Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kenyataannya


__ADS_3

Semua orang berperang melawan pemikirannya sendiri. Mereka jadi tidak sabar menantikan lelang ini segera di mulai. Di dalam pikiran mereka, yang mereka tahu hanyalah perselisihan antara Kendi grub Dan Kejora Grub. Tanpa mereka tahu kalau Arsa adalah cucu dari Andi Sudiryo. Salah satu orang yang mendengar berita ini adalah papa Rita yang bernama Tuan Endrow. Setelah selesai berbicara dengan Kelvin, iya tadi bertemu dengan ketua perdagangan kota Surabaya. Dan akhirnya mereka berbicara.


"Tuan Toni, saya mendengar berita kalau pimpinan baru Kendi grub adalah cucu dari Tuan Andi Sudiryo. Kalau boleh saya tahu, apa tuan sudah mendengar informasi ini? Saya hanya ingin tahu berita itu benar atau tidak." tanya tuan Endrow.


"Berita yang anda dengar tentang Pimpinan baru Kendi grub itu benar tuan. Pimpinan baru itu adalah cucu dari tuan Andi Sudiryo." Toni mengangguk menjawab pertanyaan dari Endrow.


"Aku baru saja bertemu dengannya tadi. Meskipun dia masih sangat muda, aku melihat potensi berbakat di dalam dirinya. Dia tidak terlihat sebagai orang yang luar biasa. Pakaian yang di pakainya hanyalah pakaian biasa. Tidak bermerk sama sekali. Seperti orang biasa. Aku yakin, dia melakukan semua ini karena tujuan tertentu. Dan aku juga sangat yakin kelak dia akan menjadi orang bisa menaklukkan dunia di masa depan." kata tuan Toni.


"Waah... Benarkan? " seru Endrow. Apa yang di sampaikan oleh Toni adalah berita yang akurat. Ini adalah sebuah berita yang sangat bagus.


"Orang ini bukan hanya tiga generasi kaya teratas di kota Surabaya, tapi juga memiliki sikap yang unik. Orang seperti ini benar-benar langka." kata Endrow dalam hati. Iya tersenyum dan berangan. Dalam pikirannya iya ingin menemukan cara untuk menjodohkan putrinya dengan pimpinan baru. 


"Tuan Toni, Anda tadi baru saja mengatakan kalau Anda bertemu dengan pimpinan baru kendi grub. Bisakah Anda memperkenalkannya kepada saya? Saya ingin sekali bertemu dengan cucu tuan Andi ini." tanya Endrow kepada Toni.

__ADS_1


"Tentu saja tidak masalah. Ikutlah denganku." Toni berkata sambil tersenyum. Setelah itu, Toni langsung membawa Endrow ke depan.


"Sekarang, ayo kita ke sana dan aku akan mengenalkan tuan muda itu kepada Anda." kata Toni sambil menunjuk ke depan dan berjalan. Endrow dan Toni berjalan menuju ke mana arah jari itu menunjuk. Sesaat kemudian, dia melihat punggung seorang pemuda.


Dari belakang, Endrow bisa melihat dengan jelas sosok itu. Tapi ada sesuatu yang iya ingat.


"Aku seperti pernah melihat sosok ini. Tapi siapa ya? Kok aku ngga ingat." gunam Endrow dalam hati karena Arsa saat ini membelakanginya. Karena belum bisa melihat wajahnya, Endrow belum bisa mengenalinya.


"Tuan Endrow, tolong hormati dia. Kita tidak selevel dengannya. Jangan sampai kita menyinggung atau membuatnya merasa tidak nyaman." kata Toni mengingatkan.


"Tuan Arsa, saya Toni. Saya berada di sini untuk memperkenalkan anda dengan seseorang yang saat ini bersama saya." kata Toni dengan hormat. Begitupun dengan Endrow. Iya berdiri di samping Toni dengan sangat hormat pula. Iya menatap sosok ini dengan senyum lebar di bibirnya. Begitu Arsa berbalik karena sapaan dari Toni, rasanya bagai di sambar petir di siang bolong. Arsa menarik perhatian Endrow secara penuh.


"Ii.. Ini Arsa Kenandra? " gumam Endrow dalam hati karena terkejut. Senyum di bibirnya langsung menghilang seketika. Wajahnya mengekspresikan rasa bingung, iya pucat seketika. Matanya membulat sempurna memandang kenyataan ini.

__ADS_1


"Iya, ini dia." gumam Endrow dalam hati lagi. Seperti sebuah bom bunuh diri yang telah meledakkan dirinya. Lelaki paruh naya itu menatap lurus pemuda di depannya. Suaranya tercekat dalam tenggorokan bersamaan dengan hatinya yang merasa ngeri. Endrow tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau pimpinan kendi grub adalah Arsa Kenandra.


Begitu pula dengan Arsa. Saat iya melihat Endrow yang berada di depannya iya merasa terkejut. Namun dengan cepat dia mampu menetralkan keterkejutannya. Senyum pun terurai di sudut bibirnya. Arsa sebelumnya sudah mengira akan bertemu dengan papanya Rita di pelelangan ini. Jadi iya tidak terlalu kaget.


"Tuan Endrow, apa yang anda lakukan. Cepat sapa tuan Arsa. Katanya tadi mau bertemu." kata Tuan Toni yang melihat Endrow malah hanya menatap Arsa.


"Dia? Bagaimana dia bisa menjadi cucu dari Tuan Andi Sudiryo? Bukankah dia adalah seorang mahasiswa di Universitas Surabaya? " kata Endrow dengan pelan. Ekspresinya menunjukkan keterkejutan. Mata Endrow tidak bisa berbohong, rasa heran menyelimuti hatinya. Dia telah melihat dan bertemu dengan Arsa kemarin di kampus. Bahkan iya juga sudah mengetahui identitas Arsa secara rinci. Dari informasi yang iya dapatkan, sudah jelas kalau Arsa adalah seorang anak dari keluarga miskin. Tapi hari ini, sebuah kenyataan menampar hatinya dan menyadarkannya akan sesuatu.


Di saat yang bersamaan, Seorang lelaki muda juga duduk di samping Arsa. Orang tersebut tak lain adalah Fendi. Iya juga berbalik dan menatap Endrow.


"Bukankah ini tuan Endrow? Tuan Arsa memang sedang kuliah di universitas Surabaya. Dan menjadi CEO kendi grup hanyalah pekerjaan sampingannya saja." kata Fendi dengan suara pelan dan tersenyum. Sudah pasti Endrow sangat mengenal Fendi karena dia adalah pimpinan kedua perusahaan. Sebagai general manager tentu saja sudah bertemu dengan banyak orang.


Mendengar apa yang di katakan oleh Fendi, mau tidak mau Endrow harus mempercayainya. Sekalipun hatinya mengatakan tak mau. Tapi karena fakta sudah ada di depan mata, tak bisa di elak lagi.

__ADS_1


"Tuan Endrow, apa yang Anda lakukan? Bukankah Anda mengatakan kalau Anda ingin saya memperkenalkan Tuan Arsa kepada anda? Saya sudah memperkenalkan anda dengan beliau, tapi kenapa anda malah melakukan ini." kata Toni yang heran, iya pun mengerutkan kening tak percaya dengan apa yang di lakukan orang tersebut.


__ADS_2