
"Kebetulan sekali, Rita, aku bertemu denganmu di sini." kata Arsa saat sudah mendekat.
"Siapa juga yang mau bertemu denganmu? " jawab Rita Maharani sambil melirik Arsa Kenandra. Adegan ini langsung menarik perhatian para mahasiswa di sekitar sana untuk berbisik-bisik.
Arsa Kenandra, yang merasa sedikit malu pun harus menelan ludah dan berhenti dari berkata apa pun. Kali ini, kader serikat mahasiswa di depan terus berkata.
"Dalam pesta topeng ini, kampus kita memiliki 80 kursi, 40 untuk laki-laki dan 40 untuk perempuan, dan untuk perempuan, pendaftarannya gratis. Tapi tidak untuk mahasiswa laki-laki. Setelah pendaftaran, anak laki-laki tidak perlu di pilih atau di adakan seleksi, tetapi mereka harus membayar biaya pendaftaran sebesar 3 juta rupiah." Begitu kata-kata ini terucap dari ketua serikat mahasiswa, para mahasiswa di sekitar mereka segera mulai mendidih.
" Biaya pendaftaran sebesar 3 juta Rupiah? Bukankah itu terlalu mahal? " kata salah satu mahasiswa.
"Biaya pendaftaran sebesar 3 juta rupiah jelas merupakan biaya di atas ambang batas. Hal ini pasti bertujuan untuk mengecualikan orang miskin dalam di kampus ini dan menyaring orang yang kaya untuk berpartisipasi." sahut yang lain.
" Kami hanyalah mahasiswa miskin yang malang. Aku tidak mungkin punya kesempatan untuk ikut." Banyak mahasiswa laki-laki yang masih bersemangat untuk mencoba, tapi harus menyerah setelah mendengar biaya pendaftaran tersebut. Tentunya, pesta topeng ini untuk memilih mahasiswa perempuan yang cantik dan mahasiswa laki-laki kaya untuk hadir setelah mendaftar. Lagipula, rata-rata mahasiswa di sana, sangat sulit untuk bisa dengan santai menyisihkan 3 juta rupiah sebagai tiket untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan hiburan, hanya mereka yang sedikit lebih kaya dalam keluarganya yang bisa mendaftar. mahasiswa laki-laki dari keluarga biasa hanya bisa merasa iri.
"Daftar sekarang!" Kader serikat mahasiswa mengumumkan.
__ADS_1
"Saya ingin mendaftar! Saya ingin mendaftar! " Beberapa gadis mulai berebut dalam pendaftaran, dan bagi mereka, acara itu adalah kesempatan bagus untuk bertemu mahasiswa laki-laki kaya.
" Saya mau daftar! " beberapa mahasiswi yang memiliki wajah tak cantik pun langsung diberitahu kalau mereka tidak akan di seleksi lagi. Jadi mereka banyak yang langsung mendaftar. Ada juga beberapa mahasiswa laki-laki dari keluarga kaya yang telah mendaftar. Bagi mereka, ini kesempatan bagus untuk berkencan dengan si cantik.
Di saat yang bersamaan pula, si cantik bunga kampus, Rita Maharani tiba-tiba pergi ke arena pendaftaran. Para kader himpunan mahasiswa yang menerima pwndaftaran tersebut, serta para mahasiswa yang hadir, menatap Rita Maharani dengan takjub. Tidak ada yang mengira kalau Rita Maharani akan mendaftar. Bagi gadis-gadis yang ikut serta dalam pesta topeng, itu sama saja dengan memberi mereka kesempatan untuk bertemu dengan pemuda kaya. Jadi, sebagian besar gadis yang mendaftar untuk berpartisipasi tidak kaya dan sedang mencari pacar yang kaya. Lalu bagaimana dengan Rita Maharani? Rita Maharani tidak hanya sangat cantik, tapi keluarganya juga sangat kaya, keluarganya mempunyai aset ratusan milyar, dia tipikal orang kulit putih dan kaya raya. Rita Maharani sangat kaya dan cantik sehingga bahkan orang-orang kaya dan muda di Kota Surabaya pun bermimpi untuk bisa berteman dengannya. Bagaimana dia biaa berpartisipasi dalam acara penyamaran seperti itu?
