberikan uang tersebut kepada Arsa.


"Bukannya aku bilang kalau aku tidak tertarik. Aku tidak tertarik dengan dirimu apalagi dengan uangmu. " kata Arsa dengan nada dingin. Setelah mengatakan itu, Arsa pun berbalik dan berjalan masuk ke dalam kampus.


Sedangkan Rita yang melihat Arsa pergi begitu saja ia menghentakkan kakinya. Paginya, banyak anak laki-laki di kampus tersebut yang berperilaku baik dan sangat menunjukkan sikap yang sopan kepadanya. Banyak pula yang berharap bisa berbicara dengan dirinya namun belum pernah terwujud. Tapi, Arsa tidak bersikap hangat kepadanya. Bahkan dia berterus terang mengatakan kalau tidak tertarik kepada dirinya. Ini adalah pertama kalinya Rita bertemu dengan laki-laki seperti itu. Berita memperhatikan arca yang semakin tidak terlihat. Dia kembali menghentakan kakinya karena merasa kesal.


"Aku yakin dia hanya berpura-pura. Aku ini sangat cantik, dan aku tidak percaya kamu akan bisa menolak pesonaku. Bagaimana mungkin kamu tidak tertarik kepadaku. " kata Rita.


Sedangkan untuk Arsa, dalam hal ini ia tidak berpikir secara berlebihan. Ini hanyalah sebuah masalah kecil baginya. Apalagi tentang Andika, Arsa merasa tidak takut sama sekali kepadanya. Dia tidak takut akan mendapat masalah dengan mahasiswa tersebut. Tapi kalau misalnya Andika berani menyinggung Arsa, maka Andika harus menanggung akibatnya.


Arsa masuk ke kelas pada siang hari. Dan di sore hari kelas tersebut baru selesai.


"Arsa, di luar ada Rita Maharani sedang mencarimu. " seorang mahasiswa yang duduk di depan pintu berteriak kepada Arsa. Teman-teman sekelas Arsa yang mendengar itu benar-benar menjadi gempar.

__ADS_1


"Woww... Rita si Primadona kampus mencari Arsa?"


"Arsa benar-benar beruntung." Kata yang lain juga. Di mata para mahasiswa di kampus tersebut, kita adalah seorang Dewi yang berada di bulan, sedangkan mereka hanyalah debu yang berada di bumi. Jadi mereka bagaikan pungguk yang Merindukan Bulan kalau menginginkan Rita. Sikap dingin berita yang begitu tinggi sangat terkenal di kampus. Dan saat ini, berita mencari Arsa ke kelasnya. Membuat para mahasiswa di kelas tersebut merasa iri. Dan tentu saja para mahasiswa teman sekelas Arsa tidak ada yang berani kepada Arsa lagi saat ini. Karena mereka tahu Arsa memiliki uang, dan uang tersebut bisa merubah segalanya. Setahu mereka Arsa adalah pemilik restoran termewah di dekat kampus tersebut. Dan mereka menganggap kalau Arsa adalah orang yang kaya.


"Bos, apa yang terjadi? Kenapa mahasiswi cantik bernama Rita itu mencari kamu? Berita mungkin akan segera menyebar ke seluruh penjuru kampus. Aku tidak bisa membayangkan Berapa banyak orang yang merasa iri dengan semua yang kamu lakukan. " Adit menepuk bahwa Arsa dan berkata dengan penuh penasaran.


"Aku ngga tahu." Arsa menaikkan kedua bahunya sambil berkata.


"Rita Baru saja menarikku dalam masalah siang tadi. Dan masalahnya sudah selesai. Kenapa dia mendatangiku lagi? " kata arsa dalam hati. Arsa segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas. Iya tidak tahu kenapa Rita datang menemui dirinya. Tapi tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Arsa harus menemuinya karena saat ini Rita sudah berada di depan pintu kelas.


"Rita mencari Arsa? " Talita yang berada di depan kelas melihat apa yang terjadi. Memikirkan hal ini, Talita merasa sedikit sesak di hatinya.


"Aku bukan siapa-siapanya Arsa, kenapa aku harus memikirkan hal ini? " gumam Talita dalam hati. Iya menyadari dirinya yang tak sebanding dengan Rita. Tak sekaya dan secantik Rita.


"Mereka kelihatannya dekat. Kenapa dia ngga punya perasaan ya." kata Talita lagi.

__ADS_1


"Kalau tidak ada yang mau kamu bicarakan, Aku akan kembali ke kelas. " kata Arsa menyelesaikan kalimatnya. Ia berbalik dan berjalan ke dalam kelas lagi.


"Hei, aku belum selesai. Jangan pergi dulu." Kata Rita sambil menghentakkan kakinya. Dia benar-benar merasa dicuekin oleh Arsya. Tidak ada laki-laki yang memperlakukannya seperti ini sebelumnya.


"Kalau ada sesuatu yang terjadi Katakan Saja. "Kata Arsa sambil berbalik menghadap ke arah Rita.


"Aku datang ke sini untuk membantumu. Tapi sikapmu Malah seperti ini. " Rita mengerucutkan bibirnya karena cemberut dan menatap tajam ke arah Arsa.


"Membantu aku? Apa yang bisa kamu bantu? " kata Arsa sambil meletakkan tangannya di depan dada dengan senyum yang sulit diartikan.


"Kamu lupa, tentu saja semua ini tentang Andika. Aku sudah memikirkan semuanya, karena tadi kamu sudah mau berpura-pura menjadi pacarku di gerbang. Aku yakin dia akan mengganggu dirimu. " kata Rita.


"Aku sudah menjadikanmu pacar bohonganku. Tidak menutup kemungkinan Kalau Andika akan menyuruh seseorang untuk mencelakaimu. dan aku tidak mau semua itu terjadi." kata Rita sambil menatap rasa.


Mohon maaf ya readers. Harin ini aku up sedikit. Badan author sedikit oleng jadi ngga bisa up banyak.

__ADS_1


Mohon do'anya semoga segera membaik.


Terimakasih.


__ADS_2