Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kompensasi


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, berapa banyak kompensasi yang akan dibayarkan kepada anggota keluarga pekerja yang meninggal di lokasi konstruksi? " Tanya Arsa setelah beberapa saat terdiam.


"50juta." Jawab Fendi.


"50 juta? Kamu tahu kan itu jumlah yang terlalu sedikit. Tambahkan dan bayar 100 juta untuk setiap keluarga! Aku tidak peduli bagaimanapun standar kantor pusat. Kantor cabang kita akan membayar kompensasi 100 juta setiap kali ada kecelakaan dan merenggut nyawa para pekerja." kata Arsa dengan tegas. Arsa masih ingat dengan jelas ketika ayahnya mengalami kecelakaan di lokasi konstruksi, perusahaan menyangkal dan tidak memberikan kompensasi apa pun kepada keluarganya. Saat Ibunya berusaha untuk memintanya, Ibu Arsa malah dipukuli dan diusir. Pada akhirnya, uang kompesasi itu pun tidak ditagih lagi oleh sang ibu.


"Terlalu sedikit? " Fendi tampak terkejut mendengar ini. Sepengetahuan Fendi, sebagian besar perusahaan tidak puas dengan kenyataan, kalau mereka harus membayar kompensasi yang terlalu besar. Dan ini adalah pertama kalinya dia mendengar bos perusahaan mengatakan bahwa kompensasi 50juta sangatlah kecil.


"Hidup manusia itu tak ternilai harganya, dan 5o juta itu terlalu sedikit!" Nada suara Arsa bersikukuh, terdengar sangat tegas.


"Sebagian besar perusahaan tidak punya bos yang sangat teliti seperti anda Tuan Arsa. Jangan khawatir, saya akan membayar kompensasi 100 juta dalam waktu setengah bulan," kata Fendi dengan serius. Hanya satu hal kecil, tapi itu membuat Fendi sangat menghormati Arsa Kenandra.


"Analisa terakhir yang di lakukan perusahaan, semua kejadian ini disebabkan oleh Kejora Grup! Coba saja kita pikir Tuan, Mereka sudah berbuat sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. Saya benar-benar kesal pada mereka. Tuan Arsa, Apakah kita akan diam begitu saja?" Kata Fendi dengan nada emosi, Arsa yang mendengar pun merasa ikut kesal.

__ADS_1


"Mereka benar-benar tidak punya hati. Tapi otaknya juga kosong. Kita harus segera menyelesaikan kasus ini. Lebih dari sepuluh pekerja yang mati sia-sia, aku pasti akan mencari keadilan untuk mereka, aku berjanji." Kata Arsa dengan serius. Semua pekerja proyek yang meninggal itu mengingatkan Arsa kepada ayahnya. Arsa akan mencari keadilan untuk mereka semua. Arsa dulu adalah seorang anak yang sangat miskin. dia tidak berani mengganggu Kejora grup. Tapi sekarang sudah berbeda. Kejora Group adalah perusahaan lokal yang dimiliki oleh orang asli Surabaya juga. Walaupun mereka semua menganggap perusahaan itu benar-benar mengakar kuat di Kota Surabaya dan sekitarnya.


"Aku akan sangat kesulitan untuk bisa mengalahkan Kejora grup sendirian. Dan aku akan meminta bantuan kepada kakek. Aku juga tidak mungkin melakukan semua ini dalam waktu singkat." Gumam Arsa.


Tapi, setelah semua kejadian ini, Arsa benar-benar mengambil keputusan yang sulit. Dia merasa akan terasa sulit untuk bisa melumpuhkan kelicikan Kejora grub. Dan rencana Arsa saat ini, iya ingin terfokus pada rencana mencari keadilan dan melawan kecurangan.


"Sangat tidak realistis kalau kita ingin menghancurkan kejora grub dalam waktu singkat." kata Arsa.


"Tapi akan sangat tidak adil kalau kita tidak membalas. Kali ini mereka benar-benar menyusun rencana dengan sangat matang. Mereka berklompot untuk melawan kita."


"Aku ingin kamu membelanjakan uang untuk membeli kotoran. Setelah itu, kamu menyewa 1 buah truk. Nanti di tengah malam, suruh orang untuk membuang kotoran itu ke rumah Wasis. Halangi pintu keluar dari rumahnya dengan kotoran tersebut. Hadiah ini sangat cocok sebagai peringatan untuk orang licik seperti dia. Dengan begitu, dia akan merasa sakit karena terkena virus yang ada di dalam kotoran tersebut." Kata Arsa.


"Ini adalah ide yang sangat luar biasa. kotoran itu pasti akan membuatnya sakit. Tuan muda jangan khawatir, saya akan segera menyuruh seseorang untuk melakukan apa yang Anda katakan tadi secepatnya." kata Fendi dengan penuh semangat. Sebenarny, Fendi benar-benar merasa tidak terima saat hal itu terjadi. Dan sudah pasti apa yang direncanakan oleh Arsa akan membuatnya melampiaskan seluruh amarahnya.

__ADS_1


"Fendi, tidak peduli Bagaimana hasil dari usaha kita keluar dari masalah ini. Kamu harus mengingat semua ini sebagai pelajaran kedepannya. Tingkatkan lagi pemeriksaan di lokasi konstruksi yang lain yang masih dalam tahap pembangunan. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi." kata Arsa dengan tenang.


"Baik tuan muda. Saya telah mengambil pelajaran dari semua yang telah terjadi hari ini. Saya akan memperkuat pasukan keamanan dan akan memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi." jawab Fendi dengan penuh percaya diri. Dia Telah belajar banyak hal dari semua kejadian yang terjadi di Perusahaan saat ini. serta Iya lebih bisa menambah ilmu dari apa yang telah diputuskan Arsa untuk perusahaan.


Untuk Arsa dan Fendi, menanti hasil dari usahanya menyelesaikan masalah ini benar-benar menyiksa pikiran mereka.


"Apa kita bisa menyelesaikan masalah sebesar ini sendiri? Akankah rencana yang sudah aku susun berjalan dengan baik dan berhasil? " gumam Arsa. sedangkan Fendi masih terdiam, dia juga tidak tahu jawaban apa yang akan Ia berikan kepada Arsa. Karena yang dilihat Fendi, Arsa sendiri yang membuat keputusan itu merasa tidak terlalu yakin dengan semuanya.


"Kalau sampai kita kehilangan uang sebesar 110 miliar itu, Aku tidak tahu harus meletakkan mukaku di mana Di depan kakek nanti." kata Arsa kemudian.


"Kita sudah melakukan semuanya dengan baik. Kita hanya bisa berdoa dan berharap semuanya akan menjadi baik-baik saja tuan." kata Fendi berusaha menghibur hati Bosnya itu.


"Aku harus ke kampus terlebih dahulu." Kata Arsa.

__ADS_1


"Apa anda membutuhkan sopir tuan? Saya akan menyuruh salah satu sopir perushaaan untuk mengantar anda." Kata Fendi.


"Tidak perlu." Jawab Arsa. Iya pun melangkah keluar dari ruangannya.


__ADS_2