"Rita, kamu... Beneran mau daftar? " Kader serikat mahasiswa mau tak mau bertanya.
"Tentu saja benar, kenapa? Apa aku tidak boleh hadir untuk berpartisipasi?" kata Rita Maharani.
"Oke... Kalau begitu. Kalau begitu aku akan mendaftar" kata Rita Maharani. Setelah Rita Maharani selesai mendaftar, dia menoleh dan melirik ke arah Arsa Kenandra.
"Arsa, ini. Si Rita, bagaimana dia bisa mendaftar untuk acara seperti itu?" Adit berkata karena nerasa terkejut.
"Cewek ini jelas-jelas mencoba mengganggu dan membuat aku marah." Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Arsa Kenandra mau tak mau harus memikirkan Rita. Faktanya, gadis ini masih sedikit peduli pada dirinya. Jika dia tidak peduli pada dirinya sama sekali, dia tidak akan selalu berusaha membuat marah Arsa Kenandra. Arsa masih ingat dengan jelas saat terakhir kali dia meminta agar Andika menjadi pacarnya, dia sengaja muncul di depan Arsa Kenandra. Bukankah itu hanya untuk membuat marah Arsa Kenandra?
__ADS_1
"Adit, ayo kesana! Ayo kita daftar juga! " Senyum muncul di sudut bibir Arsa Kenandra. Karena wanita yang bernama Rita Maharani ini ingin membuat marah dirinya, tentu saja Arsa Kenandra akan menemaninya.
"Wah, kita berangkat juga? " Adit tampak sedikit terkejut. Sebagai laki-laki, dia pasti ingin ambil bagian di dalamnya. Arsa Kenandra memanggil Adit dan berjalan bersama ke tempar pendaftaran berada.
"Kita berdua sebaiknya mendaftar." kata Arsa Kenandra. Kemudian, Arsa Kenandra memindai kode tersebut langsung melalui ponselnya dan mentransfer 6 juta rupiah.
"Baiklah, Arsa, aku akan mendaftarkanmu! " Ketika kader serikat mahasiswa melihat kalau transaksi Arsa Kenandra berhasil, ia segera mendaftarkan Arsa Kenandra. Meski masih terjadi perselisihan mengenai identitas Arsa Kenandra bagi para mahasiswa di kampus tersebut, sebagian orang menganggap Arsa Kenandra adalah generasi kedua yang benar-benar kaya, sementara sebagian lagi menganggap Arsa Kenandra hanya berpura-pura kaya saja. Namun tidak diragukan lagi kalau Arsa Kenandra adalah sosok yang populer di sekolah. Saat Rita Maharani melihat Arsa Kenandra mendaftar, matanya berkilat kaget.
Ketika Arsa Kenandra mendaftar dan keluar dari kerumunan, Rita Maharani menghentikan Arsa Kenandra.
" Istriku, apakah kamu sedang mencoba untuk berdamai denganku, kapan kamu akan datang menemui aku atas inisiatif kamu sendiri?" Arsa Kenandra memandang Rita Maharani sambil tersenyum.
"Istri siapa? Kamu jangan bicara omong kosong di sini! " Rita Maharani mengerutkan kening dan menatap Arsa Kenandra Arsa Kenandra pun tersenyum memandang wanita di depannya itu.
"Kamu tidak lupa kan kalau kamu telah melakukan itu dengan aku." kata Arsa Kenandra dengan santai.
__ADS_1
"Diam kamu... Diam! " Rita Maharani menghentakkan kakinya dengan perasaan cemas. Rita Maharani tahu apa yang akan dikatakan Arsa Kenandra saat itu. Kalau ini didengar oleh mahasiswa lain, bagaimana dia akan bisa dengan mudah bertemu orang lain di masa depan?